Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Selasa, 22 Mei 2012
Follow: 
Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Home  / Ragam
Prosesi Pernikahan Putri Sri Sultan
YOGYAKARTA (EKSPOSnews):Prosesi pernikahan putri bungsu Gubernur Daerah Istimewa

Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara dilaksanakan

tanpa kirab "mubeng beteng" (mengeliling benteng) Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Kirab 'mubeng beteng' akan diganti dengan kirab dari keraton menuju Kepatihan yang

merupakan tradisi pernikahan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VII," kata

Koordinator Tata Upacara Pengantin GBPH Joyokusumo di Yogyakarta, Sabtu 15 Oktober

2011.

Menurut dia di sela gladi bersih prosesi pernikahan GKR Bendara dengan KPH Yudanegara,

setelah melalui berbagai pertemuan dengan keluarga keraton, akhirnya diputuskan untuk

tidak menggelar prosesi kirab "mubeng beteng" seperti yang dilakukan dalam pernikahan

putri sulung Sultan, GKR Pembayun.

"Pertimbangan itu juga dalam rangka mengembalikan tradisi pernikahan keraton pada masa

Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang digelar di keraton dan Kepatihan," kata adik Sri

Sultan Hamengku Buwono X itu.

Ia mengatakan, pada prosesi pernikahan GKR Bendara itu akan dilakukan kirab dengan

kereta dan pasukan berkuda dari keraton menuju Kepatihan. Dalam kirab kereta nanti

terdapat berbagai modifikasi yang dilakukan.

Modifikasi itu di antaranya jika pada masa lalu pengantin putri diarak dengan

menggunakan tandu oleh para abdi dan pengantin pria menggunakan kereta berkuda. Namun,

dalam kirab kali ini akan digunakan lima kereta keraton untuk membawa kedua mempelai

dan kerabatnya.

Menurut dia, kereta yang akan dipakai tersebut di antaranya kereta Jong Wiyat

peningalan Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang akan dipakai pengantin, sedangkan

keluarga pengantin akan naik kereta Kyai Permili, Kyai Roto Biru, Kyai Kus Cemeng, dan

Kyai Kus Ijem.

"Kereta tersebut akan menempuh rute dari keraton melewati Alun-alun Utara sisi barat,

ke utara membelah Jalan Malioboro menuju Kepatihan. Selama kirab, Jalan Malioboro akan

ditutup total," katanya.(antara)


Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb