- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Sambut HUT RI, Merah Putih Nyaris Tak Berkibar di Siantar
Jansen
Pemasangan bendera merah putih di gedung DPRD Siantar, namun belum tampak didepan rumah wargaPEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews): Rasa kejiwaan dan semangat nasionalisme
warga Kota Pematangsiantar, dalam rangka menyambut HUT RI ke 66, patut
dipertanyakan. Pasalnya, hingga H – 3 peringatan Hari Kemerdekaan,
persisnya Minggu 14 Agustus 2011, nyaris bendera merah putih tak
berkibar di depan rumah warga.
Berbagai pernyataan terlontar, seperti yang mengaku, karena belum mendapat arahan maupun anjuran dari pemerintah. Namun ada juga berinisiatif yang menunggu warga lain memasangnya. Rendahnya kesadaran warga memasang bendera di depan rumah, juga 'menular' terhadap para pengemudi kendaraan roda dua dan empat. Banyak kendaraan yang melintas, tanpa memasang merah putih. Kondisi seperti ini membuat semarak kemerdekaan terkesan berkurang. Pantauan di pusat kota, seperti Jalan Sutomo, Jalan Merdeka dan Jalan Cipto, belum semua warga terlihat mengibarkan bendera merah putih didepan rumahnya. Kondisi yang sama juga ditemukan di Jalan Nagur dan Jalan Singosari Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara. Salah seorang warga yang tinggal Jalan Nagur, Parlin Pangaribuan mengaku, belum memasang bendera, karena tak mengetahui jadwal pengibaran bendera didepan pemukiman penduduk. Dia juga mengatakan, belum ada menerima arahan dari pemerintah untuk mengibarkan bendera merah putih didepan rumah. Hanya saja, dia berjanji akan memasang bendera mulai Senin 15 Agustus 2011. Minimnya pemasangan bendera merah putih juga terlihat di Jalan Pusuk Buhit Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan. Bahkan dari puluhan rumah, hanya tampak satu bendera merah putih yang berkibar. Ini terdapat di rumah Fetra Tumanggor, yang juga mantan Ketua Panwaslu Kota Pematangsiantar. Menurut pria berkaca mata ini, dirinya mengibarkan bendera, karena ingin tetap mengenang perjuangan bangsa ini, saat merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Fetra juga mengaku, sekitar dua hari lalu sudah diingatkan anak perempuannya yang masih balita, agar dirinya memasang bendera. Hal itu membuat Fetra merasa bangga dengan gadis ciliknya tersebut. “Perjuangan para pahlawan itu harus diingat, sehingga kita bisa menikmati kemerdekaan seperti saat ini,” sebutnya, dan mendesak negara, agar memperhatikan jiwa nasionalisme rakyatnya. Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Kota Pematangsiantar, Gunawan Purba, mengatakan, pihaknya hanya sebagai penanggung-jawab kegiatan upacara peringatan detik detik proklamasi di Kota Pematangsiantar, yang digelar di Lapangan H Adam Malik. Dikatakan, terkait minimnya pemasangan bendera di rumah-rumah warga itu, agar dipertanyakan pada Camat dan Lurah. Sementara itu, dua Lurah saat dikonfirmasi membantah kalau pihaknya dituding belum memberikan arahan kepada warga untuk memasang bendera. Seperti pengakuan Lurah Martoba, Idirham Baijuri, jika pihaknya sudah memberikan pengarahan kepada warga di Kelurahan Martoba untuk mengibarkan bendera merah putih sejak 14 Agustus 2011. Hal itu menurutnya, juga sudah disampaikan kepada masing masing ketua RT dan RW yang ada. Hal senada juga disampaikan Lurah Melayu, Makdin Sagala. Keduanya juga berjanji, akan langsung melakukan monitoring di masing-masing kelurahannya. Termasuk secara langsung akan menyarankan warga untuk mengibarkan bendera merah putih. (js)
BERITA TERKAIT:
|