- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Mobil Dinas Merek Toyota Lexus Wali Kota Medan Rahudman Masih Utang
MEDAN(EKSPOSnews): Mobil dinas Wali Kota Medan Rahudman Harahap merek Toyota Lexus
menuai persoalan.Selain tidak jelas sumber anggarannya, pembelian
kendaraan senilai Rp1,2 miliar itu masih mencatatkan utang Rp200 juta.
Kepala Bagian Aset dan Perlengkapan Setdako Medan Muhammad Husni menjelaskan, pembayaran untuk pengadaan mobil itu memang belum dilunaskan. Alasannya,ada peralihan Keppres 80/2003 ke Permendagri 54/2010. Sebelumnya pembelian mobil itu berdasarkan lelang, tapi sekarang penunjukan langsung melalui agen tunggal produsen mobil. Pengadaan mobil itu pun dipastikan masuk dalam anggaran pembelian 2011. “Tidak ada masalah. Hanya tinggal pelunasan. Belum dilunaskan karena ada peralihan peraturan. Mobil itu memang masuk dalam pengadaan 2011,”jelasnya, Minggu 7 Agustus 2011. Dia menambahkan, mobil itu bukan pemberian atau hadiah dari pejabat. Selain itu, tidak ada perubahan merek dari Toyota Prado ke Lexus. Sebab, dalam pengadaan tidak boleh menyebutkan merek. “Tidak ada disebutkan merek.Jadi, tidak ada perubahan. Kepala daerah juga boleh pakai mobil dinas.Harganya juga tidak ada masalah atau lebih mahal Prado,” tambahnya. Namun, berdasarkan keterangan Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy,tidak ada pembelian kendaraan dinas baru untuk anggaran 2011. Belanja kendaraan dinas dialokasikan pada APBD Perubahan 2010 dalam bentuk belanja kendaraan dinas operasional. “Mobil itu peruntukannya untuk siapa tetap mata anggarannya pembelian mobil dinas. di APBD dan APBD-P 2011 ini tidak ada sama sekali untuk belanja mobil dinas,” tegasnya. Apabila ada perubahan apa yang sudah dirancang dan dilaksanakan, hal itu dapat menjadi temuan.Namun, dia tidak bisa menyimpulkan secepatnya. Perlu dilakukan penelusuran lebih jauh. “Itu temuan dan KKN.Tapi,saya rasa itu sulit dilakukan,”pungkasnya. Sementara itu, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis enggan berkomentar banyak tentang masalah ini.Dia tidak mau berpolemik.“ Saya tidak mau berpolemik. Sederhana saja,tidak mungkin mobil hadiah dibeli dari APBD.Tidak ada yang mau menjebak wali kota.Sebab,ini nantinyajadipersoalan. Inikansengaja dimiringkan karena ada urusan yang nyangkut,”tandasnya.(si)
BERITA TERKAIT:
|