- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Air Minum Sering Ngadat, Wali Kota Diminta Ganti Direksi PDAM Tirtauli
PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews): Permasalahan tidak lancarnya
pendistribusian air minum PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar merupakan
hal klasik dan hingga saat ini belum dapat diatasi. Alasan kekurangan
debit air yang menyebabkan adanya kendala dalam pendistribusian air
minum pada para pelanggan dinilai tak beralasan.
Ketua Lembaga Pembangunan Daerah Sumatera Utara (LPD SU), Drs R Sihombing menilai, masalah air sering mati, seperti di Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara selama satu bulan, merupakan kegagalan jajaran Direksi PDAM Tirtauli. Menurutnya, wali kota seharusnya mengganti jajaran Direksi di perusahaan daerah milik Pemko Pematangsiantar tersebut. " Artinya tidak ada jalan lain, wali kota mengangkat kembali jajaran direksi baru, yang benar-benar mau bekerja sesuai dengan keahliannya," ujarnya, Sabtu 25 Juni 2011. Dia lalu menyoroti keberadaan Dewan Pengawas. PDAM yang benar-benar bisa mengawasi. Karena menurutnya, yang sering terjadi justru Dewan Pengawas itu sendiri yang perlu diawasi agar bekerja untuk masyarakat Pematangsiantar. Adanya alasan debit air yang berkurang, menurutnya itu mengada ada. R Sihombing menilai, kondisi cuaca saat ini bukan musim kemarau, dan hujan sering turun. Mantan Anggota DPRD Kota Pematangsiantar periode 2004-2009, Pardamean Sihombing menilai, PDAM harusnya bisa mencari sumber mata air baru, sehingga bisa didistribusikan kepada pelanggan. Menurutnya, jumlah sumber mata air sebelumnya didistribusikan untuk para pelanggan. Namun, dengan terjadinya penambahan pelanggan, justru air masih tetap dialirkan dari sumber mata air lama. Pardamean juga mengaku, air minum di tempat tinggalnya Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba juga sering mati. Biasanya air hidup mulai pukul 19.30-01.00 WIB. Lalu air kembali mati, dari mulai pagi hingga sore. "Sebelumnya, dua tahun lalu air di Sumber Jaya selalu lancar," ucap Mantan Anggota Komisi II yang menangani masalah PDAM Tirtauli. Menurutnya, permasalah air minum itu telah dipertanyakan langsung pada Dirut PDAM Tirtauli, Badri Kalimantan saat ada acara reses anggota DPRD Nur Asiah Lubis di Daerah Pemilihan (Dapem) II. Dimana penjelasan Badri menyatakan jika daerah itu rawan air minum sering mati. "Kita juga berharap PDAM Tirtauli jangan mau menjadi sapi perahan oknum-oknum tertentu. Namun bagaimana meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan," tandasnya. Pardamean juga menilai, tak ada anggapan jika PDAM selama ini selalu merugi, sehingga tidak bisa berkembang. Karena selama ini tidak pernah dilakukan perbaikan maupun pergantian pipa-pipa baru. Dia juga berharap agar Wali Kota Hulman Sitorus, dan Dirut PDAM Tirtauli, Badri Kalimantan, mampu memaksimalkan pertambahan penduduk maupun pelanggan dengan sumber mata air yang ada. Ini bertujuan agar pendistribusian air minum tidak sering bermasalah, dan berdampak adanya peningkatan pelayanan. (js)
BERITA TERKAIT:
|