- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Tender Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan di Siantar Disabotase
Jansen
Tender di Kantor Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan di Siantar terjadi sabotase tenderPEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Pelaksanaan tender yang berlangsung di kantor Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Jalan Viyata Yudha, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, terjadi sabotase, Selasa 12 April 2011. Akibatnya, dokumen tender untuk pembuatan persemaian permanen di Hutaginjang, Tapanuli Selatan, bernilai Rp 4,4 miliar dicuri Orang Tak Dikenal (OTK).
Ini terjadi sepuluh menit sebelum penutupan pengumpulan dokumen. Sebelumnya, direncanakan pukul 11.00 WIB, setelah pengumpulan dokumen, agenda akan dilanjutkan dengan pembukaan dokumen penawaran. Menurut kesaksian panitia tender, Udin dan Ati, sekitar pukul 9.50 WIB, calon rekanan (pemborong) sedang memasukkan dokumen penawaran. Tiba-tiba seorang pria masuk ke ruang rapat Balai Pengelolaan DAS Asahan/Barumun yang dijadikan tempat pengumpulan dokumen tender. Dimana, pria tersebut langsung mengambil tiga dokumen dari enam dokumen yang sudah diterima. Keduanya mengatakan, pelaku kabur menaiki sepeda motor Mio warna hitam bersama seorang pelaku lainnya yang sudah menunggu di depan kantor Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Pelaku lalu kabur ke arah Perumahan Tojai, meskipun Udin sempat mendorong bagian belakang sepeda motor supaya tersangka terjerembab, namun tidak berhasil. Sementara itu, Ketua panitia tender, Komaruddin langsung mengadukan pencurian dokumen ini ke Polres Pematangsiantar. Namun salah seorang karyawan PT Vahranindo, Gregorius Purba menolak rencana panitia untuk menunda tender. Karena berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, tender bisa diundur jika terjadi gempa bumi atau tidak kuorum. Menurut Gregorius, dokumen yang ada sudah mencukupi syarat kuorum. Pihaknya sepakat menunda tender, namun meminta panitia untuk menitipkan dokumen ke kepolisian. Namun, rapat sempat memanas karena panitia tetap ingin tender ditunda dengan berkas tetap ditangan mereka. Hingga berita ini diturunkan, rapat antara panitia dan peserta tender belum ada kesepakatan tentang kelanjutan tender tersebut. (js)
BERITA TERKAIT:
|