- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
RS Harapan Siantar Dituding Terlantarkan Pasien
Jansen
Dony Purba menunjukkan foto Hengki Purba (pakai topi hitam)PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Lagi lagi Rumah Sakit Harapan Kota Pematangsiantar bermasalah dengan pasien. Setelah sebelumnya dituding melakukan dugaan mall praktek, kali ini RS Harapan dinilai telah menterlantarkan pasiennya hingga akhirnya meninggal dunia. Ini dialami Hengki Purba (38) warga Jalan Serdang Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, yang sama sekali tidak mendapatkan pelayanan medis. Akibatnya, nyawa ayah tiga orang anak ini meninggal dunia, Kamis 3 Maret 2011 sekira pukul 07.10 WIB. Adik kandung Hengki bernama Dony Purba menuturkan, awalnya abangnya mengalami sesak dada sekira pukul 03.30 Wib. Lalu, pihak keluarga memanggil tukang urut dan Hengki diurut sekira pukul 04.00 Wib. Namun, kondisi abangnya kembali kambuh setengah jam kemudian, sehingga diputuskan dibawa ke klinik Suaka Insan di Jalan Seram Kecamatan Siantar Barat. Saat itu, pria yang berporfesi sebagai wiraswasta ini sempat diinfus dan diberikan obat penenang jantung. Hengki lalu diperiksa dr Robert Tarigan dan hasilnya jika terkena jantung, namun karena klinik tidak mempunyai peralatan lengkap, akhirnya dirujuk ke RS Harapan di Jalan Farel Pasaribu. Tiba di RS Harapan pukul 05.00 WIB, Hengki yang juga Ketua Unit Kerja Buruh Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Siantar Utara ini langsung dibawa ke ruangan ICU dan diperiksa dokter jaga, dimana tidak ada ditemukan apapun terhadap kondisi pasien. Setelah diperiksa, Hengki dibawa ke ruangan pasien Lucas dan diberikan infus baru. Namun menurut Dony, sejak ditempatkan di ruangan tersebut, Hengki sama sekali tidak ditangani dan dibiarkan begitu saja. Sehingga kondisinya semakin parah, dan Dony memanggil suster untuk mempertanyakan mengapa pasien tidak ditangani. “Jawaban suster katanya menunggu dokter datang, sedangkan kondisi pasien semakin kritisi,” ujarnya. Dony juga menambahkan, hingga abangnya meninggal dunia dokter tak kunjung datang. Sehingga pihak keluarga menyayangkan pelayanan RS Harapan yang telah menterlantarkan pasien. Sementara Minten Saragih yang juga paman Hengki Purba, menyesalkan sikap dari RS Harapan. Ketua MPC PP Kota Pematangsiantar ini mengatakan, jika pasien tidak bias ditangani harusnya diberitahu pada pihak keluarga. Termasuk memberikan masukan, pada keluarga pasien untuk dibawa ke rumah sakit lain. Hal senada juga diutarakan Ronald Tampubolon Ketua PP Kecamatan Siantar Timur, yang juga anggota DPRD Kota Pematangsiantar. Menurutnya, ini yang kedua kalinya RS Harapan melakukan kelalaian dalam melayani pasiennya. Pihaknya juga meminta keluarga pasien agar membuat pengaduan ke Komisi I untuk meminta pertanggung jawaban dari RS Harapan. Sekretaris Komisi I ini juga menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan RS Harapan, dan berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat meminta pertanggung jawaban rumah sakit. Ditempat terpisah, Humas RS Harapan, Nesli br Purba tidak bersedia memberikan penjelasan secara mendetail mengenai kejadian yang menimpa Hengki Purba. Terkecuali pihak keluarga merasa keberatan dan menyampaikan langsung, maka pihaknya bersedia duduk bersama untuk menjelaskan kondisi pasien. (js)
BERITA TERKAIT:
|