• Home
  • Ragam
  • Unimed Pamerkan Kapur Barus Buruan Raja Firaun

Unimed Pamerkan Kapur Barus Buruan Raja Firaun

Jumat, 3 September 2010 | 20:56:46
MEDAN (EKSPOSnews): Universitas Negeri Medan memamerkan kapur barus yang pernah menjadi komoditi buruan Firaun dan raja-raja Mesir Kuno lainnya pada 2.000 tahun silam.

"Kapur barus tersebut dipamerkan pada pameran dan seminar bertajuk `Etnobotani dan Etnofotografi` di Unimed selama dua hari, 3-4 September 2010," kata Ketua Program Study Antropologi Sosial Sekolah Pascasarjana Unimed Ichwan Azhari di Medan, Jumat 3 September 2010.

Ia mengatakan, ribuan tahun lamanya sejak zaman Firaun di Mesir kuno hingga zaman perdagangan rempah-rempah bangsa Eropa, kapur barus atau "kamfer" (Champhor) dari Barus menjadi magnit perdagangan dunia.

Keberadaan kamfer ini telah dicatat oleh Ptolemy, geograf Yunani yang dinyatakan berasal dari Barus (Barousai).

Demikian pula, dalam catatan-catatan pengelana asing sejak abad ke-5 hingga abad ke-11 Masehi, kamfer menjadi daya tarik tersendiri yang diperoleh dari Barus, pelabuhan kuno di pantai barat Sumatra Utara.

Ia mengatakan, kapur atau kamfer dari Barus ini berbeda dengan kapur barus yang digunakan masyarakat modern untuk membasmi serangga atau rayap.

Kamfer dari Barus penting untuk farmasi atau pengobatan kuno, pembalseman mummi (mummy) serta sebagai tonik sebagaimana yang disebut dalam Al Quran. Kamfer tersebut diambil dari bagian tengah pohon kapur.

"Pohon kamfer yang dipamerkan di Unimed kali ini dibawa dari hutan Singkel oleh Samanudin, salah seorang mahasiswa Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dipilihnya tema "Etnobotani dan Etnofotografi" pada pameran dan seminar tersebut semata-mata adalah untuk mempopulerkan tanaman etnis masyarakat Sumatra Utara yang sudah sejak dahulu digunakan.

Sebagaimana diketahui, etnobotani tidak saja mencakup tanaman obat (medis), tetapi juga sebagai bumbu atau bahan makanan (pangan), kecantikan dan bahkan ritual.

Oleh sebab itu, untuk memperkenalkan jenis-jenis tanaman etnis dimaksud, Unimed melakukan kegiatan pameran. Demikian pula bahwa etnofotograpi sebagai bagian dari antropologi visual adalah salah satu model penelitian etnografi yang mengedepankan visualisasi etnis dan budaya tersebut dalam bentuk gambar atau foto.

"Jadi, dua tema ini berkaitan erat dengan kegiatan manusia sebagai bagian dari masyarakat dan budaya di Sumatra Utara. Jadi, disamping bermanfaat dalam kerangka ilmu pengetahuan antropologi, kegiatan ini juga berguna untuk sosialisasi tanaman etnis maupun visualisasi etnis sebagai potret khazanah budaya dan masyarakat Sumatra Utara," katanya. (an)


BERITA LAINNYA
Festival Ayam dan Telur di Bandarlampung
Jumat, 28 Agustus 2015 | 14:54:10
Kerajinan Wayang Masuki Pasar Singapura
Jumat, 28 Agustus 2015 | 14:50:54
Giok Aceh Dipatenkan
Senin, 24 Agustus 2015 | 14:47:50
Pekerja Asing Berkeliaran di Langkat
Senin, 24 Agustus 2015 | 04:28:02
Pemkab Pakpak Bharat Bantu Listrik Warga
Jumat, 21 Agustus 2015 | 04:50:57
Masyarakat Karo Butuh Penyuluh Atasi Debu Sinabung
Kamis, 20 Agustus 2015 | 04:49:32
Kodim Magetan Bangun 190 Jamban Masyarakat
Minggu, 16 Agustus 2015 | 13:10:15
Kodim Bangkalan Kebut Jambanisasi Masyarakat
Minggu, 16 Agustus 2015 | 13:00:34
Kelompok Pemuda di Medan Terlibat Bentrokan
Kamis, 13 Agustus 2015 | 15:37:31
Harimau Sumatera Tinggal Sedikit
Minggu, 9 Agustus 2015 | 22:04:11
BERIKAN KOMENTAR
Top