PEMATANGSIANTAR(EKSPOSnews): Adanya kejadian belasan siswa SMA Negeri 4 Jalan Patimura Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu, menjadi perhatian pihak komite sekolah dan para guru menggunakan jasa paranormal atau orang pintar.
Ini bertujuan untuk menjaga lingkungan sekolah yang sebelumnya akan diruislag (tukar guling) Pemko Pematangsiantar agar tetap aman. Penggunaan jasa orang pintar ini untuk melakukan ‘sweeping’ atau disisir bagi mahluk gaib yang sering ‘menggangu’ para siswa.
Ketua Komite SMA Negeri 4, Djarusdin Sitio, Rabu (3/2) menjelaskan, rencana sweeping sudah dibahas pihaknya dengan para guru dan siswa.“Tujuannya jauh dari kepentingan politik, tetapi murni untuk menjaga situasi dan kondisi di lingkungan sekolah agar tetap aman dan kondusif,” jelasnya.
Menurutnya, peristiwa kerasukan yang terjadi terhadap para siswa dinilai meresahkan dan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi, maka akan dilakukan pembersihan lingkungan sekolah dari mahluk gaib.
Sitio juga menambahkan, sweeping dimaksud akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Dia juga mengaku sebelumnya pernah menjabat Ketua BP3 di SMA Negeri 4 Jalan Patimura, tidak ada menemukan kerasukan. Dia juga ada keheranan, adanya peristiwa kerasukan tersebut justru muncul setelah adanya wacana sekolah yang dulunya bangunan peninggalan Belanda tersebut akan diruislag. Dimana, dilahan sekolah tersebut direncanakan akan dibangun perhotelan dan pusat perbelanjaan.
Sementara itu, sejumlah siswa menyambut baik rencana “sweeping” dimaksud, dan siap untuk membantunya. Para siswa ini berharap dengan adanya sweeping terhadap mahluk gaib tersebut, tidak ada gangguan proses belajar mengajar. Terutama terhadap siswa/I kelas tiga yang akan mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) tanggal 3 Maret 2010 ini.
Adanya peristiwa kerasukan ini masih diperbincangkan siswa dan guru, karena sebelumnya langsung menyaksikan dan mendengar orang pintar berdialog dengan siswa yang dirasuki. Dimana, dari hasil dialog mahluk gaib tersebut ada menyatakan keberatan pohon beringin di samping aula sekolah ditebang. Sehingga, mereka terusik karena rumahnya diganggu manusia. Ini termasuk tempat para mahluk gaib di perpustakaan dan beberapa sudut lokasi sekolah.
Salah seorang warga, Samsudin Harahap yang berada di lokasi sekolah saat kesurupan tersebut mengatakan, setelah berhasil dikeluarkan dari tubuh siswa, mahluk gaib diminta tidak mengganggu lagi.
“Malah, ada yang dimasukkan dalam botol,” ucap Samsudin.
Sementara itu, salah seorang guru agama, A Nasution menyarankan agar para siswa tidak mudah percaya pada mahluk gaib, karena sudah mempunyai kehidupan lain seperti manusia. Karena, mahluk tersebut juga bisa berbohong. Misalnya, sebelum pohon beringin ditebang tahun 2009, peristiwa kerasukan sudah pernah terjadi.
“Untuk itu, siswa tidak perlu takut karena manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan paling sempurna adalah penguasa di muka bumi,’ ucapnya.(jansen)