Pemerintah Merumuskan Revitalisasi Kota Tua

Kamis, 16 Mei 2013 | 13:27:31
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah bersama pelaku industri dan masyarakat berkumpul dalam Workshop Kota Tua Jakarta untuk merumuskan rencana aksi revitalisasi kota tua untuk lima tahun ke depan.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan suatu yang konkrit berupa 'action plan' dalam lima tahun ke depan untuk program revitalisasi kota tua Jakarta," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu di Jakarta, Kamis 16 Mei 2013.

Mari ketika meresmikan Workshop Kota Tua Jakarta Dalam Rangka Penyusunan Action Plan Pengembangan Kota Tua Jakarta itu mengatakan, melalui kegiatan itu diharapkan ada masukan yang bermanfaat untuk mewujudkan sebuah rencana aksi yang diarahkan oleh UNWTO.

Pihaknya juga mengharapkan ada dukungan yang kontinyu dari UNWTO dan organisasi internasional lainnya untuk mendukung revitalisasi kawasan seluas 800 ha tersebut.

"Diharapkan pula dari acara ini nantinya dapat dijabarkan dalam sebuah Memorandum of Understanding antara Indonesia dengan UNWTO yang lebih spesifik untuk hal-hal yang lebih strategis," katanya.

Workshop itu merupakan tindak lanjut dari assesment yang telah dilakukan oleh UNWTO pada 18-20 Februari 2012 yang dilaksanakan oleh Director for Technical Cooperation and Service UNWTO Harsh Varma dan konsultan lembaga dunia tersebut Hans Carl Jacobsen.

Hans Varma pada kesempatan yang sama mengatakan salah satu yang direkomendasikan dalam assestment adalah penyusunan rencana aksi secara terpadu untuk kota tua.

"Assesment yang kami lakukan menyeluruh meliputi sejarah budaya hingga masyarakat sekitarnya," katanya.

Pihaknya belum merumuskan seberapa besar dana yang diperlukan untuk merevitalisasi Kota Tua Jakarta. Hasil studi UNWTO menunjukkan kepemilikan aset di kawasan kota tua sebanyak 48 persen di antaranya dikuasai BUMN, 50 persen swasta dan masyarakat dan dua persen sisanya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data itu hanya 42 persen gedung di Kota Tua yang digunakan, sisanya kosong atau rusak. Dan sebanyak 281 gedung di dalamnya yang terinventarisasi sebagai gedung cagar budaya.

Mari Elka Pangestu menyadari masih adanya kendala payung hukum untuk pengembangan Kota Tua Jakarta.

"Untuk quick win diperlukan ada satu pihak yang ditunjuk sebagai koordinator dari pengembangan Kota Tua supaya ada hasil positif dan menjadi katalis untuk daerah lain," katanya.

Ia menilai perlunya ada "calender of event" dan "event organizer" yang baik untuk menarik kembali orang datang ke Kota Tua berikut menghapus persepsi soal kawasan Kota Tua menjadi wilayah yang aman, bebas macet, nyaman, dan menarik.

"Saya ingin roh dan soul Kota Tua itu kembali, ini harapan saya sebagai Menteri maupun sebagai warga Jakarta," katanya.(ant)

BERITA LAINNYA
Akhir 2014, Pelni Buka Pelayaran Wisata
Jumat, 19 September 2014 | 07:49:01
Asita Sumut Dukung Penggabungan Airport Tax
Senin, 15 September 2014 | 20:00:40
Bupati Simalungun Buat Tandingan Festival Danau Toba?
Senin, 15 September 2014 | 19:58:35
Ini Alasan Investor Tak Mau Bangun Hotel di Pulau Weh
Senin, 15 September 2014 | 03:35:19
Samosir Buka Objek Wisata Baru
Sabtu, 13 September 2014 | 17:05:19
Turis Asing Ikut Ramaikan Pawai Budaya Sumut di Medan
Sabtu, 13 September 2014 | 04:57:34
Pemerintahan Jokowi Targetkan 20 Juta Wisman
Jumat, 12 September 2014 | 07:25:07
Pelaku Wisata Minta Bupati Samosir Gencar Promosi
Jumat, 12 September 2014 | 05:30:25
GaPBA Wakili Aceh di Kontes Batu Akik Nasional
Jumat, 12 September 2014 | 03:34:44
Revitalisasi Gedung Tua Utamakan Gedung Rusak
Kamis, 11 September 2014 | 14:58:20
Festival Danau Toba 2014 Gelar Ulos Terpanjang
Kamis, 11 September 2014 | 04:07:01
BERIKAN KOMENTAR
Top