Wisatawan Nusantara Perlu Digenjot

Sabtu, 8 September 2012 | 03:39:44
JAKARTA (EKSPOSnews): Pengamat ekonomi Centre For Strategic and International Studies (CSIS) Pande Raja Silalahi mengatakan wisatawan nusantara berpotensi untuk menambah pendapatan negara karena meningkatnya jumlah kunjungannya ke tempat-tempat wisata dalam negeri.

"Saya rasa potensial karena kunjungan wisnus (wisatawan nusantara -red) lebih banyak dari kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman," kata Pande saat dihubungi di Jakarta, Jumat 7 September 2012.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), potensi wisnus menyumbang lebih dari dua kali lipat perolehan devisa wisman, yakni perolehan devisa wisman 2011 mencapai 8,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp80 triliun, sementara total pengeluaran wisnus mencapai Rp156,89 triliun.

Menurut dia, kenaikan kunjungan tersebut juga didorong pertumbuhan ekonomi yang sedang membaik yang berdampak pada bertambahnya kalangan kelas menengah.

"Pendapatan mereka juga naik, sehingga kebutuhan primer mereka telah terpenuhi," katanya.

Pande menilai jika kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi, masyarakat akan beralih memenuhi kebutuhan tersier, seperti berwisata.

"Namun, wisata juga telah menjadi kebutuhan yang wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia," katanya.

Dia mengatakan fenomena demikian seharusnya bisa dimanfaatkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata sebagai peluang bisnisnya.

"Masih banyak perusahan-perusahaan tersebut yang belum bisa mengembangkan promosi-promosi ke wisatawan," katanya.

Kemenparekraf mencatat jumlah pengunjung ke tempat-tempat wisata seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan dan Taman Safari pada libur Lebaran 2012 mengalami kenaikan yang signifikan yakni sebesar 25 persen dari 2011.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan kenaikan tersebut mencerminkan pasar dalam negeri masih tumbuh dengan baik di tengah perlambatan perekonomian dunia akibat krisis Eropa.

"Peningkatan ini mengimbangi penurunan dari kunjungan wisman," katannya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisman yang datang pada bulan Juli 2012 mengalami penurunan hingga 5,94 persen dari 745.451 menjadi 701.200 kunjungan.

"Peningkatan kunjungan wisnus juga akan menggerakkan perekonomian yang terkait dengan pariwisata maupun ekonomi kreatif," katanya.

Mari optimistis target wisnus pada tahun ini tercapai, yaitu sebanyak 245 juta perjalanan dan total pengeluaran Rp171,5 triliun.(antara)

BERITA LAINNYA
Gua Maria Nan Elok dan Memesona
Rabu, 17 Desember 2014 | 14:07:28
Menteri Singapura Tertarik dengan Potensi Wisata Aceh
Kamis, 27 November 2014 | 15:28:01
Danau Toba Berpotensi Menjadi Geopark Global Network
Kamis, 27 November 2014 | 04:43:51
AKR Dorong Pariwisata Sulut
Senin, 24 November 2014 | 06:33:34
Sanger, Minuman Favorit di Aceh Selain Kopi
Sabtu, 22 November 2014 | 04:11:17
AirAsia Dorong Pertumbuhan Pariwisata di Asean
Jumat, 21 November 2014 | 17:35:41
Dalang Cilik Indonesia Pukau Publik Finlandia
Sabtu, 15 November 2014 | 09:20:44
Garuda Kampanye Pariwisata
Kamis, 13 November 2014 | 10:02:07
BERIKAN KOMENTAR
Top