• Home
  • Pariwisata
  • Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Objek Wisata Pura Tanah Lot

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Objek Wisata Pura Tanah Lot

Minggu, 1 April 2012 | 07:22:54
NET
Objek Wisata Pura Tanah Lot
Berita Terkait:
DENPASAR(EKSPOSnews): Universitas Warmadewa (Unwar) bekerja sama dengan PT Tirta Investama Tbk melakukan pendampingan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di objek wisata Pura Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali.

"Pendampingan tersebut dilakukan dengan alasan ada tiga permasalahaan yang saat ini dihadapi objek wisata tersebut, yaitu kesadaran masyarakat, institusional dan konstitusional dalam pengelolaan sampah," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unwar Denpasar Dr Anak Agung Gede Oka Wisnumurti di Denpasar, Sabtu, 31 Maret 2012.

Pada acara pertemuan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan media massa itu, ia mengatakan, kerja sama pendampingan tersebut dilakukan selama tiga tahun dalam upaya menjaga lingkungan di kawasan objek wisata tersebut tetap lestari.

"Alasan dari Unwar melakukan pengabdian masyarakat di objek wisata Tanah Lot, karena lokasi ini menjadi objek wisata andalan utama Pulau Dewata," katanya.

Ia mengatakan, pada pendampingan ini pihaknya melakukan berbagai langkah untuk mengatasi sampah di kawasan tersebut, baik sampah organik dan anorganik yang dibuang oleh wisatawan termasuk sampah yang dihasilkan oleh restoran sekitar daerah itu.

"Saat ini sudah ada lembaga swadaya masyarakat yang mengelola sampah. Namun sampah yang dikelola menjadi pupuk organik belum sepenuhnya mampu bisa dipasarkan," ucap mantan aktivis Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah-Indonesia) itu.

Dikatakan, perhatian pemerintah, desa adat terhadap kebersihan di objek wisata itu sudah cukup baik, tetapi dalam pengelolaan sampah masih memerlukan kesadaran dari berbagai pihak.

"Dari permasalahan inilah dibutuhkan suatu sinergisitas untuk membangkitkan kesadaran warga maupun wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Berkelanjutan PT Tirta Investama Sony R Sukada mengatakan, pihaknya sangat konsisten terhadap lingkungan, karena sumber air baku dari alam, maka dari itu lingkungan harus tetap dijaga dan dilestarikan.

"Mata air berasal dari pengunungan karena adanya hutan dan lingkungan yang lestari. Jika lingkungan dihulu rusak maka sumber air tidak lagi akan jernih dan sehat," katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya telah memiliki perencanaan yang matang dalam perusahaan yang bergerak dalam pengemasan air bersih (Aqua), dimana perusahaan tidak saja bertanggung jawab pada produksi saja tetapi sampai limbah terakhir sudah direncanakan untuk dikelola.

"Perusahaan kami sangat peduli dengan lingkungan, termasuk juga disekitar mata air yang selama ini menjadi bahan baku untuk mengkemas air meneral tersebut. Di antaranya melalui program bina lingkungan, seperti sekitar daerah tersebut dianjurkan maupun didorong para petani menggunakan pupuk organik," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Komang Eliyono dari LSM Desa Beraban, Kabupaten Tabanan, bahwa dalam pengelolaan sampah dikawasan tersebut masih perlu ditingkatkan, seperti sampah batok kelapa muda.

"Batok kelapa muda tersebut saat ini sulit dikelola, bahkan jumlahnya cukup banyak. Oleh karena itu perlu sentuhan teknologi sehingga mampu bernilai ekonomis. Kami minta juga bantuan dari pihak PT Tirta Investasi mencarikan solusi mengatasi sampah tersebut," katanya.(antara)

BERITA LAINNYA
Padangpariaman Gelar Pacu Kuda Tradisional
Sabtu, 1 November 2014 | 06:29:50
Duh, di Pulau Rubiah Sabang Tak Ada Listrik
Jumat, 31 Oktober 2014 | 04:43:04
Bali, Pulau Terindah Ke-17 di Dunia
Senin, 27 Oktober 2014 | 16:07:08
Desa Wisata Harus Mampu Gaet Wisman
Minggu, 26 Oktober 2014 | 08:53:11
Tragedi Tsunami Aceh Jadi Wisata Mendunia
Jumat, 24 Oktober 2014 | 16:45:07
Aceh Berupaya Bangun Pariwisata
Jumat, 24 Oktober 2014 | 15:32:15
Warga Nusa Dua Diminta Jaga Budaya Lokal
Kamis, 23 Oktober 2014 | 11:17:13
Retribusi Restoran di Bangka Ditetapkan 10 Persen
Selasa, 21 Oktober 2014 | 10:45:46
Gubernur Optimis dengan Perkembangan Wisata Sumbar
Senin, 20 Oktober 2014 | 13:26:17
Makanan Gratis di Bundaran HI Ludes
Senin, 20 Oktober 2014 | 13:03:12
BERIKAN KOMENTAR
Top