- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Wisata Satwa Liar di Bengkulu
BENGKULU (EKSPOSnews): Provinsi Bengkulu memiliki potensi wisata satwa liar dan habitatnya di kawasan hutan hujan tropis Sumatra yang belum digarap dengan optimal.
"Sebenarnya Bengkulu memiliki potensi wisata satwa liar dan hutan hujan tropis yang eksotis untuk wisata alam, hanya saja belum dikembangkan," kata pemilik biro perjalanan wisata Alesha, Krishna Gawaman di Bengkulu, Jumat 3 Februari 2012. Menurutnya, keberadaan Pusat Konservasi Gajah (PKG) di Seblat, Bengkulu Utara sangat berpotensi untuk mendukung pengembangan pariwisata minat khusus menjelajahi hutan tropis. Namun, ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan menuju wilayah itu sangat memprihatinkan. "Secara umum, akses jalan menuju objek wisata di hampir seluruh wilayah di Bengkulu memang sangat memprihatinkan, rusak parah," katanya. Padahal, kondisi infrastruktur yang memadai sangat mempengaruhi penjualan paket wisata, termasuk wisata minat khusus. Sebelumnya Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Amon Zamora mengatakan kawasan hutan Provinsi Bengkulu memiliki keanekaragaman satwa liar yang tinggi yang dapat dijadikan kawasan wisata safari. "Potensinya tinggi karena dalam "the ecotourism society" pada 1998 menyebutkan bahwa sekitar 40 persen hingga 60 persen wisatawan internasional menggemari wisata alam," katanya. Sedangkan 20 hingga 40 persen lainnya merupakan penikmat kehidupan alam liar atau "wildlife ecotourism". Kawasan hutan Bengkulu kata dia memiliki potensi untuk wisata kehidupan alam liar tersebut sebab berbagai jenis satwa liar masih dapat ditemui di habitat aslinya. Jenis-jenis satwa liar yang sering ditemui berdasarkan perjumpaan langsung, jejak, kotoran, bekas cakar dan tempat makan dalam kawasan hutan antara lain gajah, harimau, tapir, lutung, siamang, beruk, simpai, beruang madu. Ditemukan juga monyet ekor panjang, rusa, kijang, kancil, musang, biawak, trenggiling, kura-kura, berbagai jenis ular, burung rangkong, burung elang, burung gagak dan murai batu. Beberapa satwa liar sebagai spesies kunci berdasarkan tingkat endemista dan kelangkaan di Provinsi Bengkulu antara lain gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus), harimau sumatra (Phantera tigris sumatrae) beruang madu (Helarctos malayanus) dan siamang (Hylobates sindactylus). "Ditambah lagi keanekaragaman jenis burung yang mencapai 106 spesies dengan indeks keragaman jenis burung sebesar 4,2584 yang menunjukkan keanekaragaman sangat tinggi. Amon mengatakan secara umum potensi dan sebaran satwa liar berada di semua kawasan hutan di Provinsi Bengkulu, yaitu kawasan hutan konservasi, kawasan hutan lindung dan kawasan hutan produksi. Dari luas kawasan hutan Bengkulu yang mencapai 920.964 hektare, luas kawasan konservasi mencapai 451.747 hektare yang terdiri dari kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam yang meliputi taman nasional, taman wisata alam, tanam hutan raya, taman buru, dan cagar alam serta hutan fungsi khusus Pusat Latihan Gajah. "Kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai KSDA seluas 45.345 hektare," katanya. Kawasan hutan yang dikelola BKSDA tersebut yakni kawasan suaka alam berupa cagar alam seluas 6.722 hektare yang tersebar di 25 lokasi di Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara, Muko Muko, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kota Bengkulu. Terdapat juga kawasan pelestarian alam berupa taman wisata alam seluas 14.960 hektare yang tersebar di lima lokasi yakni Kabupaten Muko Muko, Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Selatan dan Kota Bengkulu. "Ditambah dua taman buru seluas 16.797 hektare di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara dan Seluma," katanya. Sedangkan hutan fungsi khusus Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat di Kabupaten Bengkulu Utara dan Muko Muko seluas 6.865 hektare.(antara)
BERITA TERKAIT:
|