- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Suasana Imlek Masih Terasa di Dumai
DUMAI (EKSPOSnews): Suasana Imlek masih terasa di sebagian kawasan Kota Dumai, Provinsi Riau, dengan masih cukup banyaknya warga keturunan Tionghoa datang ke klenteng untuk bersembahyang.
Ketua Panitia Hari Raya Imlek Kota Dumai Acong mengatakan beragam atraksi dan hiburan telah digelar sehubungan perayaan Tahun Baru Imlek 2563 di Kota Dumai. Atraksi dan hiburan itu "dinikmati" tak saja oleh warga keturunan Tionghoa, tetapi juga menghibur warga berbagai latar belakang etnis di 'kota minyak' itu. "Terlebih ketika pada malam puncak perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Hok Liong Kiong, kami menggelar atraksi hiburan menampilkan artis asal Taiwan, juga tarian barongsai," katanya di Dumai, Senin 30 Januari 2012. Ia mengatakan, kegiatan hiburan kolosal yang menghimpun seluruh warga, merupakan kontribusi untuk semakin memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman atau kebinekaan. Apalagi, menurut dia, dari atraksi dan hiburan terkait perayaan hari besar kegamaan ini, memberi peluang pula kepada sektor usaha menengah dan kecil (UMK) untuk mendirikan tempat jajanan dan kuliner serta penjualan pernak-pernik asesoris. Ritual khusus Tahun Baru Imlek 2563 telah berlangsung di Klenteng Hok Liong Kiong, Jalan Kelakap Tujuh, Kota Dumai, namun hiburan perayaan masih berlangsung hingga kini. "Puncaknya memang sudah terjadi pada hari Kamis (27/1) malam lalu yang dipadati ribuan pengunjung etnik keturunan Tionghoa dan masyarakat umum setempat, saat penampilan banyak atraksi, musik dan lagu dari artis Taiwan," tuturnya. Dari pantauan lapangan, kemeriahan suasana Imlek ketika itu tampak hampir di semua lingkungan klenteng oleh kaum keturunan, baik dewasa, remaja dan anak-anak. Pengunjung masyarakat umum juga tak kalah banyaknya untuk menyaksikan berbagai hiburan dan artis yang menghibur. Di sisi depan klenteng, pengunjung sudah dihibur dengan atraksi barongsai naga air dan singa dengan iringan musik khas. Sementara memasuki rumah ibadah umat Konghucu tersebut, bau khas asap upacara ritual sembahyang bakar kertas sangat kental tercium di seantero lingkungan klenteng. Kini, suasana Imlek masih terasa karena banyak warga Tionghoa terus berdatangan untuk bersembahyang di dalam klenteng yang dilengkapi aneka sarana peribadatan serta patung-patung pemujaan berbagai ukuran. Di sepanjang areal halaman belakang klenteng ini selalu saja digelar pertunjukan atau hiburan gratis bagi masyarakat. Di sekitar itu pula tampak pedagang dadakan yang menjual beraneka ragam jenis kuliner dan jajajan serta permainan anak-anak ciri khas Imlek dan pernak-pernik benda seni bernuansa Tionghoa. "Khusus pada malam puncak perayaan Kamis lalu, diperkirakan jumlah pengunjung yang hadir berkisar 10.000 orang. Selain itu, sebagai tamu kehormatan, diundang juga Wali Kota Khairul Anwar bersama Ketua DPRD dan sejumlah pejabat," katanya. Dikatakan, pihaknya akan terus menyuguhkan kemeriahan sebagai ungkapan syukur memasuki tahun baru ini. "Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diperuntukkan bagi seluruh umat Konghucu dan masyarakat umum di Dumai yang ingin bersukacita pada hari Imlek ini," kata Acong.(antara)
BERITA TERKAIT:
|