- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Bali Rombak dan Tata Pasar Tradisional di Objek Wisata Pantai Sanur
NET
Pantai SanurDENPASAR(EKSPOSnews): Pasar tradisional Desa Intaran, Kota Denpasar, akan dilakukan penataan
dan perbaikan karena pasar di areal objek wisata Pantai Sanur tersebut
sudah tidak mampu lagi menampung para pedagang.
"Keberadaan pasar tradisional yang dibangun sejak delapan tahun lalu keberadaannya kurang memadai terutama menyangkut daya tampung, di samping juga membuat kemacetan lalu lintas. Kalau ini dibiarkan, akan berdampak buruk terhadap kunjungan wisatawan di Sanur," kata Bendesa (Kepala Desa Adat) Intaran, Anak Agung Kompyang Raka, di Denpasar, Selasa, 17 Januari 2012. Pada acara tatap muka dengan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Dharmawijaya Mantra itu, dia menyampaikan keinginannya untuk merombak pasar Intaran setelah terlebih dahulu membuat kesepakatan antarprajuru atau perangkat desa adat. Untuk persiapan pembongkaran sekaligus relokasi para pedagang tersebut, menurut Kompyang Raka, pihaknya sudah mendapatkan lahan untuk penampungan sementara. "Nantinya pasar tradisional Intaran akan dirancang lebih luas lagi dengan penataan bangunan yang disesuaikan dengan peruntukannya. Bahkan juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang memadai, seperti alat pemadam, saluran air, dan lainnya sehingga terjamin dari sisi keamanan, keselamatan, kenyamanan, maupun kebersihannya," katanya. Menurut dia, gagasan untuk perbaikan pasar itu adalah sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Denpasar untuk merevitalisasi pasar-pasar tradisional yang ada. Kompyang Raka menjelaskan bahwa pasar yang dulunya dikelola oleh Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), kini berdasarkan kesepakatan akhirnya Desa Intaran diberi peluang untuk mengelolanya sendiri. "Bagi kami ini merupakan kesempatan untuk mengabdi dengan berupaya mengelola pasar dengan baik bersama para prajuru yang ada di desanya," ucapnya. Sementara itu, Wali Kota IB Dharmawijaya Mantra menyambut baik keinginan para pengurus Desa Intaran. Ia juga berjanji akan berusaha membantu pendanaan dalam pembangunan sesuai kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah kota. Rai Mantra menyarankan agar dalam perencanaan pembangunan perbaikan pasar itu tidak melupakan penataan saluran air. Apabila sudah memiliki saluran drainase atau gorong-gorong yang baik dan lancar akan mengurangi kekumuhan, karena tidak ada air yang tergenang yang memungkinkan lalat untuk datang akibat bau yang menyengat. Selain itu, kata dia, terhadap pedagang yang menggunakan rombong kalau bisa diatur agar tidak keluar-masuk, misalnya diatur agar permanen ditempatnya seperti di Pasar Kreneng. Disamping tetap memberi kesempatan kepada para pedagang perlengkapan upacara agama, seperti canang agar bisa diberi akses dari pagi hingga sore hari. "Kami mohon memperhatikan lingkungan yang bersih dengan membuat drainase dan memberikan peluang kepada pedagang perlengkapan upacara agama, seperti pedagang canang sari," katanyaa.(antara)
BERITA TERKAIT:
|