Wisatawan Minati Festival Watu Pinawetengan

Jumat, 8 Juli 2011 | 07:10:59
NET
Festival Watu Pinawetengan
MINAHASA(EKSPOSnews): Pelaksanaan festival Watu Pinawetengan yang digelar Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara, akan berdampak positif bagi pembangunan pariwisata di daerah itu.

Pengamat Ekonomi Sulawesi Utara (Sulut), Prof DR Octavianus Rondonuwu MEc, di Minahasa Kamis 7 Juli 2011 mengatakan, kegiatan itu dapat menarik wisatawan manca negara maupun domestik untuk datang ke daerah tersebut.

"Sebab melalui pagelaran tersebut, ditampilkan berbagai seni budaya daerah yang menjadi potensi pariwisata," kata Rondonuwu di sela-sela festival Watu Pinawetengan.

Kegiatan festival yang dilaksanakan di Kecamatan Tompaso, Minahasa tersebut antara lain menampilkan pagelaran upacara adat Watu Pinawetengan, Watu Tumotowa, pawai budaya dan gelar seni pertunjukkan.

Octavianus Rondonuwu juga Mantan Rektor Universitas Kristen Tomohon itu mengatakan, kegiatan itu dapat dijadikan suatu paket kunjungan wisatawan saat datang ke Sulut.

Sebab selain wisatawan dapat menyaksikan festival tersebut, juga bisa melihat potensi wisata lainnya seperti museum Watu Pinawetangan di kompleks Yayasan Seni Budaya Sulawesi Utara serta mengunjungi obyek wisata religius Bukit Kasih di Desa Kanonang, Minahasa.

"Sehingga ini dapat menjadi pusat pariwisata Sulut," kata Rondonuwu.

Menurut Rondonuwu, namun, pemerintah perlu membenahi infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pariwisata tersebut, seperti sarana jalan diperlebar.

"Dengan infrastruktur mendukung, akan mendongkrak kunjungan wisatawan yang imbasnya bukan saja bagi daerah tetapi secara nasional," katanya.

Dia menambahkan, selain bagi pariwisata, festival itu juga akan memberikan dampak bagi pelestarian kesenian dan budaya yang dimiliki Minahasa.

Mantan Rektor IKIP Manado, Prof DR AE Sinolungan SH mengatakan, kegiatan itu dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara dan domestik.

"Pada festival itu ditampilkan berbagai seni budaya khas yang dimiliki daerah tersebut, sehingga akan menarik wisatawan datang untuk melihat," kata Sinolungan.

Menurut Sinolungan, festival itu juga akan memacu kebangkitan seni budaya Sulut yang hampir hilang untuk dilestarikan.

"Kegiatan ini akan memberikan wawasan serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda," kata Sinolungan.

Pada pagelaran tersebut dilakukan berbagai atraksi seperti dialog budaya, pawai budaya dengan menampilkan kabesaran berkuda, musik bambu melulu, musik bambu klarinet, tari jajar, tari maengket, musik bia dan musik kolintang.

Serta juga ditampilkan kain tenun terpanjang didunia dengan panjang 101 meter tidak pernah putus yang mendapatkan 'guinnes book of record' pada tahun 2010.(an)

BERITA LAINNYA
Asita Sumut Dukung Penggabungan Airport Tax
Senin, 15 September 2014 | 20:00:40
Bupati Simalungun Buat Tandingan Festival Danau Toba?
Senin, 15 September 2014 | 19:58:35
Ini Alasan Investor Tak Mau Bangun Hotel di Pulau Weh
Senin, 15 September 2014 | 03:35:19
Samosir Buka Objek Wisata Baru
Sabtu, 13 September 2014 | 17:05:19
Turis Asing Ikut Ramaikan Pawai Budaya Sumut di Medan
Sabtu, 13 September 2014 | 04:57:34
Pemerintahan Jokowi Targetkan 20 Juta Wisman
Jumat, 12 September 2014 | 07:25:07
Pelaku Wisata Minta Bupati Samosir Gencar Promosi
Jumat, 12 September 2014 | 05:30:25
GaPBA Wakili Aceh di Kontes Batu Akik Nasional
Jumat, 12 September 2014 | 03:34:44
Revitalisasi Gedung Tua Utamakan Gedung Rusak
Kamis, 11 September 2014 | 14:58:20
Festival Danau Toba 2014 Gelar Ulos Terpanjang
Kamis, 11 September 2014 | 04:07:01
Wisata Lintas Alam di Bangka Barat
Selasa, 9 September 2014 | 20:21:14
BERIKAN KOMENTAR
Top