- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Hanya 10 Persen Wisatawan Bali Lanjut ke Lombok
NET/DOK
LombokDENPASAR (EKSPOSnews): Minat wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk melanjutkan perjalanan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, semakin minim, antara lain karena kurang adanya jaminan keamanan dan kenyamanan.
"Dari ratusan wisatawan, baik domestik maupun asing yang kami tangani, hanya sekitar sepuluh persennya ke Lombok, terbanyak memilih melanjutkan perjalanan ke Komodo melalui Bandara Labuan Bajo," kata Director of Sales & Marketing Bali Impressions Wayan Suena, Minggu, 13 Maret 2011. Ketika ditemui dalam suatu acara di Kuta, diingatkan faktor keamanan dan kenyamanan menjadi hal utama dalam menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Sementara selama ini, wisatawan dari Bali yang melanjutkan perjalanan ke Lombok, sering kali tidak mendapatkan jaminan untuk kedua hal tersebut. "Sejak kedatangan, menginap di hotel, jalan-jalan ke obyek wisata, berbelanja, turis seringkali mendapat pengalaman yang membuat dirinya merasa tidak aman, apalagi nyaman," ucap Wayan Suena yang juga kelahiran Lombok. Pria yang sempat membuka usaha di Lombok namun gagal dan kini bisnisnya di bidang jasa pariwisata di Bali sedang menanjak itu, memberi contoh pengalaman wisatawan yang menjadi rebutan para penyedia jasa sarana angkutan. "Ketika wisatawan ditarik-tarik, menjadi rebutan penyedia jasa angkutan, baik saat tiba di bandara maupun ketika turun dari kapal di Pelabuhan Lembar, maka mereka mulai kehilangan merasa tidak aman," kata Wayan Suena yang juga mengelola usaha hotel dan vila di Bali. Demikian pula saat berada di dermaga kapal motor di kawasan Senggigi, baik untuk menuju maupun sekembali dari Gili Trawangan dan didesak-desak oleh banyak orang penyedia jasa angkutan, semakin menambah rasa tidak aman, apalagi nyaman. Menurut Wayan Suaena, wisatawan juga tidak jarang kemudian melapor kecurian atau kecopetan, baik saat menjadi rebutan para penyedia jasa angkutan maupun ketika meninggalkan harta bendanya di hotel. Berdasarkan pengalaman tersebut, dia berharap pemerintah di Lombok, termasuk aparat keamanan, dapat memperbaiki citra tersebut dengan meningkatkan penjagaan keamanan maupun pengaturan di pusat-pusat keberadaan turis. Selain itu, pemerintah setempat diharapkan juga memperhatikan pembangunan budaya sumber daya manusia menuju masyarakat yang "welcome" terhadap dunia turisme. "Pembangunan bandara internasional di Lombok tentunya bertujuan meningkatkan potensi pariwisata setempat. Oleh karena itu perlu disertai pembangunan budaya masyarakat yang menjiwai perilaku yang bisa membuat tamu merasa senang, aman dan nyaman," tambahnya. Hal senada disampaikan oleh Managing Director PT Bali Harapan Udaya Wisata, Junaidi Januar, yang berharap pemerintah dan masyarakat Lombok tidak menyia-nyiakan kedekatan lokasi dengan pasar wisata Bali. "Lombok seharusnya mendapat kunjungan terbanyak wisatawan yang ke Bali. Tetapi kini justru lebih banyak yang memilih ke Komodo, Manado, Makassar dan daerah kawasan timur lainnya," ujarnya.(an)
BERITA TERKAIT:
|