- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Memancing di Pulau Berhala
blogspot.com
Pulau BerhalaMEDAN (EKSPOSnews): Perairan Berhala kini menjadi salah satu pilihan favorit para penggila mancing, karena pulau yang terletak di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara itu selain memiliki keindahan juga hadirnya ikan giant travelly (GT) di kawasan lautnya.
Selain bisa menikmati keindahan pantainya, para pemancing juga bisa memuaskan hobinya berburu ikan giant trevally (GT) berukuran besar yang akrab mereka sebut monster. Pulau Berhala terletak di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, tepatnya di kawasan Selat Malaka, merupakan pulau terluar nusantara. Untuk menjaga agar nasibnya tidak seperti Pulau Sipadan dan Ligitan, TNI AL menempatkan pasukan elit marinir dalam satuan tugas (Satgas) pulau itu. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai belakangan juga gencar mempromosikan pulau terdepan Indonesia ini sebagai daerah wisata. Untuk mendukung rencana itu, dibangun dermaga dan fasilitas pendukung lainnya. Banyak orang berkeinginan mengunjungi Pulau Berhala. Soalnya di antara mereka yang sudah berkunjung ke pulau ini begitu antusias menceritakan keindahan alamnya. Irwan Y Arifin, yang menjadi pelopor Masyarakat Pemancing Persahabatan Internasional Asia (MAPPIA), mengaku menjadikan Pulau Berhala sebagai lokasi wajib dikunjungi. Irwan bertutur, untuk mencapai kawasan itu, perjalanan dimulai dari Medan, menuju Pagurawan, Serdang Bedagai yang ditempuh sekitar dua jam perjalanan dengan mobil. Saat dalam perjalanan Tim MAPPIA yang terdiri 15 orang, dari dermaga Pagurawan ia ditemani personil marinir unit tugas keamanan laut Pulau Berhala. Tim bertolak menggunakan kapal Patroli Pulau Brayan. Sementara dua kapal nelayan yang disewa berangkat lebih dulu. Berebut mancing Memasuki kawasan Pantai Pulau Berhala, anggota tim pemancing nampak mulai tak sabar. Mereka tergesa-gesa mempersiapkan peralatan dan memasang poper (umpan berbentuk ikan terbuat dari sejenis kayu) untuk menarik perhatian monster. Poper digunakan sebagai umpan untuk teknik memancing yang disebut popping. "Kita coba dulu di sini," kata Irwan mengajak rekan-rekan sesama pemancing untuk menjajal satu sudut kawasan Pantai Pulau berhala. Dia lalu minta tekong mengatur kecepatan kapal. Kawasan perairan Pulau Berhala, memang, dikenal kaya dengan ikan jenis GT. Ikan perantau berukuran besar ini mendapat julukan monster dari para pemancing karena punya tarikan sangat keras. Tidak heran jika GT menjadi buruan di samping ikan marlin atau barakuda karena mampu memacu adrenalin pemancing. Tidak butuh waktu lama, untuk menikmati strike (sambaran). Hanya dengan beberapa kali lemparan, poper Suherman, salah seorang anggota MAPPIA disambar monster. Saling tarik terjadi karena ikan GT dikenal tidak mudah menyerah. Sekuat tenaga pengusaha yang hobi mancing ini mencoba menaklukan perlawanan ikan. Beruntung akhirnya Suherman sukses memenangkan pertarungan, seekor ikan GT seberat sekitar 4 kilogram berhasil diangkat. Berikutnya giliran Mr Billy, panggilan akrab Billy, yang harus susah payah bertarung dengan tarikan GT. Bahkan pemuda ini terpaksa meminta bantuan beberapa temannya untuk menahan agar tidak terjatuh dari atas kapal. Cukup lama pertarungan terjadi, namun Billy akhirnya mampu mengangkat ikan GT seberat 8 kilo lebih. "Gila tarikannya luar biasa," kata Billy sembari mencoba mengatur nafas, jalannya sedikit terpincang karena kakinya sempat tergelincir saat mempertahankan joran. Sukses menarik ikan monster dari kawasan pantai Pulau Berhala, kapal diputuskan mendarat ke dermaga.Matahari mulai beranjak ke kaki langit saat tiba di pantai yang berpasir putih.Batu-batu besar yang oleh proses alam membentuk pola yang tampak indah dipandang menjadi pelindung pantai dari gempuran ombak. Air di tepian pantai yang mulai surut memancarkan warna hijau keperakan diterpa cahaya matahari sore itu. Berbagai jenis ikan hias yang berkejaran bebas di sela karang menjadi pemandangan lain yang bisa dinikmati mata telanjang dari atas dermaga. Pulau Berhala sebenarnya merupakan kawasan yang terdiri dari tiga pulau, satu pulau induk dan dua pulau kecil. Pulau induk yang menjadi lokasi penginapan bagi anggota Satgas dan menara suar memiliki hutan tropis cukup lebat. Di pulau seluas sekitar 42 ribu meter persegi ini tumbuh pohon-pohon besar seperti Rengat, Jeluntung, dan Meranti. Di pulau ini juga terdapat penangkaran penyu yang dikelola para tentara.Ada ratusan anak penyu yang dipelihara.Pantai Pulau Berhala memang menjadi persinggahan penyu saat musim bertelur tiba. Dan semua kekayaan alam yang terlihat itu semakin meyakinkanku akan kata-kata seorang teman. "Inilah negara yang diberkahi". Saat menikmati keindahan dan kekayaan Pulau Berhala, kita akan tersadar, betapa beruntungnya lahir di Indonesia. Rasanya masih baru perburuan monster dimulai. Tapi ternyata matahari sudah mulai menapaki kaki langit. Waktunya mengakhiri perburuan monster Pulau Berhala. Hasil perburuan kali ini cukup lumayan, ada 11 monster berukuran besar yang berhasil ditangkap. Pulau yang diberkahi dengan hutan tropis dan perairan yang kaya terumbu karang ini terlalu sayang untuk dibiarkan rusak. Rasanya akan sangat berdosa jika sampai keindahan Pulau Berhala dan para monster penghuninya hanya menyisakan legenda. Bagaimanapun keindahan dan keasyikan berburu monster Pulau Berhala membuat para pemancing untuk berharap kembali memancing berulangkali. (ant)
BERITA TERKAIT:
|