- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Rekreasi Sambil Memancing
Ilustrasi
JAYAPURA (EKSPOSnews): Banyak warga yang memilih rekreasi di pemancingan yang terletak di Koya, Distrik Muaratami, Jayapura pada setiap akhir pekan.
"Saya ingin manfaatkan libur akhir pekan bersama keluarga terutama bagi anak-anak yang memiliki hobi memancing," kata salah seorang pengunjung, Nur Fatmawati, di Jayapura, Minggu (28/3). Sementara pengunjung lainya Surtiono, mengatakan memilih pemancingan sebagai tempat berlibur akhir pekan karena dinilai sangat praktis. Menurut dia, berlibur ke pemancingan bersama keluarga sangat ekonomis karena tidak dikenakan biaya masuk dan parkir, pengunjung hanya dikenakan biaya umpan dan jumlah tanggkapan ikan saja, dimana untuk umpan pelet seharga Rp3 ribu dan ikan Rp23.000 /kg. "Walaupun lokasinya jauh, memancing sudah menjadi jadwal tetap saya dan keluarga, selain murah tempatnya juga sangat nyaman," ujarnya. Meningkatnya jumlah pengunjung, diakui pemilik pemancingan "Telaga Biru", H Sartono Abdi yang mengungkap, setiap akhir pekan pengunjung memadati lokasi itu sejak pagi hingga sore hari. "Dalam sehari ratusan umpan pelet yang saya jual ke pengunjung selalu habis," tandasnya. Meningkatnya pengunjung tidak hanya membawa keuntungan bagi pemilik pemancingan, namun berkah juga dirasakan Anton, salah seorang tukang ojek yang sehari-harinya mangkal di lokasi tersebut. Dia katakan, setiap ada libur banyak warga yang datang untuk memancing dan berbelanja di pasar tradisional Koya. "Pengunjung biasanya memakai jasa ojek untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga di pasar yang terletak tidak begitu jauh dari lokasi pemancingan," katanya. Mengenai tarif ojek, ujar Asep, sekali jalan saya penumpang dikenakan biaya Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. "Semuanya tergantung jarak," tambahnya. Lokasi pemancingan yang nyaman dan ekonomis membuat para pengunjung yang datang menjadi betah dan serasa enggan untuk beranjak meninggalkan lokasi tersebut. Hal itu dapat terlihat dari penuhnya gubuk-gubuk yang disediakan pemilik pemancingan. (ant)
BERITA TERKAIT:
|