JAKARTA (EKSPOSnews): Industri pariwisata DKI Jakarta masih harus banyak belajar lagi untuk meningkatkan kualitasnya. Sebab jika dibandingkan dengan industri pariwisata di luar negeri jelas jauh tertinggal, seperti Kuala Lumpur, Sidney, atau Bangkok.
Umumnya, industri wisata di DKI Jakarta relatif masih kurang berorientasi pada pasar sehingga kurang memiliki daya saing. Industri pariwisata yang perlu ditingkatkan daya saingnya adalah sektor Biro Perjalanan Wisata (BPW).
Dari 1.800 BPW yang terdapat di DKI, baru sekitar separuhnya yang memiliki posisi tawar bagus dengan mitranya di dalam dan luar negeri. Pemprov DKI sangat berkepentingan untuk mendorong kemajuan BPW. Salah satunya dengan mengundang para pengusaha BPW dalam kegiatan Investor Gathering.
Hal itu diungkapkan oleh Agus Samiadji, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.
Agus menyebutkan dalam upaya membantu meningkatkan daya saing para pengusaha industri BPW, Pemprov DKI melakukan berbagai pembinaan. Di antaranya dalam bidang teknis, pemberian Izin Tetap Usaha Pariwisata (ITUP), Izin Sementara Usaha Pariwisata (ISUP) dan daftar ulang, pengendalian dan pengawasan, pemberian penghargaan sekaligus memberikan sanksi bagi yang melakukan pelanggaran. Selain itu, memfasilitasi para pengusaha biro untuk melakukan promosi, baik di dalam maupun di luar negeri.
Asisten Perekonomian DKI Jakarta Mara Oloan Siregar menjelaskan pembinaan kepada industri yang ada di Jakarta memang menjadi salah satu tugas Pemprov DKI, tidak terkecuali industri pariwisata.
Sejauh ini Pemprov berusaha untuk menjadi mitra bagi kalangan industri, dengan memberikan berbagai kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi kalangan industri dalam melakukan kegiatannya.
Indikasi Pemprov DKI sebagai mitra bagi dunia industri adalah berbagai kemudahan dalam mengurus perizinan usaha bagi para pengusaha atau investor, saat ini hanya melewati satu pintu saja, yakni melalui Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP).(vn)