- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pengabdian Terakhir Dewaruci
Medio Januari peran layar kembali berkumandang dari kapal layar latih taruna TNI Angkatan Laut KRI Dewaruci di Dermaga Ujung Surabaya, Sabtu, menandai dimulainya pelayaran "Kartika Jala Krida" 2012.
Setelah melalui rangkaian upacara yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, KRI Dewaruci pun menarik tali-tali yang menambatkannya di dermaga, dan perlahan namun pasti kapal mulai melangkah, berjalan, diatas air memulai kembali perjalanannya mengelilingi setengah dunia. Seperti tahun sebelumnya muhibah ke mancanegara RI Dewaruci untuk melaksanakan "Operation Sail 2012" sekaligus mendukung latihan praktik pelayaran astronomi 2011 Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat II Angkatan ke-59. Upacara pemberangkatan KRI Dewaruci dimeriahkan penampilan kesenian tradisional Indonesia dari berbagai daerah oleh ABK KRI Dewaruci sebagai bukti kesiapannya sebagai Duta Wisata dan Budaya sekaligus mengekspresikan kesiapan pelaut Indonesia dengan membekali diri secara mental dan fisik untuk melaksanakan tugas. Kapal kelas Barquentine buatan Jerman itu pun perlu perlahan meninggalkan Dermaga Ujung Surabaya menuju Jayapura, yang akan ditempuh selama 11 hari dengan kisaran kecepatan tujuh knot. Lambaian tangan para pengantar baik dari keluarga awak KRI Dewaruci maupun keluarga para kadet, turun mengantar keberangkatan kapal dengan kapal layar tiang tinggi tersebut. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno mengatakan selama melaksankan pelayaran dan muhibah selama hampir 10 bulan, para calon perwira TNI Angkatan Laut melakukan pelayaran latih dan navigasi astronomi serta pembekalan dasar matra laut. "Seperti praktek penjagaan dan latihan perang, tradisi mandi khatulistiwa, parade kapal layar dan jam komandan," katanya. Dalam "Operation Sail" 2012 itu KRI Dewaruci akan melintasi Surabaya-Jayapura, Jayapura-Kwajelein (Amerika Serikat), Kwajelein- Honolulu (Amerika Serikat), Honolulu-San Diego (Amerika Serikat), San Diego-Manzanillo (Meksiko), Manzanilli-Panama, Panama-New Orleans (Amerika Serikat), New Orleans-Miami (Amerika Serikat), Miami-Charleston (Amerika Serikat), Charleston-New York (Amerika Serikat), New York-Norfolk (Amerika Serikat), Norfolk-Baltimore (Amerika Serikat), Baltimore-Boston (Amerika Serikat ), Boston-St. Jon (Kanada), St. Jon-Porto (Portugal), Porto-Cadiz (Spanyol), Cadiz ? Malta, Malta-Port Said (Mesir), Port Said-Jeddah (Saudi Arabia), Jeddah-Salalah (Oman), Salalah-Kolombo (Srilanka), Kolombo- Belawan (Indonesia), Belawan-Jakarta, Jakarta-Surabaya. Pengabadian Terakhir Pada kesempatan itu pula, Kepala Staf Angkatan Laut menyatakan pelayaran dan muhibah 2012 dengan menyeberangi Samudra Pasifik melintasi empat benua, merupakan pengabdian terakhir KRI Dewaruci, mengingat kapal yang dibuat di Jerman pada 1952 itu sudah saatnya untuk memasuki "masa purna tugas", sebagai kapal latih kadet TNI Angkatan Laut. "Mungkin ini pelayaran yang terakhir," katanya. Dalam pelayaran "Kartika Jala Krida" 2012, KRI Dewaruci akan menempuh jarak keseluruhan sekitar 27.006 mil laut, selama 277 hari. Kapal buatan Jerman itu membawa 101 kadet Akademi TNI Angkatan Laut tingkat II/59, sekitar 70 awak kapal dan 82 orang pendukung. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, korps Marinir yang biasanya menjalani pendidikan komando saat korps lain bergabung dalam operasi "Kartika Jala Krida" maka pada 2012 kadet dari korps baret ungu diikutsertakan. Sehingga pada pelayaran "Kartika Jala Krida" 2012 tercatat 42 kadet korps Pelaut, 17 kadet korps Teknik, 10 kadet dari Korps Elektronika, lima kadet dari korps Suplai dan 23 kadet dari korps Marinir. Para kadet tersebut akan menerima pelajaran navigasi astronomi, sebagai pelajaran dasar bagi pelaut. Tidak itu saja, melalui pelayaran selama sekitar 10 bulan itu, para kadet juga ditempa untuk menjadi pelaut yang berkarakter kuat. Menjelang 60 tahun pengabdiannya, pada Kartika Jala Krida 2012 peran KRI Dewaruci sebagai duta bangsa, khususnya sebagai duta budaya dan duta wisata diperteguh dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara Mabes TNI Angkatan Laut dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mempromosikan ?Wonderful Indonesia? ke setiap kota di beberapa negara yang disinggahinya. Terkait itu, dilaksanakan pemasangan spanduk dan banner "Wonderful Indonesia" di KRI Dewaruci serta meletakkan logo "Wonderful Indonesia" pada pakaian adat Indonesia, membuat "backdrop" pada panggung kesenian, memberikan pelayanan informasi dan cindera mata kepada pencinta/penggemar KRI Dewaruci. Peran sebagai duta bangsa, telah lama diemban KRI Dewaruci selama hampir 60 tahun pengabdiannya. Selain sebagai kawah candradimuka untuk menempa calon perwira TNI Angkatan Laut, KRI Dewaruci juga berkembang menjadi Duta Budaya dan Wisata serta Duta Besar Keliling bagi Republik Indonesia. Tak heran jika KRI Dewaruci sebagai "The Goodwill Ambassador of Republik of Indonesia", menjadikan kapal buatan galangan H.C Stulchken and Sohn Hamburg Jerman itu, tidak saja menjadi milik Bangsa Indonesia tetapi juga dunia. Komandan ke-32 KRI Dewaruci Letkol Laut Suharto La Djide mengatakan sepanjang sejarah dan tradisinya, KRI Dewaruci telah mengharumkan nama bangsa di seantero dunia, dengan beragam prestasi yang ditorehkan dalam setiap pelayaran dan muhibah keliling dunia. "Kehadiran KRI Dewaruci selalu mendapat sambutan luar biasa, dimana belahan dunia manapun. Ketika kapal memasuki pelabuhan bendera Merah Putih berukuran 9m x12m sudah dikibarkan dengan gagah, spanduk bertuliskan "Indonesia" pun terpampang di sisi kanan dan kiri lambung kapal," ujarnya. Tak hanya itu, dari cocor haluan, tiang-tiang dan peruan, para awak kapal dan kadet, menggunakan pakaian tradisional, dan menari tarian khas Indonesia. Kirab ?drum band? kadet AAL pun kerap memeriahkan kehadiran KRI Dewaruci di kota-kota di dunia yang disinggahinya. Dalam kunjungan dan kehadirannya di setiap pelabuhan Komandan KRI Dewaruci, didampingi duta besar atau konjen RI dan atase pertahanan RI selalu melakukan kunjungan kehormatan kepada pejabat sipil dan militer di negara yang disinggahinya. Maka tak berlebihan jika diakhir pengabdiannya KRI Dewaruci mengukuhkan pelayaran dan muhibahnya pada 2012 dengan jargon "Wonderful Astronomic Sail 2012" , "Sailing The Star" dan "The Greatest Journey of Dewaruci". "Dewaruci" Generasi Baru Terkait dengan pengabdiannya yang terakhir, Mabes TNI Angkatan Laut telah jauh-jauh hari melakukan penjajakan ke beberapa negara untuk mencari pengganti KRI Dewaruci yang telah dioperasikan TNI Angkatan Laut sejak 1953. Komandan ke-27 KRI Dewaruci Laksamana Pertama TNI Darwanto yang kini menjabat Komandan Lantamal IV Tanjung Pinang mengatakan hal penting yang harus diutamakan dalam pengadaan kapal pengganti KRI Dewaruci, yaitu kapal tersebut harus sesuai dengan kebutuhan pelatihan kadet yang jumlahnya banyak berikut peralatan pendukungnya. "Intinya kapal itu harus lebih besar, kuat dan indah," katanya, sambil sesekali mengenang pengalamannya berlayar dan melakukan muhibah dengan KRI Dewaruci. Darwanto yang sempat membawa kapal sepanjang 58,30 meter itu ke Negeri Paman Sam pada pelayaran Kartika Jala Krida dan Muhibah pada 1999 serta 2000, menilai pelayaran KRI Dewaruci kali ini sebagai pelayaran terakhir nan agung. Untuk itu, TNI Angkatan Laut telah melakukan penjajakan ke lima perusahaan galangan kapal di Spanyol, Polandia dan Belanda. ?Jenisnya adalah "Barque" lebih besar dari jenis KRI Dewaruci sekarang yakni 'Barquentine'," kata Kepala Staf Angkatan Laut Soeparno. Ia menambahkan sebagai kapal latih taruna, Dewaruci generasi baru juga harus dilengkapi peralatan dan teknologi yang disesuaikan dengan kemajuan zaman. Namun tidak menghilangkan dasar-dasar pendidikan pelayaran,/kelautan yang harus dilaksanakan para kadet tanpa bantuan teknologi canggih. Kapal Dewaruci yang baru juga harus memiliki luasan yang memadai untuk mendukung kegiatan resepsi diplomatik yang biasa dilakukan diatas kapal dengan mengundang para pejabat atau pendduduk kota yang dikunjungi. Dan tak kalah penting, kapal Dewaruci generasi baru harus memiliki masa pakai hingga 60 tahun. Saat ini rancangan kapal tersebut telah dimatangkan. Kapal Dewaruci yang baru akan mampu menampung 120 kadet dan 80 awak kapal, atau sekitar 200 orang. Kapal dirancang dengan panjang 95-105 meter, dengan tiga tiang dan 30 layar. Tentang apakah nama yang digunakan tetap "Dewaruci" Kasal Soeparno mengatakan kemungkina besar akan tetap digunakan, karena nilai tradisi dan sejarah yang telah disandang KRI Dewaruci sebelumnya. Darwanto yang merupakan salah satu komandan KRI Dewaruci pun berharap besar, nama "Dewaruci" tetap digunakan pada kapal latih generasi berikutnya. KRI Dewaruci, yang beberapa jam telah meninggalkan Dermaga Ujung Surabaya memulai pelayaran dan muhibahnya yang terakhir, akan tiba kembali di Tanah Air pada Oktober 2012. Sebait doa pun dipanjatkan Darwanto "Selamat Berlayar Mengarungi Samudra. Engkau pasti mampu membawa anak bangsa berkelana demi Negeri tercinta, teriring doaku menyertaimu. Amin".(antara)
BERITA TERKAIT:
|