- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Masihkah Pesta Danau Toba Memiliki Daya Tarik?
NET
Pesta Danau TobaMEDAN (EKSPOSnews): Pesta Danau Toba (PDT) yang akan digelar di kawasan wisata Danau Toba di Parapat sudah di depan mata, karena akan dilaksanakan pada 27 hingga 30 Desember 2011.
Berbagai persiapan telah dilaksanakan panitia di bawah komando anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara John Hugo Silalahi yang juga mantan Bupati Simalungun. Namun, sejumlah pihak masih merasa pesimistis dengan kesuksesan penyelenggaraan kegiatan tahunan tersebut. Diusulkan Ditiadakan Salah satu pihak yang menyampaikan rasa cemas terhadap pelaksanaan PDT adalah anggota DPRD Sumut Brilian Moktar, yang kemudian mengusulkan agar tahun ini ditiadakan saja. "Dari berbagai pertimbangan, pelaksanaan Pesta Danau Toba sudah tidak kondusif lagi," katanya. Meski menyadari bahwa PDT dapat mempromosikan potensi wisata Danau Toba, tetapi ia mengaku memiliki cukup banyak pertimbangan dan alasan sehingga menyampaikan usulan tersebut. Pertama, dari segi waktu yang sangat terdesak, sehingga dikhawatirkan persiapan tidak matang dan tidak memberikan hasil yang maksimal. Jadwal kegiatan PDT juga dinilai terlalu mundur dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya yang diselenggarakan setiap bulan Juli. Ironisnya, hingga pertengahan Oktober 2011 kepanitiaan PDT belum juga terbentuk karena surat keputusan (SK) mengenai susunan panitianya belum turun dari Pemprov Sumut. Awalnya, pihaknya mendapatkan informasi jika kepanitiaan PDT 2011 diketuai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut Parlindungan Purba, namun posisi Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut itu kemudian diganti John Hugo Silalahi. Silalahi yang juga mantan Bupati Simalungun dipilih dengan harapan kegiatan PDT dapat berlangsung lebih meriah. Namun hingga menjelang pertengahan Oktober 2011 kepanitiaan di bawah pimpinan Silalahi masih belum dapat bekerja karena belum memiliki legalitas. "SK kepanitiaannya masih terkendala," katanya. Dengan kondisi kepanitiaan yang belum terbentuk hingga menjelang pertengahan Oktober, diperkirakan persiapan PDT 2011 tidak akan matang dan memberikan hasil maksimal. Apalagi Pemprov Sumut belum mendapatkan jaminan dan kepastian tentang adanya pejabat pusat yang hadir untuk membuka atau menutup kegiatan tersebut. "Pesta Danau Toba 2010 yang dipersiapkan secara matang saja tidak dihadiri pejabat pusat," kata Brilian Moktar yang juga mantan Ketua Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Sumut itu. Usulan agar kegiatan PDT 2011 dibatalkan juga disebabkan anggaran sebesar Pp500 juta yang dialokasikan Pemprov Sumut diperkirakan tidak akan mencukupi. Lain lagi halnya dengan kegiatan PDT yang semakin dekat dengan perayaan Natal, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu berbagai upacara keagamaan dan adat masyarakat di sekitar Danau Toba. Karena itu, Brilian Moktar yang ikut dalam kepanitiaan PDT 2010 mengimbau Pemprov Sumut membatalkannya. Solusinya, Pemprov Sumut dapat mengalihkan anggaran PDT 2011 untuk tahun depan, sehingga kegiatan yang mempromosikan potensi wisata di tanah Batak itu semakin maksimal. "Dipaksa pun, Pesta Danau Toba 2011 hampir dipastikan tidak akan memberikan pengaruh positif bagi promosi wisata. Justru hanya membuat pusing kepala daerah di sekitar Danau Toba," katanya. John Hugo Silalahi yang dikonfirmasi mengenai kegiatan itu pada pertengahan Oktober 2011 tidak bersedia memberikan komentar karena merasa belum berhak disebabkan belum menerima SK. "Saya 'no comment', SK-nya belum ada," katanya. Belum Maksimal Rasa cemas terhadap kesuksesan PDT 2011 juga diungkapkan Ketua Dewan Pembina Forum Tapanuli Daulat Manurung, karena persiapan kegiatan itu dinilai masih belum maksimal. "Hingga menjelang pembukaan masih banyak titik lemah yang belum dibenahi," katanya. Beberapa titik lemah itu di antaranya dari sarana infrastruktur jalan raya serta kondisi sejumlah kapal wisata di Danau Toba yang dinilai belum dilengkapi fasilitas keselamatan penumpang secara memadai. Kelemahan lainnya juga dapat dilihat dari kualitas penataan sarana serta prasarana berbagai acara hiburan, seni dan budaya yang akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Padahal pihaknya sangat berharap pelaksanaan PDT 2011 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama untuk sektor dunia usaha dan pembangunan kawasan Danau Toba. Pihaknya juga merasa ragu jika berbagai atraksi seni dan budaya yang akan digelar dapat memberikan hasil maksimal untuk memperlihatkan kekayaan nilai budaya dan menghidupkan kembali tradisi Batak yang dinilai mulai terlupakan. Asumsi itu muncul karena penyelenggara PDT 2011 terkesan kurang membangun komunikasi dengan segenap tokoh masyarakat, tokoh adat dan para seniman lokal di sekitar kawasan Danau Toba. Jika ingin memajukan industri pariwisata, penyelenggara PDT seharusnya dapat memberikan ruang bagi para seniman dan budayawan lokal untuk berkreasi dan mengapresiasikan budaya masyarakat di sekitar Danau Toba, katanya. Pendapat yang hampir serupa juga disampaikan budayawan asal Tapanuli Thompson Hutasoit, yang mengatakan penyelenggaraan PDT harus mampu memperlihatkan kekayaan nilai budaya dan menghidupkan kembali berbagai tradisi Batak. Menurut dia, perhelatan akbar seperti PDT dapat menjadi paket yang menarik bagi dunia luar jika pengelolaannya dilakukan secara profesional. Namun ia menyayangkan komunikasi yang dijalin panitia dengan masyarakat sekitar kawasan Danau Toba masih sangat minim, bahkan terkesan kurang melibatkan seniman lokal. Karena itu, Direktur Artistik Pelatihan Opera Batak tersebut beranggapan tujuan pelaksanaan PDT masih jauh dari harapan idealnya. Dipersiapkan Secara Matang Meski nada pesimistis datang dari berbagai pihak, namun Ketua Panitia PDT 2011 John Hugo Silalahi mengaku optimistis karena pihaknya telah membuat persiapan matang untuk menyelenggarakan kegiatan itu. "Persiapan acara sudah mencapai 90 persen dan kita perkirakan sebelum pembukaan tanggal 27 Desember semua sarana dan prasarana pendukung acara sudah selesai dikerjakan," katanya. Dari aspek infrastruktur, seluruh ruas jalan mulai dari Kota Tebing Tinggi menuju lokasi kegiatan di Parapat yang selama ini masih berlubang telah selesai diperbaiki. "Kondisi badan jalan dari Tebing Tinggi-Parapat kini sudah mulus," katanya. Untuk menarik minat wisatawan menyaksikan pesta rakyat tahunan itu, pihaknya secara bertahap telah menyosialisasikan kegiatan PDT baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. Karena itu, pihaknya merasa optimistis kegiatan PDT 2011 akan menuai sukses dan dapat menarik pengunjung hingga puluhan ribu orang. "Kami menargetkan jumlah pengunjung tahun ini bisa mencapai 50 ribu orang," katanya. Untuk semakin memeriahkan PDT 2011, dijadwalkan kegiatan itu akan dibuka Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa. Acara pembukaan tersebut akan dilangsungkan di panggung terbuka Parapat dan dimeriahkan dengan sejumlah atraksi kesenian dan budaya khas Sumut. Sedangkan agenda PDT 2011 diperkirakan mencapai lebih dari 20 even yang tersebar di Parapat dan Kabupaten Samosir. Pelaksanaan PDT 2011 diperkirakan akan lebih variatif dibanding tahun-tahun sebelumnya karena disemarakkan dengan kemah seni atau "art camp" yang diikuti kalangan muda. "Art camp ini akan menumbuhkan seni dan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda," kata Silalahi. Perkenalkan Danau Toba Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Naruddin Dalimunthe mengatakan, kegiatan PDT dapat dijadikan sebagai salah satu momen untuk lebih memperkenalkan objek wisata terkenal itu di dunia internasional. Pihaknya berkeinginan menjadikan Danau Toba sebagai ikon pariwisata kedua di Indonesia setelah Pulau Bali yang telah terkenal di dunia. Untuk menarik wisatawan, pihaknya dan kepanitiaan PDT telah menyiapkan sejumlah kegiatan pesta budaya mulai dari tarian daerah, opera Batak, parade kapal hias, festival gondang, lomba suling, berbagai kegiatan olahraga, lomba fotografi Danau Toba dan kuliner khas Batak. Pihaknya terus menyosialisasikan kegiatan PDT yang pada dasarnya digelar atas inisiatif rakyat itu. Sosialiasi terus dilakukan karena PDT bukan lagi hanya milik masyarakat di sekitar danau vulkanik terbesar di dunia itu, melainkan milik masyarakat Indonesia, katanya. Dengan persiapan yang telah dilakukan panitia, diharapkan kecemasan sejumlah pihak terhadap pelaksanaan PDT 2011 tidak menjadi kenyataan. Untuk kemaslahatan dan kebaikan pada tahun-tahun berikutnya, sebaiknya kegiatan itu dipersiapkan lebih matang dengan melibatkan partisipasi semua pihak. (antara)
BERITA TERKAIT:
|