- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Senyum Yingluck Membuat Presiden Benigno Aquino III Kikuk
“Kenalkan (sembari membungkuk), Nama Saya Yingluck Shinawatra” Memang tak banyak yang menyangka, Yingluck Shinawatra bisa mengungguli lawan-lawan politiknya yang semuanya laki-laki.
Padahal lawan-lawannya agresif seperti Real Madrid. Mereka terus menyerang Yingluck sejak pilihan raya Juli lalu. Bahkan hingga sekarang, Partai Demokrat Pimpinan PM Abhisit Vejjajiva kelihatan paling kesal dengan Yingluck yang unggul dalam teknik bak FC Barcelona. Gubernur Bangkok Sukhumband Praibatra, juga dari Partai Demokrat, memanfaatkan musibah banjir untuk menyerang Yingluck. Gubernur Sukhumband keki ketika melihat Yingluck sedang menginspeksi banjir dengan mengenakan sepatu boot branded, “Burberry”. Menghadapi pria-pria yang merasa paling perkasa di dunia politik, Yingluck justru memanfaatkan kekuatannya sebagai perempuan. Soft power perempuan dipercaya Yingluck sebagai semacam gerakan gemulai dalam kungfu tapi yang langsung menohok syaraf dan mematikan. Kendati PM Abhisit terus menghajar Yingluck dalam kampanye, bahkan hingga sekarang, wanita ini tak pernah terpancing marah atau mencak-mencak. Ia malah mengajak “Kaus Kuning” himpunan massa yang mendukung Abhisit, untuk mau berdamai dengan massa yang dibikin oleh abang Yingluck yang hidup dalam eksil di Dubai, Thaksin Shinawatra, “Kaus Merah”. Rekonsiliasi didengungkan Yingluck setiap saat. Rekonsiliasi harus menjadi fondasi meredakan konflik horisontal di Thailand atau dengan jiran. Dan sikap tubuh Yingluck yang selalu menyalami massa pendukungnya, bahkan lawan politiknya dengan membungkuk, meluluhkan hati rakyat Thailand. Ia begitu feminin dan kecantikannya dianggap memancar dari dalam. Ia kemudian terpilih sebagai wanita perdana menteri Thailand pertama sejak negara yang diayomi keluarga raja Rama itu berdiri ratusan tahun yang lalu. Terhadap negeri yang tadinya dianggap seteru paling dekat seperti Kamboja pun Yingluck tetap melempar senyum. Padahal, Abhisit ketika memimpin Thailand saling memaki dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dalam forum bergengsi Asean dulu. Tahun lalu, pada KTT Asean di Bali, Yingluck melempar senyum nan manis kepada PM Hun Sen. Tak kuasa menahan kagum, Hun Sen pun membalas senyuman Yingluck. Ini boleh dibilang sebagai “The Power of Smiling Yingluck”. Sebab Hun Sen segera mau berjabat tangan dengan Yingluck dan berdamailah Thailand dengan Kamboja. Myanmar yang lama berperang di perbatasan dengan Thailand sejak pemerintah yang seolah-olah dioperasikan kaum sipil tapi sebenarnya yang berkuasa tetap tentara, pun akhirnya memulai gencatan senjata. Yingluck bahkan berani datang ke Burma dengan membawa usulan kerja sama ekonomi. Terutama pada bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, serta pembangunan jalan raya menuju India. Presiden Thein Sein pun menyambut Yingluck dengan suka cita dan damai. Yingluck pun bertemu dengan ikon Burma, pemenang hadiah nobel Aung San Suu Kyi. Hari Kamis (20/1), Yingluck berniat menjajakan beras ke Filipina. Meskipun negara itu sudah sepakat membeli beras 1,5 juta ton dari Vietnam, tapi masih butuh suplai beras dari Thailand 900.000 ton. Yingluck bertemu Presiden Benigno Aquino III yang jomblo. Yingluck kelihatannya bersimpati dengan presiden yang memiliki panggilan akrab Pnoy ini. Sang presiden juga kelihatan agak malu-malu menatap Yingluck. Adik Presiden Aquino yang juga seleb, bintang film dan presenter TV Kris Aquino yang juga cantik, tiba-tiba mengomentari kakaknya agar mau menikah dengan Yingluck. Sekali lagi, diplomasi “The Power of Smiling Yingluck” merebak di seluruh negara Asean. Mungkin bulan depan senyuman Yingluck akan menebar ke India, ketika ia menjadi satu-satunya tamu kehormatan terpilih pada peringatan lahirnya konsitusi India. Aura Yingluck yang sangat perempuan mungkin lebih kuat daripada Presiden Megawati. Mungkin karena Yingluck mengenyam pendidikan dengan gelar ganda di AS namun ia tampak tidak terlalu terbenani dengan status intelektualnya. Keluarga Yingluck dilumasi oleh minyak politik dan bisnis yang baik selama bertahun-tahun. Yingluck yang lahir pada 21 Juni 1967 di Thailand Utara, berasal dari keluarga keturunan China. Sepertiga penduduk Thailand adalah keturunan China, tapi sebagian besar sudah tidak memakai nama China. Yingluck adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara. Kakaknya, konglomerat dan bekas PM Thaksin Shinawatra, adalah anak pertama. Yingluck menyelesaikan strata 1 pendidikan di Thailand, dan mendapat gelar master ganda dalam administrasi bisnis dan ilmu politik dari University of Kentucky, Amerika Serikat. Ia menikah dengan saudagar Thailand Anusorn Amornchat dan punya anak lelaki berumur 19 tahun bernama Pipe. Pipe ikut aktif dalam kampanye ibunya yang mengibarkan bendera Partai Phue Thai yang dibuatkan oleh Pak De-nya, Thaksin. Yingluck banyak terlibat di perusahaan-perusahaan Thaksin sebagai direktur. Latar belakang pendidikan bisnisnya di AS tentu sangat membantunya. Tapi dalam politik, pengalaman Yingluck yang minim, malah mencuat di bidang diplomasi dengan safari diplomasi senyum dan bisnis. Itulah sebabnya ia patut digelari “The Power of Smiling Yingluck”. (inilah.com)
BERITA TERKAIT:
|