Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Sabtu, 19 Mei 2012
Follow: 
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
 Serah Terima Jabatan PJP PTPN IV Medan
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Sertijab Direksi PTPN IV
Rektor Universitas Al Azhar Letakkan Batu Pertama Asrama Mahasiswa Indonesia di Mesir
republika
Al Azhar
KAIRO(EKSPOSnews): Rektor Universitas Al Azhar, Prof Dr Osama Al Abed dan Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi pada Rabu 15 Februari 2012 petang meletakkan batu pertama asrama mahasiswa bantuan Pemerintah Indonesia.

Peletakan batu pertama secara simbolis dan penandatanganan nota persepahaman (MoU) pembangunan Asrama itu berlangsung di kompleks baru Universitas Al Azhar di Distrik Madinat Nasr, Kairo Timur.

Dalam sambutannya, Rektor Al Azhar menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas perhatiannya mewujudkan asrama mahasiswa tersebut.

"Bantuan pembangunan asrama ini sangat bermakna. Al Azhar berterima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang turut membantu memecahkan salah satu masalah yang dihadapi Al Azhar," kata Al Abed.

Menyinggung misi utama Al Azhar, Prof Abed menjelaskan, para ulama Al Azhar mengemban amanat penting, yakni mengajarkan semua empat mazhab Sunni -- Syafii, Maliki, Abu Hanifah dan Hambali -- dengan menekankan sikap toleran.

Sementara itu, Dubes Nurfaizi dalam sambutannya menyampaikan salam dan terima kasih dari pemerintah Indonesia kepada pimpinan dan segenap jajaran Al Azhar yang mendidik putra-putri Indonesia.

"Para Ulama Al Azhar telah menanamkan pendidikan agama dan sikap toleransi kepada mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang sangat diharapkan Indonesia," katanya.

Mantan Kapolda Metro Jaya yang baru satu bulan memulai tugas diplomatiknya di negeri Piramida itu mengemukakan, pembangunan asrama ini juga sebagai wujud kecintaan rakyat Indonesia terhadap Al Azhar.

Penasehat Syeikh Agung Al Azhar, Prof Dr Abdul Dayem Nusair, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan asrama mahasiswa bantuan asing di kompleks Al Azhar ini merupakan pertama kali dalam sejarah Al Azhar.

"Indonesia tercatat sebagai negara asing pertama memberikan dana bantuan pembangunan asrama di kampus Al Azhar," kata Prof Nusair, mewakili Syeikh Agung Al Azhar, Prof Dr Ahmed Al Tayeb.

Atase Pendidikan KBRI Kairo, Prof Dr Sangidu, kepada ANTARA di sela peletakan batu pertama itu, menjelaskan bahwa Indonesia merencanakan akan membangun 18 gedung asrama di kompleks Al Azhar tersebut dengan nilai total berkisar Rp145 miliar.

Tahap awal untuk tahun 2012 ini akan dibangun dua gedung senilai Rp19 miliar, terdiri atas Rp14 miliar bantuan dari Kementerian Agama dan Rp5 miliar dari pemerintah daerah Sumatera Utara.

Adapun dana untuk 16 gedung lagi sedang diusahakan, kata Prof Sangidu.

"Dubes Nurfaizi dan KBRI akan berusaha mendorong para dermawan dan Pemda-Pemda di Indonesia untuk memberi bantuan dimaksud," katanya.

Pembangunan asrama tersebut dikelola langsung oleh pihak Al Azhar, kata Prof Sangidu.

Setiap gedung berkapasistas 340 mahasiswa, yang akan menampung 50 persen mahasiswa Indoneia dan 50 persen lagi diisi mahasiswa Mesir dan mahasiswa asing lainnya.

Wakil Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Muhammad Syukran, menyambut hangat pembangunan asrama tersebut.

"Pengadaan asrama ini sangat dibutuhkan mahasiswa karena harga sewa rumah di Mesir semakin mahal. Diharapkan dengan asrama ini dapat memacu prestasi mahasiswa," katanya.

Sambutan hangat senada diutarakan Wakil Ketua Forum Mahasiswa Sumatera Utara di Mesir, Sufrin Efendi.

Rektor Al Azhar mengatakan, kelak penghuni asrama ini sengaja dicampur antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Mesir agar saling memacu belajar, terutama dalam memperkuat bahasa Arab di antara mereka.

Menurut data KBRI, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Al Azhar saat ini berkisar 2.600 orang.

Hadir dalam acara peletakan batu pertama itu para dekan fakultas Al Azhar, kalangan mahasiswa dan para staf KBRI Kairo.(antara)

Share |
BERITA TERKAIT:
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb