Calon Kapolri Sudah Diserahkan Kepada Presiden SBY

Kamis, 16 September 2010 | 00:44:02
Presiden SBY/ NET

JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menyatakan, nama-nama calon Kapolri sudah diserahkan kepada Presiden untuk segera diproses lebih lanjut.

"Calon Kapolri konon kemarin sudah diserahkan ke Bapak Presiden," kata Sudi ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 15 September 2010.

Namun demikian, Sudi menyatakan belum menerima disposisi Presiden. Setelah menerima disposisi, Sudi akan segera membuat surat ke DPR terkait pencalonan nama-nama tertentu sebagai Kapolri.

"Mungkin dalam waktu segera akan kita buat surat ke DPR untuk mohon persetujuan," kata Sudi tanpa bersedia menyebut nama-nama yang dicalonkan menjadi Kapolri.

Sudi menyatakan tidak tertutup kemungkinan pemerintah hanya akan mengajukan satu calon pengganti Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang akan segera pensiun. DPR, kata Sudi, bertugas menyetujui atau menolak calon yang diajukan oleh pemerintah.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengusulkan kenaikan pangkat Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol), Irjen Pol Imam Soedjarwo sebagai bagian dari proses restrukturisasi di instansi Polri.

"Yang bersangkutan kan Kalemdikpol. Otomatis dengan adanya `launching` hari ini dan dinyatakan oleh Menpan disetujui, itu tentunya termasuk, semuanya terkait itu, bukan hanya Pak Imam Sudjarwo," kata Kapolri ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Irjen Pol Imam Sudjarwo adalah salah satu perwira yang disebut sebagai salah satu calon Kapolri pengganti Bambang Hendarso Danuri.

Sesuai dengan aturan, calon Kapolri harus memenuhi syarat kepangkatan, yaitu Komisaris Jenderal Polisi. Jika Presiden Yudhoyono menyetujui usulan kenaikan pangkat, Imam Soedjarwo akan berpangkat Komisaris Jenderal Polisi.

Kapolri menyatakan telah melaporkan usulan kenaikan pangkat itu kepada Presiden Yudhoyono. Namun, Kapolri menegaskan, usulan kenaikan pangkat itu adalah proses restrukturisasi biasa di lingkungan Polri.

"Jangan nanti jadi polemik seolah-olah ini ada kepentingan," katanya.

Kapolri menjelaskan, restrukturisasi di tubuh Polri adalah tindak lanjut Peraturan Presiden No. 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara RI. Restrukturisasi juga dilakukan karena ada beberapa pejabat Polri yang segera pensiun, sehingga harus segera dicari penggantinya.

"Kaitannya dengan ada yang pensiun dalam waktu dekat, jabatan yang sangat strategis juga diizinkan untuk diajukan untuk ada mutasinya," kata Kapolri.

Kapolri menyebut, beberapa perwira akan mendapat kenaikan pangkat. Namun dia menolak menyebut nama para perwira tersebut.

Restrukturisasi juga diterapkan pada tingkat Polda. Kapolri memperkirakan proses restrukturisasi itu akan selesai pada akhir September.

Kapolri menegaskan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo tidak termasuk jajaran perwira yang naik pangkat. Sebelumnya, nama Timur Pradopo juga disebut sebagai salah satu calon Kapolri.

Kapolri dan Komisi Kepolisian Nasional akan mengusulkan beberapa nama calon Kapolri kepada Presiden. Kemudian, Presiden akan mengusulkan nama calon Kapolri kepada DPR untuk disetujui. (ant)


BERITA LAINNYA
Alex J Sinaga Jadi Dirut PT Telkom
Jumat, 19 Desember 2014 | 19:29:53
Pimpinan DPRD Deli Serdang Dilantik
Rabu, 17 Desember 2014 | 01:27:48
AirAsia Tunjuk Park Ji Sung Sebagai Duta Brand Global
Kamis, 11 Desember 2014 | 05:59:07
Kowad Kodam Brawijaya Lakukan Karya Bakti
Rabu, 10 Desember 2014 | 07:15:51
Pelepasan Pejabat Kasrem
Rabu, 10 Desember 2014 | 07:14:20
Penghormatan kepada Pahlawan
Rabu, 10 Desember 2014 | 07:13:08
AirAsia Indonesia Rayakan Ulang Tahun Ke-10
Senin, 8 Desember 2014 | 18:12:38
Operasi Karya Bakti di Kodim Situbondo
Senin, 8 Desember 2014 | 07:30:40
AirAsia Indonesia Gelar Pameran Foto di Udara
Minggu, 7 Desember 2014 | 16:42:43
Pusat Inovasi Rotan Nasional Diresmikan di Palu
Sabtu, 6 Desember 2014 | 17:56:30
BERIKAN KOMENTAR
Top