Rabu, 24 Jan 2018

Warga Protes Pembangunan Menara

Oleh: Jallus.
Rabu, 11 Okt 2017 04:05
BAGIKAN:
istimewa.
Menara telekomunikasi (ilustrasi).
DUMAI (EKSPOSnews): Warga memprotes pembangunan menara atau "tower" infrastruktur telekomunikasi di Jalan Said Umar Kelurahan Ratu Sima Kota Dumai, Riau, karena tidak ada sosialisasi dan mengancam keselamatan di pemukiman itu.

Seorang warga RT 09 Tabrani mengatakan, pemasangan tower setinggi 30 meter di badan jalan padat pemukiman ini tidak pernah disampaikan ke masyarakat sekitar, namun perusahaan penyedia jasa telekomunikasi ini sudah langsung memasang.

"Tidak pernah disosialisasikan pemasangan tower ini, tapi tiba tiba sudah ada dikerjakan, karena itu warga menolak dan meminta pemerintah untuk memindahkan ke lokasi lain," kata Tabrani pada pers saat menyampaikan pernyataan sikap warga di Kantor Kelurahan Ratu Sima, Selasa 10 Oktober 2017.

Dikatakan, warga tidak ada niat menghalangi program pembangunan pemerintah, namun diharap pemasangan tower ini memperhatikan keselamatan lingkungan dan aspirasi warga setempat.

Warga berada di sekitar radius sesuai ketinggian tower juga merasa tidak pernah memberikan persetujuan baik secara lisan maupun tertulis kepada perusahaan penyedia jasa telekomunikasi tersebut.

"Kami tidak pernah memberikan persetujuan pembangunan tower ini, dan jika nanti ditemukan ada klaim warga setuju, maka akan diambil langkah hukum sesuai peraturan berlaku," sebutnya.

Sementara, Lurah Ratu Sima Fachrudimas menyebutkan, protes warga akan disampaikan ke instansi terkait sesuai kewenangan perizinan, dan kelurahan berencana mengumpulkan masyarakat sekitar guna membahas persoalan itu.

Diakuinya, terkait pembangunan tower ini, sudah ada perjanjian bersama antara Pemerintah Kota Dumai dengan PT Dayamitra Telekomunikasi tentang pembangunan infrastruktur telekomunikasi menara microcell dan jaringan fiber optic.

Khusus di Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan ini, menara akan dibangun di tiga titik, yaitu di Jalan Said Umar, Jalan Tega Lega dan Jalan Husni Thamrin dengan harga sewa lokasi Rp2 juta per titik per tahun ke kas daerah.

"Protes warga terkait keberadaan tower ini akan dikoordinasikan ke instansi terkait karena kelurahan tidak berwenang mengeluarkan izin, dan juga mengumpulkan warga untuk membahas persoalan itu," sebut lurah.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Warga Bangka Barat Tolak HTP

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Sebanyak 25.000 warga Kabupaten Bangka Barat akan menggelar aksi demonstrasi menolak Hutan Tanaman Produksi di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, karena din

  • 4 hari lalu

    Usut Tuntas Pembuat Mie Warga Keracunan Makanan

    MEDAN (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara minta kepolisian agar mengusut tuntas mie yang diduga penyebab keracunan makanan puluhan warga Kelurahan Pertapahan, Kecamatan Lu

  • 4 hari lalu

    Kodim Aceh Utara Gandeng BRI Renovasi Rumah Warga Miskin

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara, Provinsi Aceh, bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) membangun rumah warga miskin yang selama ini menempati hunian

  • satu minggu lalu

    Bioskop di Arab Saudi Dibanjiri Penonton

    JEDDAH (EKSPOSnews): Arab Saudi mulai memutar film animasi anak-anak berdurasi panjang pada akhir pekan ini di bioskop sementara setelah larangan pemutaran film, yang berumur 35 tahun, di kerajaan Isl

  • 2 minggu lalu

    Memasang Kamera Perangkap Melacak Harimau Penerkam Warga

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau menyatakan telah memasang 17 unit kamera perangkap guna melacak keberadaan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), yang menerk

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99