Kamis, 16 Agu 2018

Warga Protes Pembangunan Menara

Oleh: Jallus.
Rabu, 11 Okt 2017 04:05
BAGIKAN:
istimewa.
Menara telekomunikasi (ilustrasi).
DUMAI (EKSPOSnews): Warga memprotes pembangunan menara atau "tower" infrastruktur telekomunikasi di Jalan Said Umar Kelurahan Ratu Sima Kota Dumai, Riau, karena tidak ada sosialisasi dan mengancam keselamatan di pemukiman itu.

Seorang warga RT 09 Tabrani mengatakan, pemasangan tower setinggi 30 meter di badan jalan padat pemukiman ini tidak pernah disampaikan ke masyarakat sekitar, namun perusahaan penyedia jasa telekomunikasi ini sudah langsung memasang.

"Tidak pernah disosialisasikan pemasangan tower ini, tapi tiba tiba sudah ada dikerjakan, karena itu warga menolak dan meminta pemerintah untuk memindahkan ke lokasi lain," kata Tabrani pada pers saat menyampaikan pernyataan sikap warga di Kantor Kelurahan Ratu Sima, Selasa 10 Oktober 2017.

Dikatakan, warga tidak ada niat menghalangi program pembangunan pemerintah, namun diharap pemasangan tower ini memperhatikan keselamatan lingkungan dan aspirasi warga setempat.

Warga berada di sekitar radius sesuai ketinggian tower juga merasa tidak pernah memberikan persetujuan baik secara lisan maupun tertulis kepada perusahaan penyedia jasa telekomunikasi tersebut.

"Kami tidak pernah memberikan persetujuan pembangunan tower ini, dan jika nanti ditemukan ada klaim warga setuju, maka akan diambil langkah hukum sesuai peraturan berlaku," sebutnya.

Sementara, Lurah Ratu Sima Fachrudimas menyebutkan, protes warga akan disampaikan ke instansi terkait sesuai kewenangan perizinan, dan kelurahan berencana mengumpulkan masyarakat sekitar guna membahas persoalan itu.

Diakuinya, terkait pembangunan tower ini, sudah ada perjanjian bersama antara Pemerintah Kota Dumai dengan PT Dayamitra Telekomunikasi tentang pembangunan infrastruktur telekomunikasi menara microcell dan jaringan fiber optic.

Khusus di Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan ini, menara akan dibangun di tiga titik, yaitu di Jalan Said Umar, Jalan Tega Lega dan Jalan Husni Thamrin dengan harga sewa lokasi Rp2 juta per titik per tahun ke kas daerah.

"Protes warga terkait keberadaan tower ini akan dikoordinasikan ke instansi terkait karena kelurahan tidak berwenang mengeluarkan izin, dan juga mengumpulkan warga untuk membahas persoalan itu," sebut lurah.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Menjelang Akhir Program TMMD, Satgas Perkuat Silahturahmi dengan Warga

    GRESIK (EKSPOSnews): Setelah berlangsung hampir tiga pekan lebih, akhirnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 di Kabupaten Gresik, mendekati batas akhir.  Namun, hal tersebut

  • 3 minggu lalu

    Satgas TMMD Makan Siang Bersama Warga

    Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto yang bertugas di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, tampak semakin kompak dan gu

  • 3 minggu lalu

    Satgas Raider 500/Sikatan Pererat Hubungan Dengan Warga

    Menjelang purna tugas sebagai Satgas Pamtas, seluruh prajurit Yonif Raider 500/Sikatan, diwajibkan untuk terus berbuat dan memberikan yang terbaik ke masyarakat sekitar.Hal itu, dikatakan oleh Dansatg

  • 4 minggu lalu

    Bertamu ke Rumah Warga, Satgas TMMD Pastikan Keamanan Kampung

    GRESIK (EKSPOSnews): Berbagai kewajiban harus dilakukan oleh satgas TMMD di Kabupaten Gresik. Selain memastikan suksesnya pembangunan, satgas juga diharuskan untuk bisa memberikan rasa aman dan nyaman

  • satu bulan lalu

    Warga Lebih Memilih Elpiji Malaysia

    PUTUSSIBAU (EKSPOSnews): Warga perbatasan Indonesia - Malaysia yang berada di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat lebih memilih elpiji dari negara tetangga dengan beberapa pertimbangan."Elpiji Malays

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99