Kamis, 26 Apr 2018

Warga Protes Pembangunan Menara

Oleh: Jallus.
Rabu, 11 Okt 2017 04:05
BAGIKAN:
istimewa.
Menara telekomunikasi (ilustrasi).
DUMAI (EKSPOSnews): Warga memprotes pembangunan menara atau "tower" infrastruktur telekomunikasi di Jalan Said Umar Kelurahan Ratu Sima Kota Dumai, Riau, karena tidak ada sosialisasi dan mengancam keselamatan di pemukiman itu.

Seorang warga RT 09 Tabrani mengatakan, pemasangan tower setinggi 30 meter di badan jalan padat pemukiman ini tidak pernah disampaikan ke masyarakat sekitar, namun perusahaan penyedia jasa telekomunikasi ini sudah langsung memasang.

"Tidak pernah disosialisasikan pemasangan tower ini, tapi tiba tiba sudah ada dikerjakan, karena itu warga menolak dan meminta pemerintah untuk memindahkan ke lokasi lain," kata Tabrani pada pers saat menyampaikan pernyataan sikap warga di Kantor Kelurahan Ratu Sima, Selasa 10 Oktober 2017.

Dikatakan, warga tidak ada niat menghalangi program pembangunan pemerintah, namun diharap pemasangan tower ini memperhatikan keselamatan lingkungan dan aspirasi warga setempat.

Warga berada di sekitar radius sesuai ketinggian tower juga merasa tidak pernah memberikan persetujuan baik secara lisan maupun tertulis kepada perusahaan penyedia jasa telekomunikasi tersebut.

"Kami tidak pernah memberikan persetujuan pembangunan tower ini, dan jika nanti ditemukan ada klaim warga setuju, maka akan diambil langkah hukum sesuai peraturan berlaku," sebutnya.

Sementara, Lurah Ratu Sima Fachrudimas menyebutkan, protes warga akan disampaikan ke instansi terkait sesuai kewenangan perizinan, dan kelurahan berencana mengumpulkan masyarakat sekitar guna membahas persoalan itu.

Diakuinya, terkait pembangunan tower ini, sudah ada perjanjian bersama antara Pemerintah Kota Dumai dengan PT Dayamitra Telekomunikasi tentang pembangunan infrastruktur telekomunikasi menara microcell dan jaringan fiber optic.

Khusus di Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan ini, menara akan dibangun di tiga titik, yaitu di Jalan Said Umar, Jalan Tega Lega dan Jalan Husni Thamrin dengan harga sewa lokasi Rp2 juta per titik per tahun ke kas daerah.

"Protes warga terkait keberadaan tower ini akan dikoordinasikan ke instansi terkait karena kelurahan tidak berwenang mengeluarkan izin, dan juga mengumpulkan warga untuk membahas persoalan itu," sebut lurah.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Warga Solok Selatan Serahkan 7 Senjata Rakitan

    PADANG ARO (EKSPOSnews): Warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menyerahkan tujuh unit senjata api rakitan laras panjang jenis gobok atau balansa kepada kepolisian setempat secara sukarela."Ket

  • satu bulan lalu

    Polisi Selamatkan Warga Binjai

    IDI (EKSPOSnews): Kepolisian menyelamatkan Salim (42), warga Kota Binjai, Sumatera Utara, selamat dari upaya penculikan di Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (22/3).Kapolres Aceh Timur AK

  • satu bulan lalu

    Orangutan Turun ke Perkebunan Warga

    SUBUSSALAM (EKSPOSnews): Seorang Orangutan (Pongo pygmaeus) sepekan terakhir ini sering turun ke perkebunan warga di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, sehingga membuat warga setempa

  • satu bulan lalu

    Apartemen Semakin Diminati

    JAKARTA (EKSPOSnews): Masyarakat Indonesia semakin meminati apartemen sebagai hunian. Hal ini terungkap lewat survei Property Affordability Sentiment Index H1-2018 yang dilakukan oleh Rumah.com. Berda

  • satu bulan lalu

    Warga Aceh Tengah Tetipu Bisnis QNET

    TAKENGON (EKSPOSnews): Warga Kabupaten Aceh Tengah merasa ditipu dan dirugikan dengan bisnis QNET, karena keuntungan yang dijanjikan perusahaan tidak kunjung diterima, padahal mereka sudah menyetor ua

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99