Jumat, 21 Jul 2017

Pertumbuhan Penjualan Mobil di Indonesia Menggiurkan

Oleh: Alex
Sabtu, 03 Jun 2017 05:09
BAGIKAN:
istimewa
Innova.
BOGOR (EKSPOSnews): Kepala Public Relation PT Astra International (Tbk) Yulian Warman mengungkapkan pertumbuhan penjualan kendaraan terutama mobil pada perusahaan otomotif nasional selama tiga tahun tidak mengalami perubahan rata-rata 1 juta per tahun.

"Pasar mobil di Indonesia menunjukkan angka sekitar 1 juta per tahun, setiap merk apa pun di Indonesia rata-rata segitu," kata Yulian kepada wartawan, di Bogor, Jumat 2 Juni 2017.

Sedangkan untuk ekspor, katanya, angkanya berkisar antara 200 ribu sampai 600 ribu per tahun.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand, ratio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah.

Angka tahun 2014-2015 tercatat setiap 1.000 yang memiliki mobil hanya 45 orang. Sedangkan di Malaysia sudah 165, dan Thailand sudah 300-an.

"Pada negara maju lainnya bisa 600-an, seperti Jepang hampir 1 juta, satu orang satu mobil," kata Yulian.

Bila dikaitkan dengan kemacetan yang terjadi di sejumlah kota-kota besar, Yulian berpendapat banyak faktor penyebabnya. Salah satunya pertumbuhan infrastruktur jalan di Indonesia yang lambat dan tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan.

Pihaknya juga telah melakukan kajian menganalisis penyebab kemacetan, selain karena infrastruktur, juga karena manajemen lalu lintas.

"Di negara maju seperti Jepang dan Eropa, manajemen lalu lintas sudah bagus, lampu merahnya dapat menyesuaikan dengan jumlah kendaraan yang melintas," katanya.

Selain itu, di negara kita, lanjutnya, rambu-rambu lalu lintas tidak pernah dievaluasi, sehingga ada lampu lalu lintas yang tertutup oleh dahan pohon.

"Paling penting adalah regulasi. Di Malaysia pengemudi taksi untuk mendapatkan SIM harus dites selama dua tahun, kalau tidak lolos tidak memperoleh lisensi," katanya.

Berbeda dengan di Indonesia, untuk mendapatkan SIM masih bisa negosiasi. Sementara peran SIM sangat penting mengedukasi masyarakat dalam berlalulintas yang baik dan benar.

Yulian mengatakan, kedisiplinan masyarakat Malaysia dalam berlalu lintas sudah cukup baik dibandingkan di Indonesia.

Guna menumbuhkan kedisiplinan berlalulintas itu, sebagai perusahaan automotif nasional Astra memiliki Program Indonesia Aman Berlalulintas.

"Bila hanya memberikan sanksi bagi pelanggar tanpa mengedukasi tertib berlalu lintas, persoalan transportasi di Indonesia tidak akan selesai," kata Yulian.

Pada wilayah Bogor, pertumbuhan penjualan mobil untuk kota sebanyak 600 unit, dan 1.500 unit di wilayah kabupaten.

Peningkatan jumlah pembelian mobil dibarengi dengan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat, kata Kepala Cabang Auto 2000 Wilayah Bogor Jono Suhendi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    PAL Indonesia Prioritaskan Bangun Kapal Listrik

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT PAL Indonesia mengaku tahun ini akan memprioritaskan proyek empat kapal pembangkit listrik atas kerja sama dengan perusahaan Turki Karpowership.Direktur Utama PAL Indonesia Bu

  • satu minggu lalu

    Pemerintah Indonesia Mengharapkan Keterlibatan Investor Bangun Infrastruktur Gas dan LNG

    JAKARTA (EKSPOSnews): Indonesia sedang menghadapi kenaikan permintaan pasar gas di dalam negeriuntuk kebutuhan sektor industri dan kelistrikan. Pada masa lalu, Indonesia lebih banyak mengeksporLNG ke

  • 2 minggu lalu

    Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tak Cocok untuk Indonesia

    PADANG (EKSPOSnews): Ketua Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Herman Darnel Ibrahim mengemukakan bangsa Indonesia belum membutuhkan pembangkit listrik tenaga nuklir hingga tahun 2100 k

  • 2 minggu lalu

    Gas Indonesia Summit and Exhibition 2017 di Jakarta

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan SKK Migas secara resmi mendukung kegiatan "Gas Indonesia Summit and Exhibition (GIS) 2017" yang

  • 2 minggu lalu

    Nikah Siri Riyadi-Rohaya Hebohkan Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pernikahan Selamat Riyadi (16) dengan Rohaya seorang nenek berusia 71 tahun di Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU),Sumatera Selatan tidak tercatat di KUA atau m

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak