Senin, 16 Jul 2018

Pendataan Medsos Hal Biasa

Oleh: marsot
Senin, 25 Jun 2018 16:22
BAGIKAN:
istimewa.
Facebook.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pendataan nomor telepon seluler (ponsel) dan akun media sosial merupakan hal yang biasa dilakukan.

"Pendataan nomor ponsel dan akun medsos merupakan hal yang biasa dilakukan, untuk memudahkan komunikasi," ujar Nasir usai konferensi pers pertemuan rektor seluruh Tanah Air di Jakarta, Senin 25 Juni 2018.

Dia menjelaskan pendataan dilakukan pada penerimaan mahasiswa baru pada tahun ini. Tujuan dari pendataan tersebut untuk mencegah penyebaran radikalisme di lingkungan kampus.

Nasir beralasan saat ini komunikasi tidak hanya dilakukan mengggunakan ponsel, tetapi juga medsos.

"Kalau saya menanyakan nomor ponsel itu hal biasa. Sekarang komunikasi sudah tidak hanya pakai ponsel," katanya.

Nasir menambahkan pihaknya sudah meminta para rektor untuk bisa mendata nomor ponsel dan juga akun medsos mahasiswa.

Pendataan tersebut tidak hanya bertujuan untuk menangkal radikalisme, tetapi juga untuk ajang komunikasi mahasiswa dan pihak perguruan tinggi dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

"Ini sering terjadi permasalahan, misalnya beasiswa bermasalah, ada pengaduan. Disamping ada urusan radikalisme," ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan memberikan pedoman pada kampus dalam pemberian sanksi kepada dosen atau pegawai yang terpapar radikalisme, contohnya melalui peringatan. Namun jika tidak dipatuhi maka perlu ada perjanjian tertulis untuk kembali ke NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Jadi wawasan kebangsaan harus dipegang terlebih dulu. Setelah itu, kami akan lihat tindakannya apakah sudah menunjukkan hal itu. Kalau sudah mengeluarkan pernyataan, tapi tetap menyebarkan radikalisme maka yang bersangkutan bisa diberhentikan," kata Nasir.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Medsos Membuat Angka Perceraian Meningkat

    MAMUJU (EKSPOSnews): Pengaruh gaya hidup modern yang ditandai dengan pemanfaatan media sosial yang kebablasan, menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian."Pemanfaatan media sosial yang keb

  • 2 bulan lalu

    Konten Terkait Radikalisme di Medsos Turun

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan konten terkait radikalisme di media sosial telah menurun sejak pekan lalu karena pemberitaan dan unggahan mengenai hal te

  • 3 bulan lalu

    Revitalisasi Rumah Gadang dalam Pendataan

    PADANG ARO (EKSPOSnews): Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sri Hartoyo menyebutkan proses revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selata

  • 4 bulan lalu

    Memblokir Medos Warga Sri Langka

    KOLOMBO (EKSPOSnews): Sri Lanka memblokir akses terhadap jaringan media sosial seperti Facebook sebagai upaya untuk menghentikan kekerasan terhadap kelompok minoritas Muslim, meski pemerintah di negar

  • 5 bulan lalu

    Ibu-Ibu di Indonesia Doyak Bermedsos

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 60 persen masyarakat Indonesia terhubung dengan internet pada 2018 dan satu dari empat pengguna internet di Indonesia atau 25 persen merupakan seorang ibu, berdasarkan p

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99