Kamis, 17 Agu 2017

Media Sosial Semakin Tak Dipercaya

Oleh: Marsot
Jumat, 23 Jun 2017 06:03
BAGIKAN:
istimewa
Facebook.
LONDON (EKSPOSnews): Sebagian besar orang sudah kehilangan kepercayaan pada media arus utama dan lebih curiga terhadap media sosial, demikian temuan sebuah jajak pendapat.

Edisi terbaru Digital News Report dari lembaga kajian jurnalistik, Reuters Institute for the Study of Journalism, menemukan adanya kecurigaan tinggi terhadap berita dan komentar. Sekitar 33 persen dari 70.000 responden dari 36 negara mengaku tidak bisa mempercayai kebenaran berita.

Hanya 24 persen responden yang percaya bahwa media sosial melakukan tugas yang baik dalam memisahkan fakta dari hasil karangan, sementara media arus utama mendapat suara 40 persen menyangkut tugas yang sama.

Di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, para responden punya kecenderungan jauh lebih besar untuk percaya pada media arus utama yang dianggap mampu menghentikan penyebaran berita bohong.

Sementara di negara lain seperti Yunani, para warga lebih percaya pada media sosial.

"Meski media arus utama tidak dipercaya, mereka masih punya tingkat kepercayaan dua kali lipat lebih tinggi untuk memisahkan fakta dari fiksi dibanding media sosial," kata Nic Newman, kepala tim penulis edisi keenam Digital News Report, Kamis 22 Juni 2017.

"Berita bohong sebenarnya merupakan kabar baik bagi jurnalisme, karena bisa menjadi kesempatan untuk membangun kembali nilai penting mereka bagi masyarakat dan fokus pada kualitas," kata Newman.

Dia mengatakan bahwa banyaknya berita bohong membuat orang rela membayar mahal untuk mendapatkan berita dari media terpercaya. Saat ini, 16 persen warga Amerika Serikat bersedia berlangganan berita dibanding sembilan persen pada waktu sebelumnya. Bukti yang ada juga menunjukkan kecenderungan sama di negara lain.

Meski banyak yang menganggap kalangan muda lebih memilih berita gratis, penelitian tahunan Reuters Institute menunjukkan bahwa 35 persen konsumen berita dari kalangan muda di seluruh dunia mau membayar berita berkualitas, sebagaimana yang mereka lakukan untuk mendapatkan layanan musik (Spotify) dan video (Netflix).

Jajak pendapat Reuters Institute, yang menggunakan jasa YouGov, juga menunjukkan bahwa 54 persen konsumen kini menggunakan media sosial untuk mengetahui berita terbaru.

Survei yang sama juga menunjukkan keterkaitan erat antara rendahnya tingkat ketidakpercayaan kepada media dan anggapan bias pemberitaan.

Kecenderungan ini sangat nampak di negara-negara dengan polarisasi politik tinggi seperti Amerika Serikat, Hongaria, dan Italia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sering kali menyerang media arus utama karena dianggap menyebar kebohongan dan tidak adil dalam peliputan.

Newman berpendapat bahwa peran media sosial belum tergantikan, meski banyak orang kini memilih aplikasi pengirim pesan untuk mendapatkan berita, karena frustrasi terhadap debat berkepanjangan di Facebook dan Twiter.

"Media sosial berperang besar untuk penyebaran berita insidental, terutama di negara-negara dengan media yang dikontrol oleh pemerintah," kata dia.

"Media sosial menyebarkan lebih banyak sudut pandang dan isu, sebagaimana terjadi saat krisis migran di mana orang-orang melaporkan secara langsung dari tempat penampungan pengungsi," kata Newman.


Sumber: antara/reuters.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Sukses karena Media Sosial

    Winny Caprina Irawan seorang pelaku usaha pemilik merk dagang Jumma yang menjual baju anak-anak di Bandung menceritakan salah satu kunci sukses dalam berbisnis yakni memanfaatkan media sosial seperti

  • 2 bulan lalu

    Media Sosial Dominasi Layanan Komunikasi XL

    JAKARTA (EKSPOSnews): Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. mencatat trafik penggunaan layanan data selama Lebaran 2017 mencapai 4.020 Tera Byte (TB), meningkat 218 persen dibanding Lebaran period

  • 3 bulan lalu

    Kapolri Dihina Lewat Media Sosial

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Polda Lampung menangkap penghina Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui media sosial dengan menyebarkan ujaran kebencian dan permusuhan."Kami menangkap tersangka karena me

  • 4 bulan lalu

    Kementerian PURR Luncurkan Media Sosial

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan akun media sosial dan PUPR TV untuk memudahkan investor dan publik mengetahui program dan capaian kementerian i

  • 12 bulan lalu

    Batasi Penggunaan Media Sosial pada Anak

    BOGOR (EKSPOSnews): Psikolog Elly Risma mengatakan di era serba teknologi saat ini orang tua harus tegas dalam mengawasi penggunaan sosial media pada anak, sehingga lebih bijak dalam menggunakannya

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak