Jumat, 24 Nov 2017

Majukan IKM, Ditjen Gandeng BLANJA.com

Oleh: Jallus
Selasa, 16 Mei 2017 15:12
BAGIKAN:
istimewa
Kerja sama dengan Blanja.com.
JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Gati Wibawaningsih menandatangani Perjanjian Kerja sama Pengembangan Pasar Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis Ekonomi Digital dengan online marketplace BLANJA.com. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan kegiatan e-Smart bagi para pelaku IKM.

Manfaat yang bisa didapat IKM yang tergabung dalam program e-Smart ini adalah perluasan pasar bagi IKM melalui promosi online (e-commerce), efektifitas dan efisiensi biaya promosi dan pemasaran, serta mendapatkan program-program pembinaan dari pemerintah.

Tindak lanjut dari Perjanjian Kerja sama ini adalah pelaksanaan Workshop e-Smart IKM yang direncanakan akan dilaksanakan di delapan lokasi di Luar Jawa, yakni di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Balikpapan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Workshop ini akan berlangsung selama dua hari, dengan materi hari pertama berisi materi Sosialisasi Kebijakan dan Fasilitas untuk Pelaku IKM, dan hari kedua berisi materi panduan berbisnis di dalam online marketplace.

"Kegiatan workshop ini dilakukan selain untuk mensosialisasikan kebijakan dan fasilitas untuk mendukung aktivitas usaha para pelaku IKM, juga untuk meningkatkan kemampuan para pelaku IKM dalam berbisnis melalui sarana e-Commerce." Kata Dirjen IKM pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerja sama Pengembangan Pasar Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis Ekonomi Digital tersebut. Lebih lanjut lagi Dirjen IKM mengatakan, "Dari data penelitian Deloitte Access Economics, tercatat para pelaku UKM, dimana IKM juga termasuk di dalamnya, lebih dari sepertiganya masih offline. Padahal pemanfaatan teknologi digital dapat memberikan keuntungan signifikan bagi para pelaku IKM, diantaranya kenaikan pendapatan hingga 80%, dan kemungkinan menjadi lebih inovatif sebesar 17 kali."

Dirjen IKM juga berharap melalui kerja sama dengan BLANJA.com yang merupakan perusahaan patungan antara PT Telkom Indonesia Tbk. dan eBay, para pelaku IKM dapat memperluas pangsa pasarnya hingga ke luar negeri. "Berdasarkan data dari BPS, Wilayah pemasaran sebagian besar komoditas produk pelaku industri mikro kecil masih terbatas pada wilayah lokal setempat, terutama dalam satu Kabupaten/Kota, hanya sebagian kecil yang telah memasarkan produknya ke luar provinsi atau bahkan luar negeri. Dengan jejaring yang dimiliki BLANJA,com, diharapkan kesempatan untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar negeri, dapat terbuka lebar." tuturnya.

Gati menambahkan, bahwa Ditjen IKM akan menjajaki kerja sama dengan PT Pos Indonesia dalam rangka efisiensi biaya logistik untuk pengiriman barang produk IKM yang tergabung dalam e-Smart ini.

BLANJA.com yang telah ditetapkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjadi satu-satunya e-commerce BUMN menyambut baik sinergi ini, hal ini selaras dengan visi BLANJA.com, yaitu menjadi bagian dari upaya peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan wirausaha kecil. "Melalui inisiatif ini, harapannya akan terbangunlah suatu proses menemukan industri kecil dan menengah yang berkualitas, untuk menembus pasar nasional dan kelak pasar internasional", ujar Aulia E MArinto CEO BLANJA.com.

Komitmen BLANJA.com terhadap industry kecil dan menengah, diwujudkan dengan dibuatkannya laman khusus UKM ASLI INDONESIA di BLANJA.com, etalase online yang dikhususkan untuk produk Industri kecil dan menengah Asli Indonesia.

"Kami juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa institusi salah satunya Politeknik ATI Padang, milik Kementerian Perindustrian, baru tahap awal dng memberikan training dan seminar singkat. Tapi semoga hal ini bisa menjadi pendorong generasi muda untuk ikut mengembangkan industri Kreatif dan Menengah", tutur Aulia.

Gati juga menyampaikan bahwa, hingga tahun 2019, ditargetkan jumlah IKM yang tergabung dalam skema e-Smart ini akan mencapai 10.000 unit dengan total jumlah produk sebanyak 30.000 jenis. Di tahun 2017, ditargetkan jumlah IKM yang masuk ke dalam e-Smart akan mencapai 1000 IKM dengan jumlah produk sebanyak 3000 jenis, tahun 2018 sebanyak 4000 IKM yang akan menambah  jumlah produk sebanyak 12.000 jenis, dan tahun 2019 sebanyak 5000 IKM dengan tambahan produk mencapai 15.000 jenis.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99