Selasa, 23 Jul 2019

Konten Terkait Radikalisme di Medsos Turun

Oleh: marsot
Jumat, 01 Jun 2018 06:19
BAGIKAN:
istimewa.
Facebook.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan konten terkait radikalisme di media sosial telah menurun sejak pekan lalu karena pemberitaan dan unggahan mengenai hal tersebut juga menurun.

"Sekarang sudah menurun, secara total yang sudah diblok dari media sosial atau situs totalnya lebih dari 4.000 sampai 30 Mei 2018," ujar Rudiantara ditemui usai Buka Bersama di Gedung Kominfo, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018.

Tren penurunan dikatakan Rudiantara terjadi mulai pada 21 Mei 2018, sebelumnya konten berkaitan dengan radikalisme yang terjaring sekitar 400 konten per hari, sementara kini sudah jauh menurun menjadi sekitar 40 konten per hari.

Sedangkan jumlah keseluruhan konten yang tersisir dan masih memerlukan verifikasi sebanyak 20 ribu.

Ada pun dari sebanyak 4.078 konten radikal yang telah diblok sampai 30 Mei 2018, hampir setengahnya dari platform media sosial Facebook dan Instagram dan sisanya tersebar di platform yang lainnya.

Menkominfo menegaskan meski konten radikal di media sosial telah menurun, penyisiran dan verifikasi terus dilakukan.

"Sekarang sudah menurun, tetapi menurun tidak boleh membuat kita abai dan lalai. Penyisiran dan verifikasi tetap dilakukan, tadi saya katakan sisir verifikasi ini ada 20 ribuan," ucap dia.

Selain terus melakukan penyisiran konten berbau radikal, Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk penegakan hukum di dunia nyata serta keperluan Polri menangkap pelaku penyebaran konten berkaitan dengan aksi teror.

Rudiantara mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten, baik foto, gambar dan video yang berkaitan dengan paham radikalisme dan aksi teror.

"Saya selalu bilang jejak digital itu bukan seumur hidup, tapi seumur-umur. Maka posting lah yang positif-positif, jangan main-main dengan jejak digital, ini bukan seumur hidup, ini seumur-umur, orang sudah meninggal, juga masih ada," ujarnya.

Masyarakat pun diminta melaporkan kepada Kominfo atau langsung kepada platform apabila menemukan konten yang dinilai meresahkan

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 jam lalu

    Pelaku Pencabulan Anak Melalui Medsos Ditangkap Polisi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial TR (25 tahun) yang menjadi pelaku kasus eksploitasi dan kekerasan seksual terha

  • 2 bulan lalu

    Ribuan Konten Radikalisme Ditutup

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sekitar 1.600 konten berkaitan paham radikalisme dan terorisme dalam sejumlah platform media sosial ditutup selama Januari sampai April 2019."Informasi yang saya dapat, 1.600 leb

  • 4 bulan lalu

    Kenalan Lewat Medsos, Lalu Dicabuli

    KAPUAS (EKSPOSnews): Seorang remaja dari Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rmd (19) ditangkap polisi di kediamannya, karena diduga telah membawa kabur serta mencabuli seorang gadis kenalannya melal

  • 8 bulan lalu

    Pengguna Utama Medsos di Indonesia Didominasi Perempuan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Seksi Statistik Kemiskinan (BPS) Badan Pusat Statistik Nur Sahrizal mengatakan akses internet yang paling banyak dilakukan perempuan di Indonesia adalah untuk media sosial

  • 10 bulan lalu

    Penipu Lewat Medsos

    JAKARTA (EKSPOSnews): Petugas Polda Metro Jaya meringkus seorang wanita bernama Veronica Ida Mustika Ayu yang diduga terlibat penipuan pemesanan tas bermerk melalui media sosial (medsos)."Pelanggannya

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99