Rabu, 11 Des 2019

Huawei Sebut Industri Telekomunikasi di Indonesia Makin Hebat

Oleh: Jallus
Sabtu, 22 Des 2018 03:29
BAGIKAN:
istimewa.
Huawei.
UBUD (EKSPOSnews): Perusahaan global penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komnunikasi serta perangkat cerdas, Huawei optimistis terhadap persaingan sehat di antara operator telekomunikasi Indonesia demi terwujudnya industri telekomunikasi yang semakin sehat.

"Secara umum ekosistem industri sudah mengarah ke kondisi yang lebih baik, namun masih ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan oleh seluruh pelaku industri," kata Chief Technical Officer Huawei Indonesia, Vaness Yew dalam sesi media terbatas di Ubud, Bali, Jumat 21 Desember 2018.

Vaness menjelaskan bahwa ketika bisnis telekomunikasi berpindah dari layanan suara menjadi data, ekosistem industri menjadi tidak sehat akibat beberapa faktor. Menurut Vaness, perang tarif yang dilakukan oleh operator di Indonesia menjadi faktor pertama yang menyebabkan lesunya industri telekomunikasi Indonesia sepanjang tahun 2018.

"Perang tarif yang dilakukan operator tidak menguntungkan siapapun dan berdampak buruk bagi ekosistem industri. Bayangkan saja Anda satu kali minum kopi di kafe, harganya sama dengan harga paket data satu bulan, saya rasa hal itu tidak fair" kata Vaness.

Vaness menambahkan, meskipun secara psikologis konsumen merasakan tarif yang lebih murah, tetapi pada dasarnya kualitas layanan yang mereka dapatkan menurun akibat padatnya jaringan ketika perang tarif berlangsung.

"Skenario persaingan harga tersebut menyebabkan biaya operasional membengkak, operator kemudian tidak memiliki keleluasaan untuk berinvestasi dalam pembangunan jaringan yang baru akibat tingginya biaya operasional mereka," Belum lagi, lanjut dia, soal rerata pendapatan per pengguna (ARPU) yang tidak terkatrol akibat ketatnya persaingan harga tersebut. Dengan ARPU operator yang berkisar di antara Rp20 ribu hingga Rp40 ribu, Indonesia merupakan salah satu negara dengan ARPU terendah di dunia.

Namun Vaness melihat bahwa kebijakan registrasi kartu sim prabayar yang diwajibkan per April tahun ini berperan penting dalam proses penyehatan industri.

"Operator bisa berhemat banyak dari pengurangan biaya untuk pencetakan kartu sim. Dengan jumlah pelanggan yang semakin terukur, mereka bisa fokus untuk meningkatkan kualitas jaringan dan layanan", katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 8 bulan lalu

    Antre Membeli Ponsel Huawei

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sejumlah masyarakat ibu kota terlihat antre panjang untuk membeli ponsel baru keluaran Huawei di salah satu gerai ponsel Mall Taman Anggrek, Jakarta, Jumat.Lo Khing Seng, Deputy

  • 12 bulan lalu

    Huawei Garap Pasar Gemuk Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Huawei memasang target untuk masuk jajaran tiga besar pangsa pasar ponsel di Indonesia dalam dua tahun ke depan."Target top 3 dalam dua tahun ke depan. Ingat, kita tidak mencari

  • tahun lalu

    Huawei Ingin Kuasai Pasar Dunia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Huawei diramalakan akan menjadi nomor satu di dunia ponsel global, dengan perkiraan jumlah pengiriman di atas 200 juta.Huawei, yang baru saja menggeser Apple sebagai produsen pon

  • 2 tahun lalu

    Telkomsel dan Huawei Luncurkan Solusi CloudAIR 2.0

    BARCELONA (EKSPOSnews): Telkomsel hari ini meluncurkan CloudAIR 2.0 di Mobile Word Congress (MWC) 2018. Solusi yang merupakan hasil kerjasama dengan Huawei's Joint Innovation Center 2.0 (JIC2.0)

  • 3 tahun lalu

    Telkomsel dan Huawei Uji Coba Teknologi 3GPP

    JAKARTA (EKSPOSnews): Telkomsel bersama dengan Huawei melakukan uji coba pertama di Indonesia teknologi 3rd Generation Partnership Project (3GPP) Massive Internet of Things (IoT) dan teknologi Frequen

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99