Senin, 23 Sep 2019

Ekspansi Bisnis Harus Rasional

Oleh: marsot
Selasa, 31 Jul 2018 04:15
BAGIKAN:
istimewa.
Astra Internasional.
JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Direktur PT Astra International Tbk. (ASII) Prijono Sugiarto membeberkan empat poin perusahaan dalam memasuki bisnis baru, yaitu ukuran bisnis, budaya kerja, menaikkan nilai tambah dan harus memiliki rantai nilai (value chain) untuk menghasilkan produk atau jasa.

"Setiap kali Astra International melakukan ekspansi, harus ada benang merahnya yaitu skala terukur dan rasionable," kata Prijono di Jakarta, Senin 30 Juli 2018.

Menurut Prijono, sebagai perusahaan konglomerasi Astra International harus mengarah ke sektor usaha yang lebih bervariasi agar memiliki keseimbangan antar bisnis yang satu dan lainnya.

Ia mencontohkan, perusahaan memutuskan masuk ke industri batu bara karena telah memiliki pembangkit listrik, demikian juga ketika masuk ke sektor properti dan infrastruktur melalui pola strategic holding yang disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki perusahaan.

Dari sisi ukuran bisnis harus jelas, tidak terlalu kecil karena dalam mengembangkannya hanya akan menghabiskan waktu dan sektor usaha yang akan dimasuki harus sesuai dengan budaya atau kultur perusahaan.

"Jangan nanti kita 'kawin' dengan beda kultur. Kalau perbedaannya (kultur) masih sedikit bisa ditoleransi, tapi kalau beda jauh itu akan sulit," ujarnya.

Selanjutnya, harus memberikan nilai tambah terhadap perusahaan, serta ada mata rantai bisnis dengan mempertimbangkan potensial bisnis di masa datang yang lebih besar.

"Prinsipnya, Astra International dalam berinvestasi tidak mau dengan pola membesarkan kemudian menjual, tetapi lebih bersifat jangka panjang," ujarnya.

Prijono yang dipercaya memimpin sekitar 300.000 orang karyawan ini dengan 200 lebih anak perusahaan, mengatakan bahwa rata-rata investasi Astra International setiap tahun mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp27 triliun-Rp28 triliun.

"Jadi, kalau mau ekspansi ke bisnis tertentu dengan investasi sekitar Rp2 triliun bisa lah, tapi bukan berarti kita biarkan hangus, melaiknkan tetap serius untuk masuk," katanya.

Meski begitu, Prijono mengaku tidak selamanya ekspansi bisnis perusahaan berjalan mulus karena pada saat tertentu ada kendala di luar kendali perusahaan. "Kalau seperti ini kita harus berani 'cut loss'," ujarnya.

Laba naik 11 persen

Sepanjang semester I 2018 Astra International membukukan pendapatan bersih sebesar Rp112,5 triliun, meningkat 15 persen dibandingkan dengan pendapatan periode semester I 2017 sebesar Rp 98,03 triliun.

Saat yang bersamaan, perusahan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp10,38 triliun, melonjak naik 11 persen dibandingkan sebelumnya Rp9,34 triliun.

"Laba bersih grup meningkat pada semester pertama 2018 didorong peningkatan kontribusi dari bisnis alat berat dan pertambangan, serta jasa keuangan grup, yang melebihi dari yang dapat diimbangi oleh pelemahan kontribusi dari kegiatan operasional agribisnis dan infrastruktur," ujar Prijono.

Sektor otomotif masih menjadi penyumbang laba terbesar perusahaan dengan menyumbang laba sebesar Rp 4,21 triliun. Hal ini didukung oleh peningkatan laba bersih dari penjualan sepeda motor dan bisnis komponen otomotif melebihi dari yang dapat diimbangi oleh penurunan laba bersih dari penjualan mobil.

Adapun sektor jasa keuangan memberikan kontribusi sebesar Rp2,14 triliun ke laba Astra International, terutama karena peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Pasar Murah Astra Group

    MAKASSAR (EKSPOSnews): PT Astra Group melaksanakan program sosial kemasyarakatan melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) dengan menggelar pasar murah Ramadhan 1

  • 5 bulan lalu

    Astra Bangun Politeknik Manufaktur

    CIKARANG (EKSPOSnews): PT Astra International Tbk memulai pembangunan Kampus Politeknik Manufaktur (Polman) Astra di Kawasan Industri Delta Silicon II, Jalan Gaharu, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi,

  • 6 bulan lalu

    Astra Bangun Fasilitas Air Bersih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sejumlah sekolah di Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan bantuan fasilitas air bersih dari Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR) untuk pemenuha

  • 8 bulan lalu

    Nagan Raya Salurkan Rastra

    NAGAN RAYA (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh bersama dengan Perum Bulog Sub Divisi Regional Meulaboh menyalurkan bantuan sosial beras sejahtera (rastra) tahap pertama 2019."

  • 12 bulan lalu

    Astra Bina Desa Sejahtera

    JAKARTA (EKSPOSnews): Program CSR PT Astra International Tbk. menargetkan akan ada 300 desa sejahtera pada tahun 2018 ini di 100 kabupaten seluruh Indonesia."Kami menargetkan pada 2018 ini ada 300 des

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99