Kamis, 26 Apr 2018
  • Home
  • TI & Otomotif
  • Astragraphia Dukung Modernisasi Pengadaan Barang di Provinsi Sumatera Utara

Astragraphia Dukung Modernisasi Pengadaan Barang di Provinsi Sumatera Utara

Oleh: Tawanli
Kamis, 09 Nov 2017 21:22
BAGIKAN:
istimewa.
Axiqoe.com
MEDAN (EKSPOSnews): PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) melalui layanan e-commerce Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Government (B2G), AXIQoe.com, melanjutkan kembali sosialisasi dan edukasi implementasi E-Katalog LKPP di pemerintahan kota Medan. Hal ini dilakukan guna mendukung good governance di Provinsi Sumatera Utara sehingga dapat bersama-sama menjadi bagian dari ekosistem untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, sekaligus mendorong terciptanya disiplin anggaran bagi tumbuhnya aktivitas usaha di Medan dan kota lainnya.

Menurut Biro Pusat Statistik (BPS) realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2017 diSumut mengindikasikan geliat ekonomi yang membaik, yakni tumbuh sebesar 5,21% (yoy). BPS juga menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi di Sumut triwulan IV/2017 akan meningkat dibandingkan triwulan III/2017.Hal ini diperkirakan karena adanya peningkatan dalam realisasi anggaran pemerintah terutama belanja modal dan juga meningkatnya optimisme konsumen untuk berbelanja seiring dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu pertumbuhan ekonomiini pun harus di dukung oleh berbagai sektor lainnya dengan melakukan pembangunan infrastruktur melalui pengadaaan barang/jasa di setiap lembaga pemerintahan daerah.

Tentunya dengan adanya sosialisasi pengadaan barang/jasa pemerintah dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang realtime guna mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih.

Sahat Sihombing, Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia mengatakan, "Kami bangga bisa menjadi bagian dari program pemerintahan Sumut untuk mewujudkan good governance di era digital ini. Bersama dengan LKPP, melalui AXIQoe.com yang ada dalam E-Katalog LKPP, kini pemerintah dapat membeli barang kebutuhan secara cepat, aman, fleksibel dan tentu saja transparan. Semua itu cukup dilakukan dari meja dengan satu klik untuk semua kebutuhan dengan informasi, spesifikasi, serta harga yang dapat diakses semua pihak," kata Sahat di Medan, Kamis 9 November 2017.

Merujuk pada laporan Nielsen yang bertajuk Indonesia Open Ocean of Opportunities Overcoming Dead Win and Riptide 2017, pasar e-commerce di Indonesia akan mencapai US$46 miliar atau setara Rp 612 triliun. Tingginya potensi pasar digital di Indonesia tentunya memberikan kemudahan bagi pemerintah untuk melakukan pengadaan atau pembelian barang untuk keperluan operasional. Namun, transparansi, akuntabiliti, dan efisiensi keuangan tetap harus menjadi pertimbangan utama.

"AXIQoe.com merupakan layanan e-commerce B2B dan B2G terdepan di Indonesia yang berkomitmen mendukung implementasi E-Katalog LKPP dengan menjamin akuntabilitas perusahaan serta membantu upaya pemerintah Sumut untuk menstabilkan pengeluaran rutin. Dengan jaminan purnajual yang andal, pemilihan produk yang berkualitas dan pengiriman yang tepat waktu dan aman kami bukan saja dapat memuaskan pelanggan, tapi lebih dari itu bersama pemerintah ikut mendorong terciptanya era crowd control di masyarakat, karena harga dan spesifikasi produk dan added value yang ditawarkan oleh AXIQoe.com dapat diakses dan dipantau  dengan mudah," tambah Sahat.

E-Katalog sendiri menjadi instrumen baru dalam menciptakan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang terbuka dan efisien. Melalui E-Katalog, pembelian barang dan jasa bisa dilakukan secara cepat dan mudah. Satuan kerja hanya tinggal melakukan login dan melakukan pembelian melalui website https://E-Katalog.lkpp.go.id/. Tidak seperti mekanisme pengadaan melalui tender, pembelian melalui E-Katalog dilakukan dengan mudah, cepat dan harga yang ditawarkan pun dapat dibandingkan dan dipertanggungjawabkan.


  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    30 Anggota DPRD Sumut Kembalikan Uang Suap

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa 30 anggota DPRD Sumutera Utara telah mengembalikan uang sekitar Rp1,9 miliar dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap

  • 2 hari lalu

    BPK Temukan Pemborosan Anggaran di Dispenda Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumut menjadi sorotan publik karena merealisasikan dana insentif sebesar Rp16.055.490.000.00 tanpa bekerja. Hal itu menjadi temuan Badan Pemeriks

  • 5 hari lalu

    Musa Rajeckshah, Calon Wakil Gubernur Sumut Diperiksa KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK melanjutkan pemeriksaan terhadap Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014

  • 7 hari lalu

    BPN Sumut Akan Daftarkan Ratusan Bidang Tanah

    MEDAN (EKSPOSnews): Badan Pertanahan Nasional atau BPN Sumut akan mendaftarkan 210.000 bidang tanah untuk mendukung reforma agraria yang menjadi agenda strategis nasional yang tercantum dalam Nawacita

  • 2 minggu lalu

    Kejati Sumut Limpahkan Kasus Korupsi Rigid Beton

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah melimpahkan berkas perkara 13 tersangka dan barang bukti, dugaan kasus korupsi proyek peningkatan jalan dari hotmix menjadi semen "rigid beton

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99