Kamis, 27 Jul 2017

Anak-Anak Gampang Temukan Situs Orang Dewasa

Oleh: Jefri
Kamis, 22 Jun 2017 04:09
BAGIKAN:
istimewa
Mencari situs resmi.
JAKARTA (EKSPOSnews): Internet adalah alat pendidikan yang bagus bagi anak-anak, yang dapat digunakan untuk
mendukung proses belajar mereka. Namun, dunia online juga memiliki sisi gelap. Menjadi tanggung-jawab
orangtua untuk melindungi anak dari bahaya online.

Survei yang dilakukan oleh Net Aware belum lama ini dengan responden 1.725 anak sekolah dan 500 orang-tua
murid dilakukan dengan memanfaatkan 50 situs media sosial paling populer untuk mengungkapkan potensi
risiko yang dihadapi oleh anak-anak dalam hal konten berbahaya yang mereka konsumsi saat berselancar di
internet. Ditemukan bahwa separuh dari anak-anak yang disurvei telah melihat materi dewasa berkaitan
dengan seksual, kekerasan atau materi dewasa lainnya di media sosial, melalui situs seperti ChatRoulette,
Omegle dan Tumblr dinilai sangat berisiko tinggi untuk konten seksual. Anak-anak masih merasa terlalu mudah
untuk mengakses konten yang berpotensi berbahaya secara online.

Temuan ini bertentangan secara langsung dengan pandangan orangtua, yang menilai situs tersebut berisiko
rendah. Ketidakcocokkan ini masih bisa diperdebatkan dari fakta bahwa anak-anak juga diketahui tidak
menceritakan atau melaporkan materi tidak pantas yang mereka temui pada sebagian besar situs-situs yang
mereka kunjungi.

Selain itu, sekitar 78% anak-anak mengaku bergabung dengan situs media sosial sebelum mencapai usia
minimum, pada gilirannya membuat mereka lebih rentan terhadap kandungan berbahaya dan kondisi ini di luar
sepengetahuan orang-tua mereka.

Anak-anak sering menganggap internet adalah entitas magis yang mampu menjawab segala macam pertanyaan
bahkan pertanyaan yang yang tidak jelas sekalipun, tapi apa yang tidak mereka ketahui adalah virus, privasi
online, phishing, etika bersosial media, masalah keamanan internet dan yang mengkhawatirkan adalah kontenkonten
dewasa.

Untuk membuat mereka terhindar segala macam bahaya internet, orang-tua berkewajiban menginfomasikan
anak-anak tentang perlunya proteksi diri dari bahaya internet dan tentu saja akan banyak tantangan untuk
mewujudkannya. ESET memberikan beberapa saran yang mungkin berguna membantu orangtua melindungi
anak dari konten dewasa:

1. Masuk ke dunia anak
orang-tua harus terlibat langsung dengan kegiatan anak agar tahu apa yang anak lakukan. Dengan belajar
dan memahami aktivitas yang dilakukan anak, orangtua dapat mengambil tindakan yang tepat untuk
memproteksi mereka.

2. Aturan main
Tentukan berapa lama anak-anak boleh melakukan aktivitas online dan situs mana saja yang boleh mereka
kunjungi. Pilih mesin telusur, peramban, situs web, dan aplikasi mana yang terbaik untuk digunakan oleh
anak Anda. orangtua bisa membuat daftar dan perjanjian mengenai aturan yang dibuat dan konsekwensi
jika mereka melanggarnya.

3. Ajari anak melindungi privasi mereka
Anak tidak akan sepenuhnya memahami risiko bahaya mengungkap informasi pribadi secara online, karena
itu orang-tua harus mengingatkan hal ini kepada anak seperti:

Jangan pernah memberi nama, nomor telepon, alamat e-mail, password, alamat pos, sekolah, atau
gambar tanpa seizin orangtua.

Jangan membuka e-mail dari orang yang tidak mereka kenal
Jangan menanggapi pesan yang menyakitkan atau mengganggu
Tidak mengijinkan mereka bertemu dengan siapa pun secara online tanpa pengawasan dan izin orangtua.

4. Parental Control.

ESET menyarankan orang-tua menggunakan software parental Control di setiap perangkat yang digunakan
anak, termasuk ponsel, tablet, dan PC desktop untuk menyaring konten web yang seharusnya tidak dilihat
anak.

5. Pantau histori browsing

Pantau konten yang dilihat. Tinjau kembali apa yang anak-anak Anda lihat dan tetap yakin bahwa mereka
mematuhi aturan yang disepakati dan tidak menemukan hal-hal berbahaya secara online karena
ketidaksengajaan.

6. Lokasi adalah kunci

Jaga agar komputer tetap berada di tempat yang sentral, di mana mudah untuk memantau penggunaannya.
Sehingga memudahkan orangtua mengawasi aktivitas anak, dan anak tentu juga tidak akan berani untuk
mencoba-coba mencari tahu hal-hal yang belum pantas untuk diketahui.

7. Jadilah karib mereka

Anjurkan anak untuk datang langsung kepada Anda saat dia melihat sesuatu yang membuatnya tidak
nyaman, dan pastikan Anda tidak akan bereaksi berlebihan, menyalahkannya, atau melarang mereka untuk
online. Ajarkan anak-anak untuk menghindari konten yang tidak sesuai.

Director Marketing PT Prosperita ESET Indonesia, Chrissie Maryanto sangat menyayangkan masih begitu
mudahnya anak-anak mengakses konten dewasa di internet, Chrissie mengatakan: "Sudah sepatutnya anakanak
mendapat perlindungan dan perhatian lebih dari orang dewasa, khususnya orangtua, semakin mudahnya
akses internet harus diimbangi dengan penggunaan teknologi yang tepat, seperti Parental Control yang salah
satu kemampuannya menyortir situs-situs yang membahayakan atau tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak,
sehingga meski dengan pengawasan minim, orang-tua dapat tenang karena anak tidak akan lagi mampu
mengakses situs dengan konten dewasa.

"Selain itu, sesuai dengan Konvensi Hak Anak pada tahun 1989 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) orangtua
mempunyai kewajiban untuk memenuhi hak anak, yang diantaranya adalah hak bermain, mendapat pendidikan
dan mendapatkan perlindungan." tambah Chrissie.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Polisi Amankan Pelaku Asusila Terhadap Anak-Anak

    MATARAM (EKSPOSnews): Kepolisian yang bertugas di wilayah Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mengamankan seorang pria yang diduga pelaku tindak pidana asusila terhadap anak."Pria y

  • satu bulan lalu

    Mengajak Anak-Anak Eks Dolly ke Sekolah

    SURABAYA (EKSPOSnews): Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak anak-anak di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak untuk berbenah dengan bersedia melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi."

  • 4 bulan lalu

    Wah, Warga Tapsel Ini Ternyata Pemangsa Anak-Anak

    MEDAN (EKSPOSnews): Penyidik Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) masih memeriksa Samsul Anwar Harahap (35), tersangka kasus pedofil. Tak tanggung-tanggung, jumlah anak terduga korban Samsul sebanyak 42 o

  • 4 bulan lalu

    Mucikari Incar Anak-Anak Jadi Pelaku Seks di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Jajaran Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menangkap seorang perempuan mucikari atau penjual jasa seks perempuan dibawah umur yang telah melancarkan aksinya bebera

  • 8 bulan lalu

    Awas, Tumr Tulang Mengintai Anak-Anak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Masyarakat diminta mewaspadai osteochondroma, suatu jenis tumor tulang pada anak, karena penyakit ini tidak menunjukkan gejala awal yang khas, sehingga penderita yang ditemuka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak