Kamis, 19 Sep 2019

Si Pemilik Alibaba Undur Diri

Oleh: Jallus
Senin, 10 Sep 2018 14:34
BAGIKAN:
istimewa.
Jack Ma.
Jagat media di seluruh dunia tiba-tiba tertuju pada sosok Jack Ma setelah secara mengejutkan dia mengumumkan pengunduran diri dari Grup Alibaba.

Adalah New York Times yang pertama kali memberitakan pengunduran diri pria bernama Ma Yun yang tepat pada Senin (10/9) ini berulang tahun yang ke-54 itu dari "gurita raksasa" yang dirintisnya pada 4 April 1999 tersebut.

Media yang berbasis di Amerika Serikat itu menurunkan laporan bahwa keinginan Ma pensiun dini itu untuk memenuhi panggilan hati kecilnya kembali sebagai seorang filantropis di bidang pendidikan.

Sosok Ma tidak asing lagi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Bukan saja karena namanya merupakan salah satu penasihat Presiden Joko Widodo di bidang perdagangan elektronik (e-commerce), melainkan juga Alibaba sudah sangat lekat di telinga masyarakat Indonesia, khususnya di Ibu Kota.

Belum lama ini, wajah Ma pun muncul di layar televisi masyarakat Indonesia dalam seremoni penutupan Asian Games XVIII di Stadion GBK, Senayan.

Pada acara tanggal 2 September 2018 di Jakarta itu, Ma yang mengenakan busana tradisional Tiongkok tampil sepanggung dengan atlet renang sekampungnya di Provinsi Zhejiang, Sun Yang, yang baru saja sukses memborong medali emas Asian Games di lintasan renang Stadion Akuatik GBK.

Kemunculan keduanya di acara penutupan sangat signifikan mengingat Asian Games XIX/2022 akan digelar di Hangzhou sebagai Ibu Kota Provinsi Zhejiang yang merupakan markas besar Alibaba, sekaligus kampung halaman perenang nomor 1 dunia asal China itu.

Sontak, pengunduran diri Ma dari perusahaan yang pendapatan bersihnya pada 2018 telah mencapai 9,79 triliun Dolar AS itu sangat mengagetkan.

Beragam pendapat dan opini mengiringi kontroversi sikap Ma. Komentar pun bertubi-tubi setelah Ma mengeluarkan statemen di South China Morning Post (SCMP).

Ma mesti bicara melalui SCMP, grup media bermarkas di Hong Kong yang telah diakuisisinya sejak 11 Desember 2015, bahwa dirinya masih akan menduduki jabatan CEO Alibaba dengan menerapkan rencana transisi dalam periode yang sangat penting.

Pernyataan Ma di SCMP tersebut sekaligus menyangkal pemberitaan New York Times tentang Ma yang sudah telanjur viral di jagat maya itu.

Staretegis Meskipun mengejutkan, banyak pihak yang menyangsikan sikap Ma mundur begitu saja pada saat perusahaannya sedang panen besar seiring dengan maniak belanja daring yang mewabah secara global.

Dia akan menjaga jarak saja dari hiruk-pikuk kegiatan operasional sehari-hari agar lebih fokus pada strategi bisnis, demikian pendapat sejumlah pengamat di China yang dihimpun Antara dari berbagai media.

"Setiap hari Ma adalah seorang guru. Kapan pun dia selalu terlibat dalam aktivitas menyejahterakan masyarakat atau bekerja untuk Alibaba. Dia selalu bermimpi menjadi guru yang nyata lagi," demikian pernyataan Grup Alibaba menanggapi beragam komentar mengenai Ma.

Lu, pengamat industri, mengemukakan bahwa beberapa tahun yang lalu, Ma telah berupaya mengubah sistem manajemen perusahaannya.

Oleh sebab itu, dia menganggap media salah memahami sikap Ma dengan menyandangkan istilah "pensiun".

Ma telah menyerahkan jabatannya sebagai CEO pada 2013 dan jabatan utama lainnya di Alibaba, termasuk Taobao dan Tmall yang saat ini dijalankan oleh beberapa eksekutif senior lainnya.

"Manajemen internal Alibaba terlihat lebih dewasa sehingga Ma telah menyiapkan perusahaannya 'go public' dan secara resmi dirinya mengatur jarak dengan kegiatan operasional sehari-hari," kata Lu seperti di tulis Global Times.

Dia memprediksi bahwa rencana suksesi tersebut akan mendorong para pebisnis veteran mundur dari posisinya dan menggantinya dengan yang lebih muda guna memperkuat percepatan perubahan pola manajemen internal.

Menurut Lu, hal itu menunjukkan keinginan Ma dalam menciptakan struktur manajemen Alibaba sebagai perusahaan multinasional lebih transparan.

Lain lagi dengan Liu Dingding, pengamat independen di Beijing, bahwa belum dirilisnya secara resmi mengenai rencana suksesi itu kemungkinan untuk menjaga kepercayaan investor perusahaan tersebut dalam jangka pendek.

Pada penutupan bursa Jumat (7/9) atau sehari sebelum Ma mengeluarkan pernyataan di SCMP, saham Alibaba naik 1,56 persen. Namun secara tiba-tiba jatuh 2,34 persen beberapa jam setelah pemberitaan di New York Times.

Namun Liu menolak anggapan bahwa pemberitaan mengenai Ma di sejumlah media telah menimbulkan situasi bisnis dan ekonomi di China menjadi tidak stabil.

"Beberapa perusahaan China sedang menghadapi tantangan terkini, namun jika masyarakat khawatir akan kemampuan raksasa bisnis e-commerce, seperti Alibaba, dalam mengatasi situasi sekarang, maka sangat mungkin mereka sudah tidak percaya dengan kekuatan utama perekonomian China," ujarnya.

Menurut dia, negaranya akan terus menjaga iklim bisnis sejak Alibaba mampu mengendalikan ekonomi domestik.

Pada tahun fiskal 2019, pendapatan Alibaba diperkirakan naik 61 persen (year on year) hingga mencapai 11,7 triliun Dolar AS dan pendapatan "e-commerce" sebagai bisnis utamanya bisa meningkat 61 persen juga seperti laporan keuangan yang dilansir pada 23 Agustus 2018.

Walau begitu, Liu menyatakan bahwa perusahaan seperti Alibaba sangat mengandalkan sosok pendiri berkarkter kuat sehingga kebijakan rotasi manajemen sangat sulit dilakukan.

"Perusahaan tersebut bisa saja dijalankan oleh orang lain, tapi untuk level strategis peran Ma masih sangat diperlukan," katanya.

Meskipun para pengamat masih menganggap pemensiunan tersebut sangat prematur, fenomena itu sangat menarik mengingat keputusan Ma dikeluarkan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-54, angka keramat dalam tradisi China.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Penasehat KPK Ancam Mengundurkan Diri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mohammad Tsani Annafari mengancam akan mundur sebagai penasihat KPK periode 2017-2021 bila ada orang yang cacat etik terpilih sebagai

  • 5 bulan lalu

    Jokowi Kalah, Bupati Mandailing Natal Mengundurkan Diri

    MEDAN (EKSPOSnews): Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku tidak atau belum menerima surat resmi /tembusan pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution yang ditujukan ke Presi

  • tahun lalu

    Idrus Marham Mundur dari Mensos karena Diduga Terlibat Korupsi?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Sosial Idrus Marham menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Menteri Sosial kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta."Pada hari ini tadi saya menghadap Presiden jam 10.3

  • tahun lalu

    Asman Abnur Mundur dari Menteri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur sudah legawa (menerima) mundur dari Kabinet Indonesia

  • tahun lalu

    Jorge Sampaoli Mundur

    BUENOS AIRES (EKSPOSnews): Jorge Sampaoli telah meninggalkan posisinya sebagai pelatih timnas Argentina setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia, di mana negara Amerika Selatan itu tersingkir di 16 b

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99