Minggu, 22 Okt 2017
  • Home
  • Sosok
  • Pernah Tangani IMF, Kini Pimpin OJK

Pernah Tangani IMF, Kini Pimpin OJK

Oleh: Alex
Jumat, 09 Jun 2017 04:36
BAGIKAN:
istimewa
Wimboh Santoso.
Wimboh memulai kariernya di Bank Indonesia (BI) pada 1984 sebagai pengawas perbankan di Bank Indonesia (BI). Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1983 ini dikenal pekerja keras dan sangat memahami tugas yang diembannya.

Studinya program Master of Science in Business Administration di University of Illinois, Amerika Serikat, pada 1991 dan diselesaikan September 1993. Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Doktor di Loughborough University, Inggris, dengan studi konsentrasi Financial Economics pada 1995.

Setelah lulus program Strata tiga (S3), Wimboh kembali ke Indonesia pada 1999. Dia membawa ilmu manajemen risiko (risk management) untuk diterapkan pada perbankan Indonesia.

Dalam karier Wimboh Santoso pernah menjadi kepala perwakilan BI di New York pada 2012. Jabatan ini diperoleh setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI periode 2010-2012.

Selepas dari bank sentral, dia meniti karier di level internasional. Ia menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) mewakili Asean plus Fiji, Tonga, dan Nepal sampai April 2015.

Sejak akhir 2015, ayah tiga anak ini terpilih melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri.

Wimboh mengatakan akan membawa OJK untuk mampu mewujudkan sistem keuangan tumbuh berkelanjutan dan stabil.

"Ini enggak bisa kalau ekonomi enggak dukung. Ini enggak terlepas dari juga dukungan pembangunan ekonomi yang berkeadilan. Bukan hanya ekonomi besar tapi juga yang membutuhkan perhatian lebih dari OJK," ungkapnya di Ruang Rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, waktu melakukan fit anf proper test di Komisi IX DPR RI, Senin 5 Juni 2017.

OJK, lanjutnya, harus mampu menstimulasi untuk ekonomi usaha kecil. Hal tersebut mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan yang ada di Indonesia.

"Framework garis besar dalam stabilitas sistem keuangan harus sejalan dengan perwujudan visi misi ini, di antaranya visi misi OJK dukung pertumbuhan ekonomi. Sektor keuangan harus efisien dukung keuangan," jelasnya.

Dia menjelaskan, adanya aturan di OJK sebagai pengawasan industri keuangan tentu harus terus dilakukan. Setelah dilakukan pengawasan juga harus ada koordinasi dan instansi lain.

"Pelaku pasar harus disiplin. Kita develop. Ini semua framework yang akan dilakukan OJK," tuturnya. 

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99