Rabu, 20 Sep 2017
  • Home
  • Sosok
  • Pak Bus, Kontestan Tertua Lomba Burung di Aceh

Pak Bus, Kontestan Tertua Lomba Burung di Aceh

Selasa, 05 Jul 2016 07:57
BAGIKAN:
Dia berjalan menuju pedock. Langkahnya tertatih-tatih. Tangan kanannya memegang sangkar  petak  Ebod  Jaya keluaran lama. Sangkar itu  berisi  burung Cucak Hijau  Polos atau sering disebut murai daun polos. Untuk menggantang burung ke pedock lomba,  ia sangat kesulitan. Kicau mania lain tak tega melihatnya dan akhirnya membantunya  menggantung burung CH Polos tersebut ke gantangan lomba. Ia adalah Pak Bus, kicau mania paling tua di arena Festival Burung Berkicau Launching Ronggolawe Aceh yang di langsungkan di Taman Sari Banda Aceh, Minggu 20 Maret 2016 lalu. 
 
Pak Bus kini sudah berusia lebih dari 70 tahun.  Kehadirannya ditengah-tengah  arena festival burung berkicau cukup menyita perhatian para kicau mania lainnya. Tak ketinggalan Jhon Biver,  pengembang Ronggolawe Nusantara, langsung berlari dan mengeluarkan kamera begitu melihat Pak Bus memasuki arena festival. “Kicau mania tua, pake sangkar Ebod Pula. Harus diabadikan. Ini moment penting,” katanya. Pak Bus lalu diabadikan melalu kamera HP-nya. MC kondang Didi Siantar yang sengaja didatangkan untuk memandu Launching Ronggolawe Aceh, juga tertarik dengan kehadiran Pak Bus. Ia mendekati Pak Bus dan mengajak berbincang.  Disambut seperti itu, Pak Bus keliatan sangat senang.
 
Pak Bus turun bersama Abulyatama BC. Ia membawa CH Polos jagoannya bernama “Rahul”. Bersama puluhan ekor burung sejenisnya, Rahul  berlaga di kelas Ebod Vit. Tak mengecewakan, setelah berada dibawah gantangan, Rahul langsung mengancam. Materi isian terbaiknya langsung dimuntahkan. Dengan gaya ngentruk alias setengah mengepakkan sayap, Rahul terus menunjukkan pesonanya.  Melihat andalannya bekerja maksimal, Pak Bus hanya biasa-biasa saja. Tak ada teriakan. Teman-temannya di Abulyatama yang malah lebih heboh. Mereka meneriakkan.. “Rahul... Rahul.. Hajar Terus”.
 
Ketika penilaian terkunci, dan hasilnya sedang direkab, Pak Bus sedikit  dak-dik-duk.  Ia berusaha menghilangkan rasa itu dengan terus memandangi Rahul yang masih berkicau dibawah gantangan.  Saat mendebarkan itu akhirnya tiba. Melalui pengeras suara, Didi mengumumkan nomor gantangan burung yang masuk daftar nominasi. Ketentuan yang berlaku hari itu, nominasi selalui dimulai dari nomor terkecil.  Rahul yang berada di gantangan nomor 10 menjadi nomor terakhir yang diumumkan. 
 
Saat-saat menunggu bendera nominasi,  Pak Bus seperti pasrah. Tak ada gerakan, ia memilih diam diantara beberapa kicau mania lainnya. Ketika Didi mengumumkan bahawa peraih nominasi terakhir adalah gantangan nomor 10, Pak Bus sumringah dan langsung berteriak sembari tepuk tangan.  Kebahagian Pak Bus makin menjadi-jadi setelah penjatuhan koncer. Rahul berhasil meraih nilai terbanyak dan berhak atas gelar juara 1. Hadiahnya mungkin tidak seberapa karena insertnya juga hanya Rp100.000, tapi gelar juara 1 yang diraih Rahul dari sebuah lomba bergengsi telah memberi kebahagian tersendiri bagi Pak Bus.
 
Rahul ternyata sudah tiga tahun dalam rawatannya.  Walau usianya sudah tak lagi muda, rawatan terhadap Rahul tetap bisa dilakukan secara intensif.  Setiap hari, Rahul diberi makan pisang. Sesekali menunya diganti dengan pepaya. Untuk ekstra poding, jangkrik menjadi pilihan utama. Porsinya tidak banyak, dua ekor pagi dan dua ekor sore.  Mandi tidak terlalu sering, dua kali sehari.  Satu fakta yang sangat menarik, sangkar petak ebod yang digunakan Pak Bus untuk CH Polos Rahul sudah berusia tiga tahun. Namun kondisinya tetap kokoh. Itu menjadi bukti, bahwa sangkar ebod terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi.(js)












  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    KEK Arun Dongkrak Ekonomi Aceh

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Provinsi Aceh, akan menjadi pusat ekonomi Aceh sehingga mampu mendongkrak perekonomian di kawasan ujung barat Indonesia.Edib Muslim dari De

  • 2 minggu lalu

    Wisman Malaysia Banjiri Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Sebanyak 18.534 orang wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Aceh sepanjang Januari-Juli 2017 yang didominasi wisman asal Malaysia.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh,

  • 2 minggu lalu

    Di Aceh Tengah Sinyal Selular Sering Hilang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Sinyal telepon seluler sering hilang atau mengalami kelumpuhan terutama di Aceh wilayah tengah karena daerah itu berada di dataran tinggi."Kalau listrik padam, ya sudah. Handp

  • 3 minggu lalu

    Pemekaran Kabupaten Aceh Malaka Dibahas

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Surat Keputusan pemekaran Kabupaten Aceh Malaka dari Kabupaten Induk Aceh Utara, Provinsi Aceh, sudah masuk dalam pembahasan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Uta

  • 4 minggu lalu

    Produksi Melon dari Aceh Utara

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Hasil produksi melon dari Kelompok Tani Geuthe Na di Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mammpu memenuhi kebutuhan buah segar di daerah itu.Ketua Kelomp

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak