Selasa, 18 Jun 2019
  • Home
  • Sosok
  • Butet Pensiun, Indonesia Berterima Kasih Banyak!

Butet Pensiun, Indonesia Berterima Kasih Banyak!

Oleh: alex
Selasa, 29 Jan 2019 16:41
BAGIKAN:
istimewa.
Ganda campuran.
Sebesar apapun cintamu pada duniamu, ada masanya berhenti dan meninggalkannya. Itulah yang juga terjadi pada salah seorang bintang bulu tangkis Indonesia, Liliana Natsir.

Ia sadar sebesar apapun cintanya pada bulu tangkis, ada masanya ia harus surut, meninggalkan dunia yang membesarkannya. Dunia yang telah membawa harum namanya. Sengaja ia tinggalkan, ketika prestasi dunia bulu tangkis yang digelutinya masih diharapkan oleh banyak orang.

Butet, gadis kelahiran Manado, 9 September 1985 itu biasa disapa, memilih menutup kariernya di bulu tangkis tahun ini. Indonesia Masters 2019 yang baru lalu menjadi turnamen terakhir yang ia mainkan.

Upacara perpisahan yang digelar sebelum partai final Indonesia Masters, menunjukkan betapa besar namanya di dunia bulu tangkis. Betapa berharganya Butet bagi prestasi bulu tangkis Indonesia, mengharumkan nama negeri ini di dunia internasional.

"Saya tidak pernah menyesal menjadi atlet bulu tangkis. Dunia ini yang membesarkan nama saya. Dunia ini yang membuat saya bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," katanya dalam upacara perpisahan tersebut.

Matanya berkaca-kaca, hidungnya memerah, suaranya bergetar. Ia tampak tidak setegar dan segarang di lapangan saat bertanding. Tampak sungguh berat ia mengucapkan kata-kata perpisahan dari cabang bulu tangkis itu.

"Farewell... (perpisahan), pastinya terharu. Sebenarnya, saat jalan dari kamar sampai ke sini saya tarik napas terus. Saya berusaha tidak menangis karena gengsi juga. Biasanya masuk lapangan kalem kan, tapi ini saat masuk ke lapangan malah langsung tersentuh juga," kata Liliyana dalam konferensi pers seusai pertandingan Indonesia Masters tersebut.

Tampak jelas bahwa tidak mudah baginya meninggalkan keseharin bergelut dengan raket, berlatih, mengalami suka dan duka dalam bertanding yang sudah 24 tahun dijalaninya.

Perjalanan karier Liliyana Natsir mulai serius menapaki dunia bulu tangkis saat ia rela meninggalkan keluarganya di Manado untuk bergabung dengan PB Tangkas di Jakarta ketika usianya masih belia, 12 tahun.

Di klub itu pula ia mendapat nama panggilan Butet, meskipun pada diri Liliyana Natsir tidak ada darah Batak. Nama Butet, hingga kini melekat sebagai panggilan akrabnya.

Ia kemudian bergabung dengan Pelatnas PBSI pada tahun 2002. Sejak itu ia selalu membela Merah Putih di ajang internasional, mulai dari Piala Sudirman 2003, Piala Uber 2004 dan sterusnya.

Namanya mulai berkibar ketika dipasangkan dengan Nova Widianto pada 2004 setelah pasangan Nova sebelumnya, Vita Marissa harus menjalani perawatan akibat cedera bahu seusai Olimpiade Athena 2004.

Pasangan Nova/Liliyana langsung tancap gas dengan menjuarai Kejuaraan Dunia 2005 di Anaheim Amerika Serikat, dua tahun kemudian gelar juara dunia kembali mereka raih, kali ini di Kuala Lumpur Malaysia.

Nama Liliyana Natsir pun bersama pasanagannya membahana di seantero negeri ini, setiap usai bertanding dalam berbagai kejuaraan dan memenanginya, berkat siaran langsung stasiun televisi.

Sejak itu mereka menjadi salah satu ganda campuran yang disegani kawan dan lawan, karena pasangan tersebut menjadi pesaing berat di berbagai turnamen. Mereka bahkan sempat menempati peringkat teratas dunia.

Sayangnya, bersama Nova, Liliyana gagal mempersembahkan medali emas Olimpiade 2008 di Beijing China. Mereka harus puas dengan medali perak setelah kalah di final dari pasangan Korea Selatan Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung 11-21, 17-21.

Menjelang Asian Games 2010 pelatih ganda campuran Pelatnas Richard Mainaky memutuskan untuk memisahkan Nova dengan Liliyana dan memasangkan Butet dengan pasangan yang lebih muda Tontowi Ahmad.

Meskipun gagal di Asian Games 2010 dan tidak berhasil mempersembahkan mesali emas Olimpiade 2012 di London Inggris, pasangan Owi/Butet berhasil mencetak sejarah pada 2012 sebagai ganda campuran Indonesia pertama yang menjuarai All England setelah pasangan Christian Hadinata/Imelda Wiguna pada 1979.

Yang diikuti dengan mencetak rekor juara All England tiga kali berturut-turut (2012-2014).

Puncak keberhasilan pasangan ini adalah ketika mengembalikan tradisi emas Olimpiade bagi Indonesia yang sempat terputus pada 2012, dengan mempersembahkan medali emas pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Selain itu, Butet menambahkan dua gelar juara dunia pada 2013 dan 2017 bersama Owi ke dalam deretan trofi yang diraihnya.

Sepanjang 24 tahun karir bulu tangkisnya, ia juga mengumpulkan 23 gelar super series dengan 3 partner berbeda, Nova Widianto dan Tontowi Ahmad pada ganda campuran, serta Vita Marissa pada ganda putri.

Bicara gelar seakan tiada habisnya. Semua gelar itu belum termasuk medali emas kejuaraan regional SEA Games yang dipersembahkan Butet untuk Merah Putih.

Akhirnya, seperti diucapkan Owi dalam akun instagram-nya menjelang laga final Indonesia Masters 2019, bahwa final kemarin adalah yang terakhir.

"Biarlah Owi/Butet menjadi cerita untuk anak cucu kita nanti... terima kasih ci@natsirliliyana untuk semua pelajaran yang telah ci Butet kasih untuk saya. semoga saya bisa melanjutkan cerita Owi/Butet dengan versi yang lain," demikian bunyi tulisannya.

Terima kasih Butet untuk prestasi dan inspirasinya! 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Kerusuhan di Jakarta Terencana. Libatkan Pensiunan TNI?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menduga peristiwa kerusuhan di sejumlah tempat di Jakarta pada 21-22 Mei 2019, terencana."Kerusuhan ini by desig

  • 2 bulan lalu

    Memberikan Uang Pensiun kepada Koruptor, Pemikiran Tak Waras!

    MAUMERE (EKSPOSnews): Sekretaris Tim Kampanye Nasional untuk Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Hasto Kristyanto, menilai ucapan clon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang akan memberikan dana pe

  • 3 bulan lalu

    Puluhan Ribu Guru Akan Pensiun

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan sebanyak 85.650 guru akan pensiun pada 2022."Puncaknya pada 2022, sebanyak 85.650 guru akan pensiun yang mana seba

  • 5 bulan lalu

    Masa Pensiun Prajurit TNI Jadi 58 Tahun

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya agar aturan terkait usia pensiun bagi prajurit TNI direvisi menjadi lebih panjang dari yang semula 53 tahun menjadi 58 tahun."Saya s

  • 10 bulan lalu

    Pelatih Bulu Tangkis Cabuli Anak Didiknya

    SURABAYA (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membekuk seorang pelatih bulu tangkis karena kasus pencabulan, yang dilaporkan oleh orang tua dari sejumlah anak didiknya.Kepa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99