Minggu, 19 Mei 2019

Unsyiah Tambah Guru Besar

Oleh: marsot
Sabtu, 04 Mei 2019 07:00
BAGIKAN:
istimewa.
Unsyiah.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam mengukuhkan tiga guru besar dalam sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat Unsyiah Profesor Said Muhammad di Darussalam, Banda Aceh.

Ketiga guru besar yang dikukuhkan tersebut masing-masing  Azmeri dari Fakultas Teknik,  Eka Meutia Sari Lubis dari Fakultas Pertanian, dan Abrar Muslim  dari Fakultas Teknik.

Hingga 3 Mei 2019, kata Rektor Unsyiah Prof. Samsul Rizal, Unsyiah telah memiliki 61 profesor dengan jumlah terbanyak di Fakultas Teknik 14 orang, disusul Fakultas Pertanian dengan 12 profesor.

Unsyiah menargetkan menambah 85 profesor lagi untuk mencapai kuota 10 persen dari jumlah dosen keseluruhan, seperti yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti.

"Unsyiah terus mempercepat pertumbuhan profesor, salah satunya dengan menambah signifikan pembiayaan untuk penelitian," katanya, Jumat 3 MEi 2019.

Ia menaruh harapan besar kepada ketiga profesor baru tersebut untuk berkontribusi secara maksimal, salah satunya memperbaiki peringkat jumlah publikasi ilmiah bereputasi Unsyiah melalui kepakaran yang mereka miliki saat ini.

Rektor menyebutkan Azmeri merupakan ahli di bidang ilmu mekanika fluida yang fokus pada bencana hidrometeorologi.

Bidang kepakaran tersebut sangat dibutuhkan mengingat 95 persen bencana di Indonesia terhubung dengan hidrometeorologi. Pengembangan riset oleh Prof. Azmeri melalui penilaian perilaku aliran dan kerentanan banjir bandang.

Menurut Rektor, hal tersebut memberikan harapan besar bagi masyarakat Aceh dan Indonesia untuk menemukan solusi efektif penanggulangan bencana banjir bandang dan sejenisnya.

"Analisis lengkap  Azmeri sangat bermanfaat serta membantu dalam pengambilan keputusan yang akurat dalam rangka mitigasi risiko bencana banjir bandang pada masa depan," katanya.

Rektor Samsul Rizal juga mengapresiasi Eka Meutia Sari Lubis yang memiliki kepakaran di bidang sumber daya genetik ternak lokal Aceh. Kepakaran ini sangat relevan dengan kebutuhan Aceh saat ini karena daerah ini memiliki potensi sumber daya genetik ternak lokal yang besar.

Rektor kagum kepada Abrar Muslim  yang memfokuskan dirinya meneliti tentang teknologi adsorpsi, kemudian diaplikasikan dalam penyerapan ion logam berat di alam.

Dalam penelitiannya, Abrar Muslim memprioritaskan penggunaan limbah pertanian sebagai bahan dasar adsorben sehingga dapat memiliki nilai guna. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Mendorong Unsyiah Jadi Universitas Kelas Dunia

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menyatakan suasana akademik akan mampu menjadikan Universitas Syiah Kuala sebagai perguruan tingg

  • 8 bulan lalu

    Unsyiah Diminta Berbenah

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta Universitas Syiah Kuala untuk terus berbenah dalam upaya meningkatkan prestasi di tingkat nasional."Disnatalis Unsyiah ke-

  • 9 bulan lalu

    Universitas Syiah Kuala Juara Debat Politik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Setelah selama tiga hari berlomba, akhirnya Universitas Syiah Kuala, Aceh, berhasil menjadi Juara I lomba "Debat Konstitusi MPR Tahun 2018".Dalam final yang diselenggarakan di Ge

  • tahun lalu

    UI Kukuhkan 2 Guru Besar

    DEPOK (EKSPOSnews): Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua profesor dari Fakultas Kedokteran sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Kesehatan Anak.Keduanya adalah Zakiudin Munasir, dan Rini Sekartin

  • tahun lalu

    Universitas Indonesia Kukuhkan 3 Guru Besar

    DEPOK (EKSPOSnews): Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua guru besar tetap dari Fakultas Teknik (FT), pada Rabu sehingga dengan demikian jumlah Profesor Tetap di lingkungan UI menjadi sebanyak 27

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99