Sabtu, 18 Agu 2018

Menristekdikti di Museum Jenang di Kudus

Oleh: Jefri
Minggu, 03 Jun 2018 06:15
BAGIKAN:
istimewa.
Museum Jepang, Kudus.
KUDUS (EKSPOSnews): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Kabupaten Kudus salah satunya ke Museum Jenang.

Menteri mengunjungi PT. Pura Group serta tiga sekolah yang mendapatkan dukungan Djarum Foundation untuk pengembangan beberapa jurusan, yakni SMK Raden Umar Said (Animasi dan Game Development), SMK NU Banat (Bidang Fashion Desain) dan SMK PGRI 1 Kudus (Beauty & SPA).

Namun di sela-sela itu, Menristekdikti menyempatkan diri berkunjung ke Museum Jenang. Hadir di Museum Jenang, Menristekdikti disambut Direktur Utama PT. Mubarokfood Cipta Delicia, Hilmy beserta jajaran direksi dan karyawan salah satu perusahaan jenang ternama di Kabupaten Kudus tersebut.

Ikut hadir pada kesempatan itu, antara lain Sugiharto (Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah), Suparnyo (Rektor Universitas Muria Kudus/ UMK) beserta beberapa dosen, yakni Subarkah, Iskandar Wibawa dan Moh Edris.

Nampak pada kesempatan itu Hasan Aoni Aziz (tokoh masyarakat), Hindun Anisah (aktivis perempuan Jepara), Nuruddin Amin (tokoh agama Jepara), Sofiyan Hadi (pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah) dan Noor Said (ketua LTN NU Kabupaten Kudus).

Di Museum Jenang, menteri didampingi Direktur Utama PT. Mubarokfood dan para tamu lain, melihat-lihat berbagai koleksi yang ada. Di antaranya melihat gerai batik, diorama sejarah jenang Kudus, rumah adat Kudus, juga potret Kudus tempo dulu.

Usai melihat-lihat koleksi Museum Jenang, Menristekdikti berpesan agar dari sisi packaging, PT. Mubarok senantiasa meningkatkan agar memenuhi standard produk makanan dunia. ''Standardisasi produk ini penting, untuk bisa masuk (pasar) dunia,'' ujarnya, Sabtu 2 Juni 2018.

Dia mengemukakan, pihaknya senantiasa mengapresiasi perusahaan-perusahaan (kalangan industri) baik negeri maupun swasta (agar semakin maju dan bisa masuk pasar dunia-Red). ''Jenang Kudus ini sangat potensial. Maka ke depan harus dipikirkan, agar durasinya tidakhanya enam bulan, misalnya, tetapi bisa bertahan sampai satu hingga dua tahun. Jadi kalau diekspor, dibuka beberapa bulan kemudian masih tetap fresh,'' tuturnya. 

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99