Minggu, 22 Okt 2017

Kain Tenun Ikat Motif Nusantara Raih Rekor MURI

Oleh: Agung
Senin, 17 Jul 2017 18:44
BAGIKAN:
istimewa
Perajin kain tenun.
JEPARA (EKSPOSnews): Kain tenun ikat khas Kabupaten Jepara, Tenun Troso, telah resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tenun ikat Troso tercatat di MURI melalui karya Kain Tenun Ikat Motif Nusantara Terpanjang, yakni mencapai 217,4 meter.

Hal itu ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan yang diserahkan oleh Eksekutif Manajer MURI, Sri Widayati, kepada kepada Bupati Kabupaten Jepara Ahmad Marzuqi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Troso dan Universitas Muria Kudus (UMK) yang diterima langsung Rektor Suparnyo.

"Rekor ini menumbangkan rekor sebelumnya, yakni kain tenun songket terpanjang yang ditorehkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak pada 28 Oktober 2014. Rekor kain tenun songket Pemkot Pontianak waktu itu, dengan panjang 161 meter," terangnya dalam penganugerahan MURI yang dirangkai dalam Troso Festival 2017.

Sri Widayati menjelaskan, Kain Tenun Ikat Motif Nusantara Terpanjang tanpa putus ini terdiri atas 20 motif Nusantara dan tercatat sebagai rekor ke-7.994 rekor dunia ini bukan rekor MURI pertama yang ditorehkan Kabupaten Jepara.

"Rekor sebelumnya, di antaranya pawai membawa lampion dengan peserta terbanyak, konvoi becak dengan 1.110 peserta, minum dawet Mantingan dengan peserta terbanyak, dan mengukir dengan peserta terbanyak," katanya dalam acara yang dihadiri Noor Ahmad. (wakil ketua komisi VIII DPR RI), M. Arif Sambado. (Disperindag Jateng), pimpinan DPRD Jepara, pejabat teras Jepara, pimpinan UMK dan dihadiri ribuan masyarakat.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan M. Arif Sambado, mengapresiasi gelaran Troso Festival 2017, yang antara lain diisi dengan beragam lomba, pentas seni budaya, Troso carnival hingga peragaan busana.

"Saya sangat mendukung event-event kreatif seperti ini, karena sangat bagus untuk mendorong  tumbuh dan  berkembangnya industri kreatif di Jateng, khususnya Tenun Troso di Jepara," tegas Ganjar Pranowo.

Dalam pandangan Gubernur Jateng ini, industri kreatif seperti Tenun Troso, merupakan kearifan lokal yang harus di-uri-uri agar tetap lestari. "Konsep Troso Festival juga bagus, karena memberi ruang masyarakat luas untuk meningkatkan kualitas diri melalui kompetisi, dan mengenang kembali serta melestarikan dolanan anak," paparnya.

Suparnyo, mengemukakan, UMK melalui pusat studi UMKM yang dimiliki, telah mengambil sumbangsih dalam rangka ikut mendorong tumbuh dan berkembangnya Tenun Troso dan perluasan pasarnya.

"UMK bersama perajin Troso mendorong perluasan paras Tenun Troso hingga Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. Selanjutnya, UMK akan mengajak pelaku usaha ke India, untuk mencari solusi terkait perbenangan. Benang merupakan bahan baku penting pembuatan tenun ikat Troso,'' tuturnya.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Asus Cacat Rekor MURI

    NUSA DUA (EKSPOSnews): Asus incredible race mencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yakni sebagai peserta lomba terbanyak yang dilakukan oleh perusahaan informasi dan teknologi (IT).

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99