Selasa, 14 Agu 2018

Yunani Dihantam Banjir, 15 Tewas

Oleh: marsot
Jumat, 17 Nov 2017 03:52
BAGIKAN:
istimewa.
Banjir (ilustrasi).
MANDRA (EKSPOSnews): Masyarakat Yunani pada Kamis menyatakan putus asa dan tidak percaya setelah banjir menewaskan sedikit-dikitnya 15 orang dan menyebabkan ratusan orang kehilangan rumah serta banyak warga menyalahkan pranata, yang membiarkan rumah dibangun di dasar sungai kering.

Di kota Nea Peramos dan Mandra di barat ibu kota Athena, mobil rongsokan dan perabotan hancur tergeletak di jalanan penuh lumpur tebal akibat arus air, yang mengamuk dan menerobos rumah pada Rabu pagi.

"Kami hancur, kedai dan rumah saya hilang," kata Paraskevas Stamou, pemilik restoran di Mandra, "Semua hilang. Jalannya lenyap, airnya masih mengalir dan kami pun kebanjiran lagi tadi malam dan pagi ini." "Kami memperkirakan hujan akan datang lagi pada malam ini, seperti Tuhan membenci kami," katanya.

Demi menghindari banjir yang mematikan, warga mengambil langkah putus asa.

"Kami tidak punya tempat untuk tidur. Kami tidur di atap, kami menemukan karpet untuk menutupi diri," kata seorang pria di Mandra yang rumahnya hancur oleh banjir, namun masih tetap kokoh.

Di antara isak tangisnya, ibunya menambahkan: "Semuanya terlah terjadi. Kami tidak punya orang untuk membantu kami, saya tidak mendapat bantuan dari siapapun." Cuaca buruk terus berlanjut pada Kamis. Pejabat mengatakan mereka menunggu kondisi membaik sebelum memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kerusakan tersebut. Lima orang dinyatakan masih menghilang.

Bendera setengah tiang dikibarkan dari bangunan negara dan Acropolis pada Kamis, saat pemerintah mengumumkan tiga hari berkabung nasional.

Para ahli menyalahkan konstruksi sembarangan yang merupakan jalur alami untuk limpasan air, dan erosi tanah di pegunungan yang terkena api.

Kedua kota dibangun di sepanjang jalan raya tua yang menghubungkan Athena ke kota Peloponnese di Korintus. Saat bangunan makin mendekat ke jalanan, arus yang seharusnya bisa menguras air limpasan dari pegunungan Pateras di dekatnya malah tertutup.

"Tentu saja negara tidak siap ... kita tidak bisa melawan alam," ujar Christos Zeferos, kepala pusat penelitian Fisika Atmosfer dan Akademi Klimatologi Athena, serta menambahkan bahwa dengan adanya perubahan iklim berarti masyarakat harus memperkirakan lebih banyak bencana terkait cuaca.

"Kita harus bersiap menghadapi fenomena yang lebih sering dan berbeda," katanya.

Banyak korban adalah orang tua. Korban termuda adalah seorang sopir truk berusia 36 tahun, yang memanggil ibunya saat air banjir naik di sekitar truknya. Jalurnya kemudian mati sepenuhnya.

Sumber: antara/reuters.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Satu Keluarga Meninggal karena Gempa Lombok

    MATARAM (EKSPOSnews): Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan menemukan Alimun, Reni, Elsa, Linda, dan Fauzan meninggal dunia tertimbun reruntuhan bangunan beton di Tembobor, kabupaten Lombok Uta

  • satu minggu lalu

    Seorang bayi Tewas Terkena Reruntuhan Gempa

    LOMBOK (EKSPOSnews): Seorang bayi di Dusun Senggigi, Desa Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat(NTB), dilaporkan meninggal dunia terkena runtuhan bangunan rumah saat gempa bumi berkeku

  • satu bulan lalu

    Korban Tewas KM Lestari Maju 24 orang

    MAMUJU (EKSPOSnews): Korban tewas akibat kandasnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Selasa sore (3/7), bertambah menjadi 24 orang."Berdasarkan d

  • 2 bulan lalu

    KM Berkat Anugrah Tenggelam, Seorang Tewas

    BATAM (EKSPOSnews): Kapal Motor (KM) Berkat Anugrah yang berlayar dari Nipah Panjang, Jambi menuju Kota Batam Kepulauan Riau tenggelam di Perairan Mentuda Kabupaten Lingga.Saat ditemukan, kapal naas i

  • 2 bulan lalu

    Anak Buah Kapal KM Ramos Risma Marisi Ditemukan Tewas

    BAKKARA (EKSPOSnews): Rahmat Dani, seorang anak buah kapal (ABK) KM Ramos Risma Marisi, ditemukan tewas Sabtu, sekira pukul 16.15 WIB, tidak berapa jauh dari lokasi korban mendorong kapal tersebut.Kad

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99