Senin, 22 Okt 2018
  • Home
  • Ragam
  • Tuak Suling dari Nias Butuh Sentuhan

Tuak Suling dari Nias Butuh Sentuhan

Oleh: marsot
Rabu, 08 Agu 2018 04:50
BAGIKAN:
istimewa.
Minum tuak (ilustrasi).
GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Petani tuak suling (tuo nifaro) di Kota Gunungsitoli butuh perhatian pemerintah, sehingga produk yang mereka hasilkan dapat dijadikan sebagai alat meningkatkan perekonomian.

"Tuak suling dapat meningkatkan taraf hidup petani tuak suling dan meningkatkan pendapatan asli daerah," kata mantan Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Firman Harefa di Gunungsitoli, Selasa 7 Augustus 2018.

Menurut Firman yang ditemui di kantor Yayasan Perguruan BNKP Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, tuak suling adalah temuan dan hasil karya leluhur masyarakat Nias yang terpelihara secara turun temurun, sehingga perlu dilestarikan, dan dilihat pada kondisi sekarang ini, tuak suling merupakan potensi daerah.

"Petani tuak suling perlu dibina, dibimbing dan dilatih pemerintah agar kualitasnya memenuhi standar yang diinginkan," ujarnya.Para petani tuak suling dibina agar peralatan penyulingan tuak yang mereka gunakan terjaga kebersihannya.

Kemasan atau botol tuak suling dibuat lebih indah dan menarik serta kadar alkohol terukur dan terkontrol agar memenuhi persyaratan.

Selain itu, Firman menganggap perlu diterbitkannya peraturan daerah (Perda) untuk memudahkan pengawasan tuak suling."Kalau hal yang saya sampaikan itu dilakukan pemerintah,  maka secara tak langsung harga tuak suling akan berubah, dan bisa berdampak pada peningkatan taraf hidup petani tuak suling di Kota Gunungsitoli," tutur Firman.

Pemerinrah daerah juga diminta untuk terlibat dan memberikan support kepada para petani tuak suling dalam mengembangkan atau menggali potensi daerah.

Supaya tuak suling asal Nias ke depannya bisa menjadi minuman yang berkelas dan dijual keluar daerah seperti Arak dari Bali, minuman Cap Tikus dari Minahasa, Ballo dari Sulawesi Selatan, Lapen dari Jogyakarta dan Sopi dari Flores.

"Kita berharap tuak suling Nias bisa seperti minuman minuman asal daerah lain, dan bisa menjadi kebanggaan dan unggulan daerah kita, " ujar Firman yang kini menjabat sebagai Kepala Yayasan Perguruan BNKP.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 24 jam lalu

    SP Pelindo 1 Serahkan Bantuan Bencana Palu

    MEDAN (EKSPOSnews): Serikat Pekerja PT Pelabuhan Indonesia I (SP Pelindo 1) menyerahkan bantuan untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala - Sulawesi Tengah. Bantuan

  • 4 hari lalu

    Holding Perkebunan Salurkan Bantuan kepada Korban Gempa Palu

    MAKASSAR (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mengirim enam truk bermuatan bantuan logistik untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi,dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada 28 Septembe

  • 7 hari lalu

    14 Desa di Pulau Sapudi Peroleh Bantuan dari TNI-Polri

    SUMENEP (EKSPOSnews): 14 Desa di Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperoleh bantuan dari pihak TNI-Polri. Dari bantuan yang disalurkan di 14 Desa tersebut, 9 diantaranya tertu

  • 2 minggu lalu

    Kementerian BUMN Kumpulkan Bantuan Gempa Rp22 Miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat bantuan sosial untuk korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai Rp22 miliar melalui dana CSR atau Bina Lingkun

  • 3 minggu lalu

    RI Tolak Bantuan Tentara Amerika Serikat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia menolak bantuan dari Amerika Serikat dalam bentuk pasukan tentara dan kapal rumah sakit untuk masa tanggap darurat karena saat ini Pemerintah memiliki cukup

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99