Jumat, 23 Jun 2017

Tim Badak Galang Dana Konservasi

Oleh: Jallus
Kamis, 08 Jun 2017 20:17
BAGIKAN:
marsot
Hutan Konservasi.
JAKARTA (EKSPOSnews): Setelah meluncurkan kampanye #KadoUntukDelilah Konsorsium Konservasi Badak Sumatera atau Tim Badak menggandeng Kitabisa.com untuk menggalang dana untuk upaya konservasi badak melalui wadah daring.

"Kami memutuskan kerja sama karena wadah daring ini akan sangat membantu bukan hanya sebagai penggalangan dana, tetapi juga sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan upaya nyata dalam menyelamatkan Badak Sumatera," kata Ketua Yayasan Badak Indonesia Widodo Ramono di Jakarta, Kamis 8 Juni 2017.

Ia mengatakan melalui wadah daring ini pihaknya ingin masyarakat melihat dampak dari donasi yang mereka berikan kepada Rhino Protection Unit (RPU) secara langsung.

"Kami harap kegiatan penggalangan dana ini mendapat dukungan dari segenap masyarakat Indonesia dan memberikan manfaat bagi tim RPU yang berada di lapangan".

Keberadaan RPU ini bukanlah hal baru karena, menurut dia, selama 20 tahun mereka telah membantu melindungi Badak Sumatera dari berbagai ancaman.

Setiap angggota RPU telah melalui pelatihan intensif, dan setiap tim yang terdiri dari 4 orang bertugas selama 15 hari di alam liar dan melakukan berbagai macam aktivitas dan program yang telah ditetapkan sesuai misi mereka menyelamatkan Badak Sumatera.

Melalui Kitabisa.com, Tim Badak yang terdiri atas The International Rhino Foundation (IRF), Yayasan Badak Indonesia (YABI), WWF-Indonesia, Wildlife Conservation Society (WCS), Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Leuser International Foundation (LIF) mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi secara langsung dalam penggalangan dana untuk menunjang kegiatan Rhino Protection Unit yang merupakan tim gabungan yang bertugas untuk melacak populasi Badak Sumatera, mencari dan memusnahkan jerat hewan di habitatnya dan melindungi Badak Sumatera serta sekaligus hewan-hewan lainnya di habitat tersebut dari para pemburu liar, lanjutnya.

Direktur Direktur Konservasi WWF Indonesia Arnold Sitompul mengatakan pengamanan merupakan hal penting dalam dalam konservasi Badak Sumatera di Indonesia. Dan karena sulitnya medan dan kondisi yang dihadapi, mereka perlu alat-alat penjunjang kerja yang sangat baik.

Pengumpulan donasi ini, menurut dia, dilakukan sebagai tindak lanjut dari konferensi pers peluncuran #KadoUntukDelilah yang sebelumnya diadakan oleh Tim Badak, didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Delilah, badak berumur satu tahun yang lahir di Way Kambas, menjadi simbol harapan bagi upaya perlindungan badak sumatera mengingat perannya yang akan menjadi ibu bagi generasi badak sumatera di masa depan.

Sementara itu, Direktur Forum Konservasi Leuser Rudi Putra mengatakan perlindungan terhadap Badak Sumatera tidak dapat mereka lakukan sendiri, butuh keterlibatan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak