Jumat, 17 Agu 2018
  • Home
  • Ragam
  • Suriah Tuduk Amerika Serikat Panik dan Ugal-Ugalan

Suriah Tuduk Amerika Serikat Panik dan Ugal-Ugalan

Oleh: Marsot
Jumat, 07 Apr 2017 22:12
BAGIKAN:
reuters
Amerika serang Suriah.
DAMASKUS (EKSPOSnews): Kantor Presiden Suriah mengecam serangan rudal AS terhadap satu pangkalan udara Suriah dan mencapnya "ugal-ugalan dan tidak bertanggung-jawab".

Di dalam satu pernyataan, Kantor Presiden Suriah mengatakan serangan tersebut mencerminkan pandangan sempit dan kebutaan politik serta militer AS mengenai kenyataan.

Ditambahkannya, AS "yang secara naif dikendalikan oleh kepanikan, aksi propaganda palsu yang disulut kecongkakan pemerintah AS untuk melancarkan pesta pora politik dan militer".

"Perbuatan marah AS dengan mengincar suriah adalah tanda nyata bahwa kebijakan mendalam pemerintah-demi-pemerintah AS dalam hal mengincar banyak negara, menundukkan rakyat dan berusaha mendominasi dunia, takkan berubah," kata pernyataan itu.

Agresi tersebut, kata Kantor Presiden Suriah, hanya telah meningkatkan tekad Suriah dalam menyerang pelaku teror.

Pada pagi hari yang sama, AS melancarkan serangan rudal terhadap Pangkalan Udara Shayrat di Provinsi Homs di Suriah Tengah, sebagai pembalasan terhadap dugaan serangan senjata kimi terhadap satu kota kecil yang dikuasai gerilyawan di Provinsi Idlib, bagian barat-laut Suriah.

Hampir 60 rudal Tomahawk menghantam pangkalan udara tersebut, membuatnya hancur total, menewaskan enam prajurit Suriah, sembilan warga sipil --termasuk empat anak kecil, dan menghancurkan sembilan pesawat tempur Suriah.

Pemerintah AS menyatakan serangan terhadap pangkalan udara itu dilakukan sebagai pembalasan terhadap serangan oleh Angkatan Udara Suriah terhadap Kota Kecil Khan Sheikhoun.

Para pegiat menuduh militer Suriah menembakkan gas beracun ke kota kecil tersebut, dan menewaskan 70 orang, sementara militer Suriah menyatakan serangan tersebut ditujukan ke satu gudang senjata yang berisi gas beracun serta menuduh gerilyawan menyimpan bahan semacam itu.

Sebelumnya kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan negaranya memandang gagasan pembentukan negara federal Suriah adalah dalih untuk memecah negara tersebut.

Dalam satu wawancara dengan harian Kroasia, Vecernji List, Bashar mengatakan tak ada pembenaran bagi pembentukan negara federal, sebab tujuannya ialah membawa Suriah ke situasi yang mendekati negara Irak.

"Dengan pembentukan federal, mereka dapat menggunakan bagian ini atau bagian itu untuk melawan negara, yang mesti kuat, dan akan ada negara yang lemah, rakyat dan pemerintah yang lemah," kata Presiden Suriah tersebut.

Gagasan semacam itu telah muncul melalui upaya Suku Kurdi untuk memiliki otonomi sendiri di Suriah Utara, di tengah pembicaraan bahwa akhir krisis tersebut akan berada pada pembentukan negara federal, tambahnya.

"Apa yang membantu Suriah tegak hari ini ialah persatuan, dan kalau kami memasuki proyek sektarian seperti di Lebanon dan Irak, sebagaimana diingini Amerika, kami akan memiliki negara yang benar-benar menghadapi perang saudara," kata Bashar. Ia menambahkan apa yang diderita Suriah bukan perang saudara tapi rancaman asing yang bertujuan membuatnya lemah.

Presiden Suriah itu mengatakan kehadiran setiap kekuatan asing di Suriah tanpa perkenan Pemerintah Suriah dipandang sebagai serbuan.

Bashar juga mengatakan negaranya tak memiliki pilihan selain kemenangan di Suriah.

"Kami memiliki harapan besar dan harapan ini berkaitan dengan kepercayaan kami dan jika tak ada kepercayaan, takkan ada harapan," katanya.

Sumber: antara/xinhua

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Israel Tembak Jatuh Pesawat Suriah di Dataran Tinggi Golan

    YERUSALEM (EKSPOSnews): Israel mengaku menembak jatuh pesawat tempur Suriah, yang melewati perbatasan wilayah rampasan Dataran Tinggi Golan.Damaskus mengatakan pesawat tersebut ditugaskan menggelar se

  • 4 minggu lalu

    Israel Serang Suriah Tengah

    DAMASKUS (EKSPOSnews): Israel menyerang wilayah di Daerah Mesyaf, Suriah Tengah, pada Minggu (22/7), demikian laporan kantor berita resmi Suriah, SANA.Laporan itu mengatakan satu posisi militer di Mes

  • 4 minggu lalu

    Israel Akan Terus Serang Tentara Iran di Suriah

    YERUSALEM (EKSPOSnews): Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon bahwa Israel akan terus melancarkan tindakan terhadap keber

  • 4 minggu lalu

    Gerilyawan Suriah Tinggalkan Dataran Tinggi Golan

    BEIRUT (EKSPOSnews): Gerilyawan Suriah akan meninggalkan kawasan Dataran Tinggi Golan, yang berbatasan langsung dengan Israel, dimulai pada Jumat 20 Juli 2018.Mereka akan meninggalkan daerah itu sesua

  • 4 bulan lalu

    Serangan ke Suriah, Kegagalan Kekuatan Barat!

    DAMASKUS (EKSPOSnews): Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, serangan pimpinan Amerika Serikat ke Suriah menunjukkan kegagalan kekuatan Barat dalam mencapai tujuan mereka di Suriah setelah kekal

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99