Jumat, 27 Apr 2018

Sanksi Baru untuk Iran

Oleh: Agung
Jumat, 26 Mei 2017 04:27
BAGIKAN:
reuters
Rudal Iran.
WASHONGTON (EKSPOSnews): Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat,  mengesahkan rancangan undang-undang untuk menjatuhkan serangkaian sanksi baru terhadap Iran.

Sanksi baru dikeluarkan terkait pengembangan peluru kendali balistik, dukungan kepada kelompok-kelompok garis keras Islamis, alih persenjataan serta pelanggaran hak-hak asasi manusia yang dilakukan Iran.

Melalui hasi pemungutan suara 18-3, RUU disahkan, yang membuka jalan untuk dipertimbangkan di tingkat Senat, demikian sebuah laporan, Kamis 25 Mei 2017.

Para anggota parlemen yang mendukung RUU itu mengatakan mereka tidak melihat bahwa pengesahan akan melanggar persyaratan perjanjian nuklir internasional dengan Iran, yang dicapai pada 2015.

Untuk dapat disahkan sebagai hukum, undang-undang harus mendapat dukungan Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Donald Trump terlebih dahulu.

Baik kalangan Republik maupun Demokrat sebelumnya memperlihatkan ketidaksabaran untuk menanggapi pengembangan rudal balistik dan kegiatan Iran lainnya.

Namun, komite hubungan luar negeri menunggu untuk memajukan RUU itu sampai Iran menyelesaikan proses pemilihan pada Jumat. Dalam pemilihan itu, Hassan Rouhani terpilih kembali sebagai presiden dengan meraih 57 persen suara.

Rouhani mendobrak kebiasaan dengan melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat dan mencapai kesepakatan untuk mengekang program nuklir Iran sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi ekonomi yang dihadapinya.

Trump telah melayangkan kecaman terhadap kesepakatan tersebut, yang ditentang oleh semua anggota Partai Republik di Kongre dan sejumlah anggota asal Demokrat.

Sumber: antara/reuters.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Nindya Karya Pertanyakan Pemblokiran Rekening

    BOGOR (EKSPOSnews): Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Indrajaja Manopol sempat mempertanyakan dana yang telah dibekukan oleh KPK pada periode 2012-2017 sebesar Rp44,68 miliar."Berhubung dana ti

  • 2 minggu lalu

    KPK Dalami Aliran Dana pada Fayakhun Andriadi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami aliran dana terhadap anggota DPR RI dari Partai Golkar Fayakhun Andriadi diduga melalui perantara terkait dengan kasus suap pengadaan

  • 4 minggu lalu

    Kapal Trawul Merajalela di Perairan Bengkulu

    BENGKULU (EKSPOSnews): Para nelayan tradisional di Bengkulu mengabadikan aktivitas para nelayan pengguna pukat harimau atau "trawl" dengan rekaman video saat beroperasi di perairan Desa Pasar Seluma,

  • 2 bulan lalu

    Narkotika Masuk Lewat Perairan Malaysia

    MEDAN (EKSPOSnews): Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi yang diedarkan di Indonesia masuk melalui jalur laut Malaysia-Pekanbaru-Medan-Aceh

  • 7 bulan lalu

    KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Bupati Batubara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami aliran dana dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait dengan pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara, Sum

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99