Sabtu, 23 Nov 2019
  • Home
  • Ragam
  • Ria Indo Agropalma Diminta Hentikan Sementara Aktivitasnya

Ria Indo Agropalma Diminta Hentikan Sementara Aktivitasnya

Oleh: alex
Selasa, 28 Mei 2019 04:25
BAGIKAN:
wwf.
Harimau sumatera.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau meminta PT Ria Indo Agropalma (RIA) untuk menghentikan sementara semua aktivitas karena terjadi penyerangan harimau Sumatera (pantera tigris sumatrea) liar yang menewaskan seorang buruh/pekerja yang sedang memanen pohon akasia di konsesi perusahaan di Kcamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kami minta PT RIA sementara hentikan aktivitas di wilayah tersebut,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono di Pekanbaru, Senin 27 Mei 2019.

Harimau sumatera liar menerkam pekerja bernama M. Amri (32) pada Kamis, (23/5) 2019 hingga meninggal dunia. Korban diserang oleh harimau Sumatera di Kanal Sekunder 41 PT. RIA di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Suharyono mengatakan instruksi untuk menghentikan aktivitas diberlakukan sejak terjadi serangan, khususnya di area parit 41. Kebijakan ini akan dievaluasi pada Rabu (29/5) mendatang.

“Upaya kini adalah kita berencana dengan PT RIA untuk menambah patroli, menambah kamera 'trap' di sana kemudian pengamanan yang ada di sana,” katanya.

Suharyono mengatakan tim BBKSDA yang diberangkatkan ke lokasi kejadian lebih banyak melakukan pengawasan dan menenangkan masyarakat. Hingga kini evakuasi terhadap harimau tersebut belum menjadi opsi penanganan.

“Kami belum berencana ambil kebijakan untuk evakuasi harimau karena itu memang daerah hidup dia,” katanya.

Konsesi anak perusahaan dari Sinar Mas Grup itu masih ke dalam lanskap Kerumutan yang merupakan kantong harimau Sumatera. Selain itu, dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir ini di wilayah itu muncul harimau liar yang keberadaannya sempat terekam video karyawan perusahaan tersebut.

“Lokasinya masih satu kawasan di Pelangiran tempat penyerangan harimau Bonita,” katanya.

Pada 2018 di Lanskap Kerumutan Kecamatan Pelangiran juga terjadi kasus kemunculan harimau sumatera liar yang diberinama Bonita. Harimau sumatera betina ini berkeliaran di areal pemukiman warga dan perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP), yang merupakan perusahaan asal Malaysia. Selama sekitar empat bulan Bonita berkeliaran dan membuat heboh karena dua kali menerkam dua manusia hingga tewas.

Jumiati, menjadi korban pertama yang meninggal pada awal Januari 2018. Perempuan berusia 33 tahun tersebut diserang Bonita saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State, Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Indragiri Hilir.

Korban kedua adalah Yusri Efendi (34) yang meregang nyawa di desa yang sama, namun berjarak ekitar 15 kilometer dari lokasi tewasnya Jumiati.

Bonita berhasil dilumpuhkan tim terpadu setelah dua kali ditembak bius pada 20 April 2018. Proses pencarian Bonita mengukir drama tersendiri, hingga yang paling menarik ketika seorang ahli bahasa satwa asal Kanada didatangkan membantu proses penangkapan.

Saat ini Bonita dievakuasi menuju Pusat Rehabilitasi Satwa Dharmasraya, Sumatera Barat. Di pusat rehabilitasi milik Yayasan Arsari Djojohadikusumo tersebut, Bonita diobservasi perilakunya yang selama ini dinilai menyimpang karena suka mendekati manusia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    Aktivitas Penyeberangan Pelayaran Samosir Masih Normal

    SIMALUNGUN (EKSPOSnews): Aktivitas penyeberangan pelayaran Danau Toba dari Kabupaten Samosir ke Kabupaten Simalungun dan Toba Samosir, Sumatera Utara menjelang tiga hari Idulfitri 1440 Hijriah atau Le

  • 7 bulan lalu

    Aktivitas Pertambangan Bauksit di Bintan Berhenti

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Aktivitas pertambangan bauksit di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau berhenti sejak beberapa hari lalu, namun masih tampak tumpukan batu bauksit yang diperkirakan mencapai ra

  • 8 bulan lalu

    Aktivitas Tambang Bauksit di Pulau Dendang Masih Jalan

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Aktivitas pertambangan bauksit di Pulau Dendang dan Pulau Malin, Kabupaten Bintan masih terus berlangsung di sela-sela peyelidikan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Keh

  • tahun lalu

    Aktivitas Eksor dari Malayahati Masih Nihil

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan aktivitas ekspor terhadap berbagai komoditas unggulan di Provinsi Aceh melalui pelabuhan laut Malahayati Krueng Raya, Kabupaten Aceh Be

  • 2 tahun lalu

    Net1 Indonesia Gelar Aktivitas Digital

    JAKARTA (EKSPOSnews): Net1 Indonesia, penyedia layanan mobile data broadband 4G LTE, mengadakan aktivitas menarik #MauAda4Gdimana mulai dari 7 Mei hingga 7 Juli 2018. Aktivitas ini berupa kompetisi un

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99