Selasa, 18 Jun 2019
  • Home
  • Ragam
  • Revisi Amdal PLTA Batag Toru Masih Berjalan

Revisi Amdal PLTA Batag Toru Masih Berjalan

Oleh: Jallus
Selasa, 11 Jun 2019 03:58
BAGIKAN:
istimewa.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan saat ini revisi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Barang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, masih berjalan.

“Batang Toru kita ikuti terus, tim kerja di lapangan sudah. Posisi terakhir AMDAL sedang diperbaiki di daerah,” kata Siti di Jakarta, Senin 10 Juni 2019.

Ia menjelaskan bahwa sebetulnya dalam AMDAL yang lama pihak perusahaan sudah memperhatikan kondisi lingkungan, termasuk memperhitungkan pergerakan ikan di sungai sana.

“Tapi sekarang saya rasa sudah begitu luas, IUCN (Lembaga Konservasi Dunia) juga sudah turun. Jadi kita lihat saja nanti seperti apa,” kata Siti.

Sebab, menurut dia, dulu AMDAL dibuat belum memperhitungkan keberadaan spesies baru orangutan Tapanuli atau Pongo tapanuliensis, yang baru ditemukan dua atau tiga tahun terakhir.

“Kelihatannya IUCN juga sudah turun. Ya saya bilang kita lihat saja nanti seperti apa,” ujar dia.

Sejumlah hal terkait teknikal pembangunan, koridor satwa, perbaikan kawasan di Ditjen Planologi, menurut dia, menjadi beberapa rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait revisi AMDAL pembangunan pembangkit listrik yang didanai Bank of China tersebut.

Proyek PLTA Batang Toru menjadi sorotan karena pembangunannya berada di habitat 800 orangutan tapanuli. Proyek pembangkit listrik berdaya 510 megawatt (MW) tersebut

Proyek yang dikerjakan PR North Sumatera Hydro Energy (NHSE) tersebut menggunakan bendungan setinggi 72,5 meter sebagai penampungan air. Air yang ditampung kemudian dialihkan melalui terowongan bawah tanah sepanjang 13 kilometer untuk menggerakkan empat turbin yang memutar generator pembangkit.

Untuk menggerakan turbin, aliran sungai dari bagian hulu akan ditampung selama 18 jam kemudian dilepaskan selama 6 jam. Pola operasi seperti ini dinamakan peaker, dimana suplai listrik dialirkan saat kebutuhan listrik memuncak.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 8 bulan lalu

    Jangan Korbankan Orangutan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mantan Menteri Lingkungan Hidup Sonny Keraf mengingatkan perlindungan terhadap orangutan dan seluruh ekosistemnya tidak boleh dikorbankan atas nama pembangunan. "Jadi ini memang

  • 8 bulan lalu

    Pembangunan PLTA Batangtoru Tak Ganggu Habitat Orangutan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara tidak mengganggu keberadaan orangutan seperti dikampanyekan sejumlah kalangan. Ha

  • 9 bulan lalu

    PLTA Batangtoru Tak Ganggu Orangutan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Tapanuli Selatan, tidak akan mengganggu kelestari

  • 11 bulan lalu

    PLTA Batangtoru Jaga Ekosistem

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) berkomitmen untuk menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Manajer Humas PT North Sumater

  • 12 bulan lalu

    Pembangunan PLTA Batangtoru Dilanjutkan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dilanjutkan karena pembayaran pembebasan lahan untuk proyek tersebut telah selesai."Kami

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99