Sabtu, 30 Mei 2020
  • Home
  • Ragam
  • RI Tolak Bantuan Tentara Amerika Serikat

RI Tolak Bantuan Tentara Amerika Serikat

Oleh: alex
Selasa, 02 Okt 2018 19:33
BAGIKAN:
istimewa.
Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia menolak bantuan dari Amerika Serikat dalam bentuk pasukan tentara dan kapal rumah sakit untuk masa tanggap darurat karena saat ini Pemerintah memiliki cukup kekuatan, kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta.

"Nggak, kita (Pemerintah) tidak terima itu. Mereka (AS) minta mau kirim kapal rumah sakit, cukup kita (punya). Kan pengalaman di Aceh dulu, yang mau naik kapal rumah sakit (milik Pemerintah Indonesia) itu hanya lima pasien," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa 2 Oktober 2018.

Wapres JK menjelaskan Pemerintah Indonesia mengutamakan bantuan dari negara asing untuk upaya rehabilitasi dan rekonstruksi; sementara untuk situasi tanggap darurat Pemerintah Indonesia memiliki pasukan dan logistik yang memadai.

"Kita harus mempertimbangkan supaya (bantuan asing) bisa dipakai langsung, maka kita lebih memfokuskan bantuan asing untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Sama dengan waktu di Aceh dulu," jelas Wapres.

Pada saat rehabilitasi dan rekonstruksi gempa bumi dan tsunami Aceh pada 2004, Wapres menceritakan saat itu bantuan dari negara-negara asing digunakan untuk membangun rumah bagi para korban bencana.

Sehingga, untuk penanganan bencana alam di Palu kali ini, bantuan dari negara asing yang akan diterima Pemerintah juga akan digunakan untuk hal serupa.

"Jadi katakanlah misalnya satu negara bikin 500 rumah, jadi mereka ada jangka panjang. Bahwa ini (program) negara A, ini negara B. Jadi bersifat program, tidak hanya dalam tanggap darurat. Tapi tanggap darurat juga boleh (digunakan) selama itu memenuhi kebutuhan kita," jelasnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di area Rose Garden di Gedung Putih Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada Pemerintah dan masyarakat Indonesia atas bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah.

Trump mengatakan pihaknya telah memberangkatkan pasukan cepat tanggap dan militer untuk membantu Indonesia mengatasi bencana alam yang disebut Trump sebagai kondisi yang sangat buruk, demikian ditulis The Washington Post. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Moratorium Pemekaran Daerah Tetap Berlaku

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan bahwa pemerintah tetap memberlakukan moratorium pemekaran daerah karena anggaran yang terbatas."Pengajuan pemekaran wilayah itu cu

  • 7 bulan lalu

    Perdana Menteri Lebanon Mundur

    BEIRUT (EKSPOSnews): Saad al-Hariri mengundurkan diri sebagai perdana menteri Lebanon pada Selasa karena merasa telah sampai pada "jalan buntu" dalam upayanya untuk mengatasi krisis yang dipicu oleh a

  • 7 bulan lalu

    Mendorong Sijunjung Menjadi Warisan Dunia

    PADANG (EKSPOSnews): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mendorong agar Sijunjung dapat masuk ke warisan dunia UNESCO setelah kesuksesan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto, menurut Direktur W

  • 7 bulan lalu

    Selamat Bekerja Para Menteri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik 34 menteri  Kabinet Indonesia Maju dan empat kepala lembaga di Istana Negara, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019.Para menteri yang dilan

  • 7 bulan lalu

    Nadiem Makarim Tak Layak Jadi Menteri?

    Nadiem Makarim bertemu Presiden Joko Widodo selama kurang lebih 40 menit di Istana Kepresidenan pada Senin pagi, untuk berbincang terkait visi dan misi presiden yang ingin mengembangkan SDM, mereforma

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99