Rabu, 19 Des 2018
  • Home
  • Ragam
  • Pasukan Garda Revolusi Iran Diserang, 21 Orang Tewas

Pasukan Garda Revolusi Iran Diserang, 21 Orang Tewas

Oleh: marsot
Minggu, 23 Sep 2018 05:19
BAGIKAN:
AP.
Pasukan garda revolusi Iran diserang.
DUBAI (EKSPOSnews): Sejumlah pria bersenjata melepaskan tembakan di parade militer di kota Ahvaz, Iran baratdaya, pada Sabtu dan menewaskan 12 anggota Garda Revolusi, kata kantor berita setengah resmi Tasnim.

Penembakan tersebut merupakan serangan terburuk atas pasukan elit itu.

Televisi negara mengatakan serangan itu, yang melukai lebih 30 orang, menyasar panggung tempat pejabat Iran berkumpul dan duduk untuk menyaksikan parade tahunan menandai dimulainya perang Iran dengan Irak pada 1980-1988.

Video, yang didistribusikan ke media Iran, menunjukkan para prajurit merangkak di tanah sementara rentetan tembakan ke arah mereka. Satu prajurit mengambil senjata dan berdiri sementara wanita dan anak-anak berlarian menyelamatkan diri.

Ali Hosein Hoseinzadeh, Wakil Gubernur Provinsi Khuzestan, seperti dikutip, mengatakan jumlah korban meninggal diperkirakan naik. Salah seorang yang tewas adalah wartawan.

Serangan tersebut merupakan pukulan bagi keamanan Iran sebagai penghasil minyak dan anggota OPEC. Iran relatif stabil jika dibandingkan dengan negara Arab tetangganya, yang menghadapi pergolakan sejak 2011 di kawasan itu.

Sejauh ini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan di wilayah Iran tersebut.

Televisi negara menyalahkan "unsur takfiri", merujuk kepada para militan Muslim Sunni, atas serangan tersebut. Ahvaz berada di bagian tengah Provinsi Khuzestan, tempat protes-protes terjadi secara sporadis oleh minoritas Arab di Iran yang sebagian besar penduduknya penganut faham Syiah.

Menteri Luar Negeri Mohammed Javad Zarif menyalahkan banjir darah itu pada "sponsor teror regional", bahasa yang biasanya merujuk kepada Arab Saudi dan Israel sebagai musuh-musuh Iran dan "majikan mereka dari Amerika Serikat", dan berjanji bahwa Teheran akan mengambil tindakan tegas.

Satu video di laman televisi negara menunjukkan para tentara yang kebingungan di tempat kejadian. Berdiri dari tempat duduknya, satu orang bertanya,"Mereka dari mana?" Seorang lain menjawab, "Dari belakang kita." Empat militan melancarkan serangan tersebut dan dua di antaranya dilumupuhkan, demikian ISNA. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di kota Ahvaz.

Iran menyelenggarakan parade-parade yang sama di beberapa kota termasuk di ibu kota Teheran dan pelabuhan Bandar Abbas di Teluk.

"Penembakan dilakukan oleh beberapa pria bersenjata dari belakang panggung selama parade. Ada beberapa orang terbunuh dan luka-luka," kata seorang koresponden kepada televisi negara.

Kantor berita semi resmi Mehr mengatakan lebih jauh, penembakan pecah ketika beberapa penyerang yang berusaha kabur dikejar.

ISNA melaporkan seorang juru bicara, yang tak disebutkan namanya, untuk Garda Revolusioner menyalahkan para nasionalis Arab dukungan Arab Saudi sebagai pelaku penyerangan.

Ketegangan antara Iran dan Arab Saudi telah meningkat bebarapa tahun belakangan. Kedua negara mendukung pihak-pihak yang bersebarangan dalam perang-perang di Suriah dan Yaman, dan partai-partai politik di Irak dan Libanon.

Serangan atas militer sangat jarang terjadi di Iran.

Pada tahun lalu, dalam serangan mematikan pertama di Teheran, 18 orang tewas di parlemen dan makam Ayatullah Ruhulloh Khomeini, pendiri dan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran. IS mengaku berada di balik serangan tersebut.


Sumber: antara/reuters.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Longsor di Karo, 7 Orang Tewas

    MEDAN (EKSPOSnews): Tujuh orang meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka akibat terjadi longsor di Pemandian Daur Paris, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada Minggu, sekitar pukul 06.00 W

  • 2 bulan lalu

    Korban Tewas Gempa Palu Sudah 1.763 Orang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.763 korban jiwa yang terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah berdasarkan pembaruan data korban hingga puku

  • 2 bulan lalu

    Korban Tewas Gempa Palu Tercatat 1.649 orang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di sejumlah daerah Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 1.649 orang per Jumat (

  • 3 bulan lalu

    Korban Tewas Akibat Gempa Palu Tercatat 1.558 orang

    PALU (EKSPOSnews): Korban meninggal dunia akibat bencana gempa disusul tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga Kamis 4 Oktober 2018 pukul 18:00 WITA mencapai 1.558 orang.Berdasarkan data

  • 4 bulan lalu

    Satu Keluarga Meninggal karena Gempa Lombok

    MATARAM (EKSPOSnews): Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan menemukan Alimun, Reni, Elsa, Linda, dan Fauzan meninggal dunia tertimbun reruntuhan bangunan beton di Tembobor, kabupaten Lombok Uta

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99